Kasus Covid-19 di DKI Melonjak, Pembukaan Bioskop Ditunda

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 17 Juli 2020 08:12
Kasus Covid-19 di DKI Melonjak, Pembukaan Bioskop Ditunda
"Iya betul ditunda, karena perkembangan Covid-19 di Jakarta meningkat lagi. Kita tunggu dulu hingga benar-benar kondusif,"

Dream - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menyatakan, pembukaan bioskop yang semula direncanakan 29 Juli 2020, ditunda karena kasus Covid-19 di Jakarta kembali meningkat.

" Iya betul ditunda, karena perkembangan Covid-19 di Jakarta meningkat lagi. Kita tunggu dulu hingga benar-benar kondusif," kata Cucu saat dihubungi, Kamis 16 Juli 2020.

Dia menyatakan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta telah melakukan koordinasi dengan pengelola bioskop terkait penundaan itu.

" Mereka bisa mengerti, sudah disampaikan, sudah komunikasi," jelasnya.

1 dari 6 halaman

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyampaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di seluruh Indonesia pada Kamis 16 Juli 2020 bertambah 1.574 orang.

" Sehingga saat ini totalnya menjadi 81.668 orang," ujar Yuri.

Berdasarkan data Gugus Tugas, penambahan konfirmasi positif Covid-19 terbanyak hari ini di DKI Jakarta.

" Kalau kita dapatkan distribusinya sebagai berikut. DKI Jakarta hari ini melaporkan ada 312 kasus baru dan 134 sembuh. Jawa Tengah melaporkan 214 kasus baru dan 80 sembuh. Jawa Timur melaporkan 179 kasus baru dan 444 sembuh," lanjut Yuri.

2 dari 6 halaman

Protokol Kesehatan

Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menerapkan protokol kesehatan untuk saat kembali beroperasi.

GPBSI merupakan pihak yang mewakili bioskop CGV, XXI, Cinepolis, Platinum, Dakota Cinema, dan New Star Cineplex.

" Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan bersepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop terhitung mulai Rabu, 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia," kata Djonny dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Juli 2020.

Sumber: Liputan6.com

3 dari 6 halaman

Alasan Ngemil Popcorn Pas Nonton di Bioskop Bikin Ketagihan

Dream - Nonton film rasanya kurang lengkap tanpa mengemil makanan popcorn yang berbahan utama jagung. Namun sadarkah Sahabat Dream jika kita terkadang tidak bisa berhenti makan popcorn saat nonton film?

Ternyata ada lho penjelasan ilmian mengapa popcorn selalu jadi pelengkap ketika asyik menonton film di bioskop. Hal ini punya kaitan erat dalam sisi sejarah perkembangan teater di Amerika.

Sebelum terkenal di bioskop, popcorn memang sudah diketahui banyak orang sebagai kudapan malam pada akhir tahun 1800-an. Seorang pengusaha asal Chicago bernama Charles Cretors merupakan orang yang membuat mesin popcorn pertama di dunia.

4 dari 6 halaman

Sejarah Lahirnya Popcorn

Walaupun alat ini sudah hadir, tak berarti popcorn langsung mudah diterima banyak masyarakat untuk dibawa ke bioskop.

Melansir World of Buzz, kehadiran popcorn mudah didapatkan dengan harga yang merakyat, sehingga banyak orang dari berbagai kalangan mampu membelinya.

Depresi besar di AS merupakan masa terpuruknya perekonomian AS dan berimbas pada seluruh masyarakat di sana. Karena masa itu terbilang sulit bagi semua orang, menonton film merupakan hiburan yang murah.

5 dari 6 halaman

Masa Depresi Besar

Tak sedikit orang menonton film pada masa itu sebagai bentuk penghiburan dan pelarian dari kenyataan keras depresi hebat.

Lakunya film bioskop serta penjualan popcorn yang bisa dibeli sebelum masuk ke bisokop ternyata bisa jadi solusi ampuh untuk menghibur banyak orang. Oleh karena itu, camilan popcorn diperbolehkan masuk ke dalam bioskop.

Saat itu hargan popcorn hanya 5 hingga 10 sen per kantongnya, terutama setelah penemuan pembuat popcorn oleh Charles Cretor pada tahun 1890-an.

6 dari 6 halaman

Alasan Popcorn Bikin Ketagihan

Selain harganya yang tidak mahal, ada beberapa penelitian yang menjelaskan mengapa kita tidak bisa berhenti makan popcorn. Stuart Hanson, seorang sejarawan film di De Montfort University di Leicester bahkan sampai membandingkannya dengan Narkoba

" Salah satu lelucon besar dalam industri ini adalah bahwa popcorn adalah yang kedua setelah kokain atau heroin dalam hal mencari keuntungan."

Popcorn terdiri dari bahan kimia aroma yang sangat kuat seperti 6-asetil-2,3,4,5-tetrahidropiridin dan 2-asetil-1-pyrroline yang digunakan oleh industri makanan untuk membuat aroma makanan menjadi lebih menarik.

(Sah, Sumber: Worldofbuzz

Beri Komentar