Bukti Roda Kehidupan Berputar, Petugas Cleaning Service Ini Sukses Jadi Miliarder

Reporter : Alfi Salima Puteri
Jumat, 10 Juni 2022 08:03
Bukti Roda Kehidupan Berputar, Petugas Cleaning Service Ini Sukses Jadi Miliarder
Forbes memperkirakan kekayaan bersih Lee dan keluarganya mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp29,11 triliun.

Dream - Roda kehidupan pasti berputar. Ada kalanya seseorang berada di bawah, ada kalanya pula suatu saat berada di atas. Intinya tak ada seorang pun yang tahu pasti seperti apa masa depan mereka.

Gambaran tersebut tampaknya merepresentasikan kisah seorang pria asal Korea Selatan ini, yang berhasil membangun bisnis startup travel.

Ketika sebagian besar negara di dunia mulai beraktivitas normal dari pandemi Covid-19, superapp perjalanan dari Korea Selatan bernama Yanolja membukukan pertumbuhan penjualan kuartal pertama yang kuat. 

1 dari 5 halaman

Pertumbuhan itu diungkapkan dalam laporan kuartalan pertama Yanolja saat bersiap untuk go public.

Laporan yang dirilis pekan lalu ini juga mengungkapkan bahwa saham pendiri Yanolja, yakni Lee Su-jin menjadikannya sebagai miliarder.

Lee, yang berusia 44 tahun pada Februari lalu, adalah CEO dan pemegang saham terbesar kedua, dengan 16,54 persen saham.

Istri dan dua putrinya masing-masing memiliki 5,18 persen saham di Yanolja. 

2 dari 5 halaman

Pemegang saham terbesar adalah Vision Fund 2 SoftBank, yang membeli 25,23 persen saham pada Juli tahun lalu senilai US$1,7 miliar, menilai Yanolja sebesar $6,7 miliar. 

Forbes memperkirakan kekayaan bersih Lee dan keluarganya mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp29,11 triliun.

Didirikan pada tahun 2005, Yanolja memiliki arti “ Hei, ayo bermain” dalam bahasa Korea dan telah berkembang dari hotel jangka pendek hingga transportasi dan, baru-baru ini, perangkat lunak komputasi awan yang membantu hotel dan perusahaan perjalanan mendigitalkan proses bisnis.

3 dari 5 halaman

Yanolja melaporkan pendapatan kuartal pertamanya naik 19 persen dari tahun ke tahun menjadi 100,5 miliar won (US$ 80 juta), sementara laba bersih sedikit menurun menjadi 8,8 miliar won dari 9 miliar won selama periode yang sama.

Yanolja menghasilkan sebagian besar keuntungannya dengan memotong dari pemesanan dan membebankan hotel serta perusahaan perjalanan untuk beriklan di platformnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Yanolja telah mengembangkan bisnis berbasis cloud, seperti sistem manajemen yang membantu hotel mengelola reservasi dan analitik data besar yang memprediksi perilaku pelanggan.

4 dari 5 halaman

Pendapatan dari bisnis cloud-nya pun berkontribusi 20,5 persen terhadap total penjualan Yanolja di kuartal pertama, naik dari sekitar 8,5 persen di tahun 2021.

Namun siapa sangka, sang pendiri yakni Lee Su-jin memiliki perjalanan karir yang unik.  Awalnya, pria berusia 44 tahun ini merupakan seorang petugas kebersihan di hotel.

Lee, yang besar sebagai seorang anak yatim-piatu, berhasil meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Nasional Kongju di pusat kota Gongju, Korea Selatan. 

Ia menggunakan koneksinya dengan pemasok kertas toilet dan pemilik hotel untuk meluncurkan Yanolja, menurut artikel Bloomberg News.

5 dari 5 halaman

Media lokal melaporkan pada bulan April bahwa Yanolja berencana untuk terdaftar di Nasdaq pada kuartal ketiga tahun ini.

Selain SoftBank, investor Yanolja lainnya termasuk GIC, raksasa perjalanan online Booking.com dan SkyLake Investment, sebuah perusahaan ekuitas swasta Korea yang dipimpin oleh mantan eksekutif Samsung Electronics Chin Dae-je.

Beri Komentar