Sadar Diri Badannya Bau, 3 Penumpang Beri Sopir Online Tip Besar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Juni 2019 11:24
Sadar Diri Badannya Bau, 3 Penumpang Beri Sopir Online Tip Besar
Si pengemudi sudah diingatkan jika penumpang ini memiliki bau badan yang menyengat dan sulit hilang dari kabin mobil.

Dream – Bau badan seseorang kerap membuat orang lain merasa tidak nyaman. Apalagi saat udara sedang panas-panasnya, bau ini makin sering “ semerbak”.

Bicara tentang bau badan, seorang pengemudi taksi online berbagi kisah tentang tiga orang satpam yang baru saja berganti shift dan pulang dengan taksi online.

Dikutip dari World of Buzz, Kamis 27 Juni 2019, seorang pengemudi GrabCar, Fadhli Sahar, berbagi ceritanya di Facebook. Di dalam unggahanya, Fadhli mengatakan tiga orang dari Bangladesh yang memesan taksi online.

Pesanan itu diambil setelah ada orang yang mengatakan kepadanya untuk mengabaikan permintaan.

Alasannya, bau tubuh mereka tak bisa hilang dari mobil, bahkan setelah pergi.

1 dari 5 halaman

Tetap Ambil Pesanan

Pria ini berada di daerah Sunway, Malaysia, pada 4 sore. Saat itu, Fadhli menerima permintaan untuk perjalanan yang sangat mahal.

“ Tarifnya cukup tinggi, 40 ringgit (Rp136.792) lebih kalau tidak salah,” kata dia.

Sesampainya di titik penjemputan, Fadhli melihat ada tiga orang pria yang menunggu dan melambaikan tangan kepadanya.

“ Dari seragam, mereka terlihat seperti penjaga keamanan,” kata dia.

Para penumpang ini bertanya kepada Fadhli apakah bisa mengantarkannya ke lokasi tujuan? Pria ini mengiyakan permintaan itu.

“ Bisa, bisa,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Tahan Aroma Bau Badan

Fadhli menahan napas ketika para penumpang masuk ke mobil. Sayangnya, manusia tak bisa menahan napas terlalu lama.

“ Jadi, saya mengubah mode pendingin udara ke sirkulasi udara segar. Itu tidak membantu karena udaranya panas,” kata dia.

Fadhli pun mengatur ukang AC, lalu menurunkan sedikit jendela untuk membuat udara segar masuk. Ketika lampu merah, dia membuka jendela mobil agar ada udara segar dari luar.

Biasanya, kata dia, penumpang diajak bicara. Tapi, ini tidak dilakukan karena dua di antaranya sedang tidur. Sedangkan yang ketiga terus meliriknya.

3 dari 5 halaman

Penumpang Curiga

Dikatakan bahwa penumpang yang satu ini tahu ada yang “ salah”. Sebab, Fadhli kadang-kadang menutup hidung dengna baju, menurunkan jendela, lalu mengubah mode pendingin udara.

“ Ketika memandangnya sekilas melalui kaca spion, dia memalingkan muka. Saya pikir dia tahu saya tak nyaman dengan mereka,” kata Fadhli.

Lalu, penumpang ini bertanya kepada Fadhli apakah dia baik-baik saja.

“ Apakah kamu baik-baik saja, bos?” Penjaga itu kemudian bertanya kepada Fadhli.

Fadhli menjawab bahwa dia baik-baik saja, karena dia percaya bahwa berbicara atau menghadapi bau tubuh itu kasar dan menyinggung. Baginya, pekerja imigran sama seperti orang lain, manusia.

4 dari 5 halaman

Ditolak Tiga Sopir Taksi

Penumpang ini menjelaskan mereka ditolak oleh tiga pengemudi lain sebelum Fadhil muncul. Pengemudi membatalkan pemesanan setelah melihat mereka.

“ Terkadang pengemudi malas mengemudi jarak jauh,” jawab Fadhli.

Dia menambahkan, sebagian besar pengemudi pilih-pilih menjemput penumpang. “ Saya tidak mengerti intinya. Alasannya konyol,” tambah Fadhil=

5 dari 5 halaman

Diberi Tips Besar

Sesampainya di tujuan, penumpang ini memberikan uang 100 ringgit (Rp341.980). Ketika Fadhil hendak memberikan kembalian, penumpang ini menolak.

“ Tidak apa-apa, Saudaraku. Berikan kepada anak-anakmu agar mereka bisa menikmati makanan. Terima kasih karena telah mengantarkan kami,” kata Fadhli sambil menirukan ucapan salah seorang penumpang.

Fadhli terpana karena biasanya menerima tips 1 ringgit-2 ringgit (Rp3.419—Rp6.839). Dia merasa uang 50 ringgit (Rp170.990). Tapi, penumpangnya menolak kembalian.

“ Tidak apa-apa, Saudara. Kamu bisa menyimpannya. Saya tahu kamu tidak nyaman dengan kami sepanjang perjalanan,” kata seorang penumpang.

“ Tidak apa-apa. Ini pekerjaan saya,” balas Fadhil.

“ Ambil saja. Kamu mau mengantar kami. Hari ini bukan satu-satunya. Hampir setiap hari (pesanan kami dibatalkan),” kata penumpang itu.

Fadhli pun mengakhiri tulisannya dengan berbagi pemikiran tentang penumpang taksi online.

“ Terkadang, orang Bangladesh mengajari saya banyak hal tentang kehidupan. Bahkan jika mereka adalah imigran, mereka tetap manusia. Mereka memiliki perasaan, emosi, dan pikiran. Sesuatu yang harus kita hormati tentang semua orang. Sampai sekarang, saya tidak mengerti mengapa beberapa pengemudi memilih penumpang mereka berdasarkan penampilan mereka. Jika itu adalah pekerjaan kamu, lakukan saja. Semua orang sama,” tulis dia.(Sah)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian