Sektor Non-Esensial di PPKM Level 3 Boleh Masuk Kantor Maksimal 25%

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 21 September 2021 12:36
Sektor Non-Esensial di PPKM Level 3 Boleh Masuk Kantor Maksimal 25%
Syaratnya, karyawan sudah divaksin.

Dream - Pemerintah terus memberlakukan pelonggaran kegiatan selama masa perpanjangan PPKM. Termasuk soal aturan bekerja dari kantor (work from office/WFO) pada masa PPKM yang berlangsung dari 20 September-4 Oktober 2021.

Salah satu pelonggaran WFO yang diberikan adalah untuk pekerja di sektor non-esensial. Di PPKM kali ini, sektor non-esensial pada daerah level 3 dibolehkan melaksanakan Work From Office (WFO) namun dengan jumlah yang tetap dibatasi.

" Pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial diberlakukan 25 persen WFO," demikian ketentuan yang dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2021.

Pegawai yang menjalankan WFO diharuskan sudah divaksin. Selain itu, sektor usaha wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi baik pada manajemen maupun karyawan.

" Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja," lanjut ketentuan tersebut.

1 dari 5 halaman

Aturan PPKM Diperlonggar Lagi, Anak-Anak di 5 Kota Diperbolehkan Masuk Mall

Dream - Pemerintah kembali melonggarkan ketentuan dalam pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang pada 20 September-4 Oktober 2021. Salah satunya adalah anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk ke mall atau pusat perbelanjaan.

Meski dilonggarkan, ketentuan ini baru akan diterapkan pada beberapa daerah uji coba.

" Akan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan, mall bagi anak-anak usia kurang dari 12 tahun," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Menurut Luhut, anak-anak yang masuk mall harus didampingi dan diawasi orangtua. Sedangkan uji coba dijalankan di lima kota di Jawa-Bali.

" Akan diterapkan di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, DIY, dan Surabaya," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Jawa-Bali Menggembirakan

Selanjutnya, Luhut mengungkapkan kasus baru Covid-19 di Jawa-Bali turun mencapai 98 persen selama PPKM 13-20 September 2021. Alhasil, tidak ada daerah di Jawa-Bali yang berada di level 4.

" Saya bisa sampaikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali," ucap Luhut.

Meski begitu, Luhut meminta masyarakat tetap waspada. Sebab potensi lonjakan kasus masih ada.

" Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu," kata dia.

3 dari 5 halaman

PPKM Kembali Diperpanjang 2 Pekan, Jawa-Bali Bebas Level 4

Dream - Perkembangan situasi Covid-19 terus membaik. Tetapi, Pemerintah kembali memperpanjang PPKM di Jawa-Bali dalam dua pekan mulai 20 September 2021 hingga 4 Oktober 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan kabar baik. Dia menyatakan daerah Jawa-Bali bebas dari Level 4.

" Saya sampaikan bahwa saat ini tidak lagi kabupaten kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali. Jadi semua pada level 3 dan 2. Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI.

Meski begitu, Luhut mengungkapkan Presiden Joko Widodo terus mengingatkan agar selalu waspada. Karena di tengah kondisi Indonesia yang membaik, negara-negara lain sedang mengalami lonjakan kasus.

" Itu yang harus kita waspadai, risiko peningkatan kasus masih tnggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu," kata dia.

Luhut melanjutkan kasus Covid-19 per hari ini, 20 September 2021 tercatat sebanyak 1.932 kasus, 6.799 sembuh dan 166 meninggal dunia. Sedangkan kasus aktif berkurang dari 60 ribu menjadi 57 ribu.

" Jadi saya katakan bahwa angka ini kerja keras kita semua," kata Luhut.

4 dari 5 halaman

Jatim Jadi Provinsi Pertama di Jawa yang Masuk PPKM Level 1

Dream - Jawa Timur ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai provinsi di Jawa-Bali pertama yang berhasil turun ke PPKM level 1. Penetapan ini berdasarkan data Hasil Asessment Situasi Covid-19 tingkat Provinsi Kemenkes per 14 September 2021 yang dirilis pada 15 September 2021.

Data asessment tersebut juga menetapkan sembilan kabupaten kota di Jatim sudah level 1. Sembilan daerah tersebut yaitu Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Jember, Gresik, Banyuwangi.

" Alhamdulillah....terimakasih....terimakasih...terimakasih...tetap waspada disiplin Protkes. Hasil assesmen Kemenkes...tanggal 14 rilis 15 September ....Jatim Provinsi level 1 pertama di Jawa," tulis Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam unggahan akun Instagram pribadinya, @khofifah.ip.

Mengutip laman jatimprov.go.id, Khofifah mengatakan data ini menandakan penanganan Covid-19 di Jatim menunjukkan tren membaik. Ini dilihat dari tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat keterisian rumah sakit, tingkat kematian, transmisi komunitas, tingkat testing, tracing dan treatment, serta kapasitas respon.

 

5 dari 5 halaman

Daerah Level 1, 2, dan 3 di Jatim

Tak hanya tingkat Provinsi, Khofifah juga bersyukur terdapat 9 kabupaten/kota di daerahnya yang sudah ditetapkan masuk dalam level 1 sesuai assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya sebanyak 6 kabupaten/Kota dari hasil assesment yang pada 12 September 2021 lalu. 

Daerah-daerah tersebut adalah Kab. Situbondo, Sidoarjo, Pasuruan, Sidoarjo, Madiun, Lamongan, Kota Surabaya, Kab. Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

“ Alhamdulillah ada 9 kabupaten/kota yang masuk pada level 1 dari hasil assesment Kemenkes RI. Jatim merupakan assesment level 1 kabupaten/kota terbanyak di Jawa dan Bali,” ungkap mantan Menteri Sosial itu.

Beberapa daerah di Jatim lainnya umumnya masih berstatus PPKM Level2 yang tercatat berada di 26 kabupaten/kota. Angka ini meningkat dari hasil assesment sebelum yang berjumlah 19 daerah.

Sementara hasil assesment dari Kemenkes yang dilaksanakan pada 12 September dan 14 September 2021 menetapkan daerah di Jatim yang berstatus PPKM level tutun dari 13 menjadi 3 kabupaten/kota. Ketiga daerah itu adalah Kab. Trenggalek, Bangkalan, dan Kota Blitar.

Dengan pencapaian ini, Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian assesment serta posisi zonasi level daerah, maupun unsur-unsur lainnya. Tak lupa Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dimanapun berada.

“ Kondisi seperti ini patut kita syukuri saat ini. Jatim sudah bebas zona merah serta pada level 1 assesment Kemenkes RI. Vaksinasi terus kita gencarkan. Namun prokes jangan sampai lengah. Tetap jaga prokes agar kita segera bisa keluar dari pandemi,” pungkas Khofifah.

 

 

Beri Komentar