Uang Belanja Negara di 2020 Disiapkan Rp2.528 Triliun, Untuk Apa Saja?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 16 Agustus 2019 16:36
Uang Belanja Negara di 2020 Disiapkan Rp2.528 Triliun, Untuk Apa Saja?
Dia juga menargetkan defisit anggaran di bawah 2 persen.

Dream – Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran belanja tahun 2020 sebesar sebesar Rp2.528 triliun dan pendapatan Rp2.221,5 triliun. Anggaran ribuan triliun itu akan untuk mendukung lima fokus utama pemerintah di tahun depan

Dengan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan defisit anggaran ditargetkan sebesar 1,76 persen dari PDB atau Rp307,2 triliun.

Dalam penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, kelima fokus pemerintah di tahun 2020 adalah penguatan kualitas SDM, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, penguatan perlindungan sosial, penguatan kuaitas desentralisasi fiskal, dan antisipasi ketidakpastian global.

“ Dengan Pendapatan Negara dan Hibah sebesar Rp2.221,5 triliun, serta Belanja Negara sebesar Rp2.528,8 triliun,” kata Jokowi di Jakarta.

Jokowi mengatakan belanja negara direncanakan sebesar Rp2.528,8 triliun atau 14,5 persen dari PDB.

“ Belanja Negara tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kualitas SDM dan melanjutkan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi,” kata dia.

Jokowi juga mengatakan belanja itu ditujukan untuk meningkatkan investasi dam ekspor melalui daya saing dan produktivitas, akselerasi infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal.

“ Untuk mencapai sasaran pembangunan di atas, diperlukan peningkatan pendapatan negara pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp2.221,5 triliun,” kata dia.

Jokowi mengatakan pihaknya akan mengoptimalisasi penerimaan negara, baik perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

1 dari 5 halaman

Hati-hati

Selain itu, Jokowi mengatakan pihaknya berhati-hati dalam mengelola fiskal. Pemerintah akan menjaga defisit anggaran dan rasio utang terhadap PDB tetap dalam kendali,

Jokowi mengatakan upaya ini ditunjukkan dengan diturunkannya Defisit Anggaran dari 2,59 persen terhadap PDB pada tahun 2015, menjadi sekitar 1,93 persen pada tahun 2019 dan pada tahun 2020 diturunkan lagi menjadi 1,76 persen.

Sejalan dengan itu, defisit keseimbangan primer juga dipersempit dari Rp142,5 triliun pada tahun 2015, menjadi sekitar Rp34,7 triliun pada tahun 2019, dan diupayakan lebih rendah lagi menjadi Rp12,0 triliun pada tahun 2020.

“ Kebijakan fiskal tersebut, diharapkan mampu menjaga keseimbangan primer atau bahkan surplus dalam waktu dekat,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,3% di 2020

Dream - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasionl di tahun 2020 mencapai 5,3 persen 2020. Sejumlah asumsi ekonomi makro disusun untuk mencapai target.

" Pada tahun 2020, Pemerintah menyusun asumsi ekonomi makro sebagai berikut: Pertama, pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen," ujar Jokowi membacakan Nota Keuangan Negara di Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

Pertumbuhan tersebut akan ditopang dari lini konsumsi dan investasi. Dua lini ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

" Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," kata Jokowi.

Asumsi kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan berada di level 14.400. Pemerintah yakin investasi tetap mengalir ke dalam negeri seiring persepsi positif dan perbaikan iklim investasi di Indonesia.

" Dengan demikian, suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan berada di tingkat 5,4 persen," ucap Jokowi.

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan sebesar US$65 per barel. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan pergerakan harga minyak dan komoditas global.

Sedangkan lifting minyak pada 2020 diasumsikan sebesar 734 ribu barel per hari. Sementara lifting gas diasumsikan sebesar 1,19 juta barel setara minyak per hari.

" Seluruh gambaran perkiraan indikator ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan RAPBN tahun 2020," kata Jokowi.

Berikut adalah target perekonomian nasional Indonesia di tahun 2020:

Pertumbuhan ekonomi: 5,3 persen
Nilai tukar dollar AS: Rp14.400
Inflasi: 31 persen
Tingkat Suku bunga SPN 3 Bulan: 5,4 persen
Harga minyak: US$65 per barel

3 dari 5 halaman

Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri

Dream - Jokowi menyinggung industri mobil lstrik dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/ DPR, Jumat 16 Agustus 2019. Menurut dia, ruang pengembangan mobil listrik telah dibuka.

" Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendorong pembangunan mobil listrik. Sejumlah insentif telah disiapkan agar industri otomotif terpacu untuk terjun membangun mobil listrik.

" Kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut.

4 dari 5 halaman

Dorong Ekspansi Industri

Jokowi juga mendorong industri Tanah Air melakukan ekspansi. Sehingga industri tidak melulu mengandalkan pasar dalam negeri.

" Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memacu para pengusaha dan perusahaan BUMN berani menjadi pemain global. Talenta Indonesia, kata dia, harus dipersiapkan agar diperhitungkan dunia.

" Sekali lagi, kita harus semakin ekspansif, from local to global," tegas Jokowi.

5 dari 5 halaman

Jokowi: Data Digital Kekayaan Bangsa, Lebih Berharga dari Minyak

Dream - Jokowi meminta masyarakat dan aparat penegak hukum bersiap menghadapi ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data digital.

" Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/ MPR, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta aparat penegak hukum melindungi data pribadi masyarakat. Menurut dia, perlindungan data pribadi merupakan hak rakyat Indonesia.

" Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi," ucap presiden bernama lengkap Joko Widodo ini.

Dengan adanya regulasi tersebut, kata dia, akan membuat masyarakat menjadi aman.

" Sekali lagi, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya," kata mantan Walikota Solo itu.

Apabila regulasi dibuat bertujuan untuk memudahkan masyarakat, niscaya rakyat Indonesia akan terus melakukan inovasi untuk kemajuan bangsa.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham