IHSG Coba Sentuh 6000, Indeks Syariah Tenang Jelang Akhir Pekan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 September 2018 16:55
IHSG Coba Sentuh 6000, Indeks Syariah Tenang Jelang Akhir Pekan
IHSG juga ikut bergairah.

Dream - Kecemasan sementara menjauh dari pasar modal Indonesia. Adanya kepastian kanikan suku bunga BI (7DDR) dan meredanya isu perang dagang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berusaha kembali ke level 6000.

Menjauhnya sentimen negatif dair lantai bursa juga membuat laju tiga indeks saham syariah tenang bergerak di zona positif.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 28 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat seharian di zona hijau. ISSI yang dibuka menguat di level 176,818, menutup sesi perdagangan jelang akhir pekan ini dengan kenaikan 1,361 poin (0,77%) ke level 178,089.

ISSI sempat bertengger di posisi puncak di 178,089 dengan level terendahnya di 176,806.

Laju positif juga dibukukan indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 6,469 poin (0,98%) ke level 664,915. Penguatan ini tak lepas dari naiknya harga saham dari 22 bluechips syariah.

Sementara Indeks JII70 bergerak menguat 2,572 poin (1,17%) ke level 221,722. Sedangkan IHSG hampir menyentuh level psikologis 6000 setelah ditutup menguat 47,337 poin (0,80%) ke level 5.976,553.

1 dari 2 halaman

Saham Pertanian Jadi Primadona

Sentimen positif masih terasa di pasar modal dan pasar uang. Investor juga senang melantai di bursa. Aksi beli saham ini membuat harga 152 saham syariah terangkat. Hingga sesi paska-peutupan perdagangan tercatat transaksi senilai Rp4,44 triliun dari 61,72 miliar lembar saham.

Aksi beli juga ramai dilakukan pemodal asing yang terdorong kenaikan suku bunga Bi Rate. Asing membukukan nett buy hingga Rp610 miliar, atau naik tiga kali lipat dari perdagangan kemarin senilai Rp134 miliar.

Investor lebih suka memainkan sahamnya di sektor pertanian sehingga indeksnya melesat 1,69 persen, industri dasar 1,38 persen, infrastruktur 1,16 persen, dan perdagangan 1,07 persen.

Pelemahan saham industri aneka sebesar 0,15 persen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perdagangan.

Emiten bluechip pencetak top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya terangkat Rp825, INTP Rp650, SMGR Rp500, PTBA Rp150, dan ITMG Rp150.

Sebaliknya, saham UNVR melemah Rp125, INDF Rp75, EXCL Rp60, ASII Rp25, dan PTPP Rp10.

2 dari 2 halaman

Dollar AS sempat mengamuk

Sayangnya kondisi tenang ini tak terjadi di pasar keuangan. Dollar AS sempat kembali mengamuk ke level Rp14.900.

Ketika perdagangan dimulai, mata uang Negeri Paman Sam ini berada di level Rp14.912 dan menyentuh level tertinggi di Rp14.945.

Namun ketegangan mereda di perdagangan sore hari. Hingga pukul 16.23 WIB, dollar AS untuk sementara dapat dijinakan setelah melemah 23 poin (0,15%) ke level Rp14.899.

Beri Komentar