Jadi Wamendag, Ini Tugas Khusus untuk Jerry Sambuaga

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 Oktober 2019 14:36
Jadi Wamendag, Ini Tugas Khusus untuk Jerry Sambuaga
Dia juga diminta untuk menyelesaikan perjanjian-perjanjian yang belum rampung.

Dream – Jerry Sambuaga ditunjuk sebagai wakil menteri perdagangan. Politisi Golkar ini akan membantu Menteri Perdagangan, Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk fokus terhadap perdagangan, terutama perdagangan internasional.

“ Bapak Presiden memberikan arahan dan beberapa hal yang krusial terkait isu-isu perjanjian internasional, perdagangan internasional,” kata Jerry di Istana Negara, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

Presiden Joko Widodo juga memintanya untuk memberdayakan dan mengoptimalkan kebijakan-kebijakan perdagangan untuk memperkuat daya tawar Indonesia di kawasan-kawasan regional.

Jerry diminta fokus untuk terhadap perjanjian-perjanjian perdagangan internasional yang belum selesai, baik di regional maupun global. Dia juga diminta untuk memberdayakan ekonomi dan pengusaha supaya bisa ekspansi dan meningkatkan perdagangan yang lebih tinggi.

“ Kira-kira (jadi wakil menteri) di sektor perdagangan,” kata dia.

Saat memperkenalkan para wakil menteri, Jokowi meminta Jerry untuk memberi dukungan penuh kepada Menteri Perdagangan. " Agar perjanjian perdagangan dengan negara lain bisa diselesaikan juga meningkatkan ekspor ke negara non tradisional," tutur Jokowi.

1 dari 1 halaman

Profil Jerry Sambuaga

Jerry Sambuaga lahir di Jakarta pada 1985. Dia adalah anggota Komisi I DPR periode 2014—2019 dari Fraksi Golkar. Jerry merupakan anak dari politikus Theo L. Sambuaga.

Pada 2016, Jerry mendapatkan gelar doktor Ilmu Politik dan menjadi doktor termuda di bidang ini di Universitas Indonesia. Pada Pemilihan Legislatif tahun 2019, dia mencalonkan diri kembali menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Golkar Dapil Sulawesi Utara dengan nomor urut 1.

Jerry juga tercatat pernah menjadi periset di ASEAN Regional Forum Unit, ASEAN Secretariat, Jakarta, pada 2007 dan di Divisi Politik, Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, New York, Amerika Serikat, pada 2006.

Pada 2005, pria 34 tahun ini menjadi program koordinator di Drug Detoxification and Aftercare Project, San Fransisco, Amerika Serikat, dan staf umum bidang politik Konsulat Jenderal RI di San Fransisco, Amerika Serikat, pada 2004. 

Beri Komentar