Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Remaja Mengajari Seorang Wanita Senior Untuk Menggunakan Laptop. (Foto: Business Insider)
Karyawan senior ini berusia 55 tahun ke atas.
Dream – Banyak yang harus dilakukan untuk mendukung orang-orang berusia 55 tahun ke atas untuk tetap bisa bekerja supaya perekonomian bisa terdorong. Hal ini berdasarkan hasil laporan PwC yang berjudul “Golden Age Index” yang memeringkat negara yang terbaik dalam memanfaatkan golongan tua untuk meningkatkan perekonomian.
Dilansir dari Business Insider, Minggu 25 Juni 2017, rilis itu mencontohkan Inggris yang juga mendayagunakan pekerja senior untuk meningkatkan perekonomian. Dalam riset PwC, Inggris menempati peringkat 19 dari 34 negara yang diriset oleh lembaga PwC.
Di sana, tingkat pekerja berusia 50-64 tahun ini sebesa 70 persen, di mana Inggris Raya sebesar 70,6 persen dan Iralandia Utara 63,6 persen.
Perbedaan rate ini disebabkan oleh perekonomian, pendidikan, dan perbedaan gender. Gender gap di Inggris juga naik signifikan seiring dengan pertumbuhan usia, penghalang nyata wanita senior untuk tetap bekerja.
“Seiring dengan semakin banyaknya orang yang berusia 55 tahun ke atas dan kepastian hidup meningkat, Inggris sebaiknya mempermudah mereka jika ingin bekerja lebih lama,” kata ketua ekonom PwC, John Hawksworth.
Dengan begitu, karyawan senior bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Umur rata-rata di Inggris melampaui angka 40 tahun untuk pertama kali pada tahun 2014. Pada tahun 2040 ini diprediksi naik sampai 75 tahun. Dalam lima tahun ke depan, pekerja berusa 55 tahun-70 tahun akan meningkat menjadi 1 juta orang dalam lima tahun ke depan.
Analis memprediksi Inggris bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,2 persen (sekitar 80 juta poudsterling/Rp1,34 triliun) jika meningkatkan rasio pekerja senior sebesar 12 persen. (ism)