Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Qz.com)
Dream - Otoritas Tiongkok melakukan investigasi terhadap salah satu perusahaan mesin peramban (search engine) internet terbesar di Tiongkok, Baidu. Investigasi ini menindaklanjuti kematian seorang pelajar yang diduga menggunakan Baidu untuk mencari perawatan medis.
Pelajar berusia 21, Wei Zexi, tewas pada bulan April 2016 usai menjalani perawatan kanker yang kontroversial. Wei mendapat informasi perawatan kanker ini dari Baidu. Media Tiongkok menuding Baidu mengutamakan profit semata.
" Laba tidak boleh ditempatkan di atas tanggung jawab sosial," kata The People's Daily, dilansir Newsweek, Rabu 4 Mei 2016.
Harian itu juga menuliskan tidak salah untuk mengambil untung dari iklan. Tapi kalau mengambil keuntungan yang membahayakan jiwa manusia, itu bertentangan dengan nilai-nilai etika.
Sekadar informasi, Wei menemukan pengobatan medis untuk penyakitnya, synovial sarcoma, lewat pencarian Baidu. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Wei menyebut Baidu menuliskan iklan yang sesat. Dikatakan bahwa pengobatan senilai US$31 ribu atau Rp 410,28 juta telah teruji secara medis.
Dia pun menuliskan kalimat, " Baidu, kami tidak tahu berapa banyak orang jahat yang melakukannya" di papan.
Kematian Wei menarik perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah. Otoritas keamanan internet Tiongkok, Cyberspace Administration of China (CAC) pun segera melakukan investasi terhadap Google-nya Tiongkok ini beberapa hari yang lalu. Kasus ini membuat harga saham Baidu melorot 8 persen.
Baidu pun turut mengungkapkan rasa bela sungkawanya. " Kami menyampaikan duka cita yang dalam terhadap keluarga Wei Zexi. Baidu itu perusahaan yang tepercaya dan kami memegang standar yang tinggi untuk membuat platform kami aman dan dapat dipercaya."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya