Kelakuan Masyarakat Saat Belanja Diskon Bikin Netizen Emosi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 9 Juni 2017 07:15
Kelakuan Masyarakat Saat Belanja Diskon Bikin Netizen Emosi
Duh, kok bisa, ya?

Dream Sale atau event belanja banjir diskon menjadi salah satu momen yang paling ditunggu, terutama ketika menyambut Hari Raya. Orang-orang akan datang berduyun-duyun memenuhi pusat perbelanjaan.

Mereka membeli barang-barang dagangan yang bertabur diskon. Beberapa di antaranya seperti ritel fesyen.

Tapi, tak jarang ketika berbelanja saat sale, suasana pusat perbelanjaan menjadi 'kapal pecah'. Barang-barang di etalase menjadi berantakan.

Inilah yang membuat pengguna Facebook bernama Farah Amin jengkel. Dia emosi melihat perilaku belanja masyarakat yang tidak tertib ketika sale.

Dikutip dari laman Siakap Keli, Jumat 9 Juni 2017, Farah bercerita orang-orang kehilangan adab ketimuran ketika berbelanja saat sale. Di salah satu pusat perbelanjaan, dia mengatakan, banyak konsumen yang kehilangan kesabaran ketika membeli barang.

“ Tidak cukup tangan pramuniaga melayani orang ini orang itu. Semuanya tidak tahu sabar. Kalau sudah terlihat seperti itu, please consider, self service atau pun sabar sebentar. Staf harus menolong. Ingin bayar, tolong  tertib,” tulis Farah di status Facebook dalam bahasa Melayu.

Dia pun mengingatkan masyarakat bahwa pramuniaga juga manusia yang turut berpuasa (jika dia seorang Muslimah). “ Staf itu pun manusia, puasa lagi. Sama seperti kita, bukan binatang. Kau yang panggil ‘woi woi tolong ambilkan baju’,” tulis Farah.

Dia juga mengingatkan masyarakat perilaku ini sama seperti ketika anak kecil diajak belanja oleh orangtuanya. Baju yang selesai dicoba, digeletakkan di lantai begitu saja ketika dijajal di kamar pas, lalu pakaian itu dipungut oleh orang tua untuk dirapikan kembali.

“ Ketika staf sedang tidak mood, kamu marahi dia. Padahal, orang itu sudah pusing membereskan pakaian untuk menyenangkan orang-orang berbelanja,” tulis dia lagi.

Kemudian, Farah juga meminta masyarakat untuk membaca kembali syarat dan ketentuan berlaku ketika hendak shopping di suatu pusat perbelanjaan. Misalnya, membaca syarat ketentuan penukaran barang. Yang paling penting, dia meminta masyarakat tidak datang ke pusat perbelanjaan ketika toko hendak tutup.

“ Kau tahu pukul 20.00 mal tutup. Janganlah datang pukul 22.00. Staf pun punya rumah. Mereka ingin pulang ke rumah, makan, mandi, istirahat. Tak usah bercerita kamu ingin belanja ke mana-mana, selain H&M. Tolong jaga adab,” tulis Farah.

Beri Komentar