© Gemini Generated Image
DREAM.CO.ID - Jauh sebelum ada layanan streaming atau serial televisi lintas negara ada, sudah ada satu kisah cinta dari Jawa Timur yang berhasil menembus batas negara, bahasa, dan budaya di seluruh Asia Tenggara, diceritakan ulang dengan nama, latar, dan detail berbeda di Thailand, Kamboja, Malaysia, Myanmar, hingga kemungkinan Filipina. Kisah itu adalah Cerita Panji, kisah pengembaraan Pangeran Panji mencari kekasihnya, Putri Candra Kirana yang biasa dikenal dalam kisah keong mas, yang begitu berpengaruh hingga seorang sejarawan menyebutnya sebagai " peradaban Panji di Asia Tenggara" .
Dilansir dari UNESCO, Cerita Panji adalah kisah-kisah dari abad ketiga belas yang menuturkan berbagai petualangan Pangeran Panji, seorang pahlawan Jawa yang mencari kekasihnya, Putri Candra Kirana, dengan menyamar dalam berbagai wujud dan nama berbeda, sebelum akhirnya kedua sejoli itu bersatu kembali. Cerita ini menandai perkembangan sastra Jawa yang tak lagi berada di bawah bayang-bayang epos besar India seperti Ramayana dan Mahabharata, yang sudah dikenal di Jawa sejak abad kedua belas.
UNESCO mencatat, pada masa Kerajaan Majapahit abad keempat belas hingga kelima belas, Cerita Panji menjadi sangat populer, disebarkan lewat pedagang laut, dan menjadi salah satu karya sastra paling populer di Asia Tenggara pada abad ketujuh belas hingga kedelapan belas, menjangkau Jawa, Bali, dunia Melayu, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan kemungkinan besar Filipina. Pengaruhnya digambarkan oleh sejarawan Adrian Vickers sebagai " sebuah peradaban Panji di Asia Tenggara" .
Yang membuat Cerita Panji begitu istimewa bukan hanya sebarannya yang luas, tapi juga fleksibilitasnya. Dilansir dari Leiden University, ada puluhan versi Cerita Panji yang dikenal, ditulis dalam berbagai bahasa berbeda seperti Jawa-Bali, Jawa, Melayu, Bali, Sasak, Sunda, Aceh, dan Bugis. Cerita ini berasal dari Jawa Timur dan menyebar ke wilayah luas dari Indonesia hingga Malaysia, dari Kamboja hingga Thailand. Popularitasnya berakar dari fleksibilitas cerita yang mudah disesuaikan dengan tradisi lokal masing-masing daerah.
Di Malaysia dan dunia Melayu, Cerita Panji dikenal dengan sebutan " Hikayat" . Kisah ini menyebar melalui jalur perdagangan dan menjadi salah satu bentuk sastra paling populer di Asia Tenggara pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas, melintasi perbatasan hingga ke Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
Inao di Thailand, Wujud Panji yang Paling Terkenal di Luar Indonesia
Di Thailand, Cerita Panji berkembang menjadi salah satu pertunjukan istana paling terkenal. Kisah ini dipentaskan dalam pertunjukan panggung lakhon nai dengan judul " Inao" (อิเหนา), sebuah nama yang merupakan penyesuaian lokal dari nama Panji sendiri. Inao bahkan menjadi salah satu karya sastra klasik paling dihormati dalam kesusastraan Thailand, digubah ulang oleh para raja Thailand sendiri, termasuk versi yang disusun Raja Rama II.
Kamboja: Diperdebatkan Jalur Masuknya, Tapi Jejaknya Jelas
Bagaimana Cerita Panji sampai ke Kamboja masih jadi bahan perdebatan di kalangan peneliti. Ada dua pandangan utama soal ini. Pandangan pertama menyebut Kamboja menerima Cerita Panji lewat Thailand, mengingat kemiripan nama dan alur cerita dengan versi Thailand. Pandangan kedua menyebut Kamboja menerima cerita ini langsung dari Majapahit, mengingat dalam kitab Negarakertagama, karya sastra abad keempat belas, Kamboja tercatat sebagai salah satu mitra Majapahit, menunjukkan interaksi kedua kerajaan sudah terjalin sebelum kitab itu ditulis.
Pada 30 Oktober 2017, naskah-naskah Cerita Panji resmi masuk dalam UNESCO Memory of the World Register, diajukan bersama oleh Kamboja, Indonesia, Belanda, Malaysia, dan Inggris, sebuah pengakuan atas nilai luar biasa naskah-naskah ini bagi warisan dunia.
Pengaruhnya di Malaysia: Bahkan Menyentuh Kisah Hang Tuah
Dilansir dari ASEANers, menurut peneliti Noriah Mohamed dari Universiti Sains Malaysia, pengaruh Cerita Panji bahkan bisa ditemukan dalam karya sastra klasik Melayu seperti " Sejarah Melayu" atau Malay Annals, dan " Hikayat Hang Tuah" . Dalam Sejarah Melayu, disebutkan seorang putri Majapahit bernama Raden Galuh Candra Kirana, yang kecantikannya memikat hati Sultan Mansur Shah, menunjukkan betapa dalamnya jejak Cerita Panji tertanam dalam narasi sejarah dan sastra Melayu.
Cerita Panji tidak hanya bertahan dalam bentuk naskah tertulis. Alur Cerita Panji juga umum ditemukan dalam wayang klitik dari Jawa Timur yang menggunakan wayang kayu, wayang golek dari Jawa Barat yang menggunakan boneka batang tiga dimensi, dan wayang beber, cerita yang digambarkan lewat gulungan bergambar. Di Bali, versi paling terkenal disebut Malat, dipentaskan dalam pertunjukan Gambuh dan opera Arja. Di Sulawesi, ada versi berbahasa Makassar bernama Hikayat Cekele, serta versi berbahasa Melayu panjang bertajuk Hikayat Cekele Wanengpati.
Sebuah kajian akademik dari Universiteit Leiden menjelaskan bahwa keaslian atau versi " asli" dari Cerita Panji sesungguhnya tidak pernah ada, karena versi paling awal sekalipun sudah berbentuk cerita lisan yang terus berubah seiring penyebarannya. Justru ketiadaan satu versi baku inilah yang membuat cerita ini begitu mudah beradaptasi ke budaya, bahasa, dan tradisi pertunjukan di setiap negeri yang menerimanya, dari istana Thailand hingga panggung wayang Jawa Barat.
Naskah-naskah Panji, terkenal kompleks, menampilkan pergantian nama, penyamaran, penjelmaan, dan transformasi yang berulang di sepanjang cerita, ditulis dalam bentuk teks maupun lakon teater. Koleksi Panji terbesar di dunia kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, dengan lebih dari 260 naskah dalam lebih dari selusin bahasa berbeda.
Advertisement

14 Agustus Dirayakan sebagai Hari Pramuka, Ketahui Sejarah dan Kapan Mulai Dirayakan

Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami Lewat Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup

Mengapa Banyak Orang Suka Sound Horeg? Ketahui Penyebab dan Bahaya Paparannya Terlalu Lama

Jenis-Jenis Parfum dan Bedanya: Mengenal EDP, EDT, Extrait, dan Cologne

Cerita Panji: Kisah Cinta dari Jawa yang Menjelma Jadi Dongeng di Seluruh Asia Tenggara


Jenis-Jenis Parfum dan Bedanya: Mengenal EDP, EDT, Extrait, dan Cologne