Cerita Detik-detik Yuddy Chrisnandi Dicopot Jokowi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Juli 2016 18:30
Cerita Detik-detik Yuddy Chrisnandi Dicopot Jokowi
"Hari ini saya bahagia,"

Dream – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, menjadi menteri yang terjungkal dari Kabinet Kerja. Asman Abnur diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan posisi Yuddy.

Dilansir dari menpan.go.id, Rabu 27 Juli 2016, Yuddy pun sempat menceritakan detik-detik pencopotan dirinya dari jabatan orang nomor satu di kalangan aparatur negara. 

Yuddy menceritakan sekitar pukul 10.00 Yuddy dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Presiden, Selasa (26/07) petang. Pria kelahiran Bandung 29 Mei 1968 ini mengungkapkan bahwa ia menjadi salah satu menteri yang terkena perombakan kabinet (reshuffle) jilid ke 2.

Purna tugas, Yuddy mengatakan akan kembali ke Universitas Nasional (Unas). Yuddy memang tercatat sebagai guru besar di universitas swasta.

" Sebagai guru besar, saya akan kembali ke kampus dan mengajar," kata Yuddy saat menggelar acara perpisahan di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam perpisahannya itu, dia mengatakan berusaha maksimal untuk melakukan pekerjannya sebagai menteri. Meskipun demikian, Yuddy mengaku belum sempurna melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Jokowi.

" Menteri memang silih berganti tetapi birokrasi harus tetap berjalan sebagai mana mestinya. Masing-masing orang memiliki jatah kursi dan diberi kepercayaan, jadi saya rasa ini merupakan hal yang biasa. Terima kasih untuk semua yang telah membantu saya selama kurang lebih satu tahun sepuluh bulan," kata dia.

Kepada seluruh jajaran pejabat Kementeria PANRB, Yuddy berpesan agar mereka bisa melayani menteri baru yang ditempatkan Jokowi dengan baik. Walaupun semua belum bisa diraih dengan baik, setidaknya sudah ada pondasi yang kuat untuk melanjutkan pekerjaan-pekerjaan dalam jangka waktu yang masih panjang. Yuddy berharap semua pegawai tetap membangun smart, green and comfortable office.

Yuddy pun mengucapkan permohonan maafnya kepada jajaran pegawai apabila dia memiliki banyak kekurangan dan memiliki ada hal yang kurang berkenan. Dia juga meminta mereka untuk mempertahankan kinerja yang baik di kementerian ini.

" Hari ini saya bahagia, seperti saat saya dilantik dulu. Saya dibebaskan dari tugas dan bersyukur atas semua ini. Pertahankan hal-hal baik yang ada di kantor ini. Semoga semua langkah kehidupan menjadi lebih baik dan Kementerian Pemberdayan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menjadi yang terdepan," kata dia.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham