Kata Sri Mulyani Soal Stigma 'Si Ratu Utang'

Reporter : Editor Dream.co.id
Selasa, 4 Oktober 2022 13:13
Kata Sri Mulyani Soal Stigma 'Si Ratu Utang'
Dia berharap masyarakat, khususnya mahasiswa jurusan ekonomi, lihai dan punya kemampuan membaca dan membedah data.

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengaku pernah mendengar stigma tentang dirinya, salah satunya sebutan 'Ratu Utang'. Menurut dia, stigma berkaitan dengan kemampuan masyarakat untuk menggunakan data, khususnya terkait ekonomi.

Sehingga, dalam ajang Indonesia Economic Outlook Forum 2023, dia berharap para mahasiswa yang hadir, khususnya mahasiswa jurusan ekonomi, lihai dan punya kemampuan membaca dan membedah data.

" Maka saya akan sangat senang sekali karena Indonesia akan diisi oleh ekonom muda yang cemerlang yang tahu data behavior gimana capture dalam suatu modeling," kata Sri Mulyani di hadapan para mahasiswa dalam ajang Indonesia Economic Outlook Forum 2023, Senin 3 Oktober 2022.

" Anda mengolahnya, Anda bisa membacanya, Anda berdebat mengenai interpretssi data, dan hasil running Anda, that's beautiful. Itu debat yang menyenangkan banget," lanjut dia.

1 dari 2 halaman

Sri Mulyani mencontohkan debat yang tak berdasar. Dalam perdebatan yang tak berdasar tersebut akan muncul stigma yang tidak tepat. Ada beragam istilah yang tak seharusnya digunakan.

" Karena debat yang tidak menyenangkan hanya bilang 'ah kamu bego', 'ah kamu kadrun', 'ah kamu cebong', itukan kayak gitu kan. Tapi anda bisa bicara, oh Sri Mulyani Ratu Utang, itu kayak gitu-gitu adalah bukan debat tapi stigma," beber Sri Mulyani.

Sehingga dia berharap mahasiswa jurusan ekonomi pandai membaca data dengan kerangka teori yang tepat. Data akan membawa debat lebih sesuai substansi.

2 dari 2 halaman

" Kalau anda, anda kan bicara fata dengan theorical framework yang anda ketahui, anda bisa run, bisa saja ada beda karena model beda, dan kemudian and abisa pun hasil yang sama pun anda bisa bacanya berbeda. Sah," ujarnya.

" Dan itu enak nantinya kita bicaram how much the economy suffering from the shock. Itukan shock. How much it will take untuk membuat remedi bahkan recovernya," tambah bendahara negara itu.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar