Kesal Dituduh Kota Khayalan, Pemkot Beri Tantangan Rp15 M

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 27 Agustus 2019 08:48
Kesal Dituduh Kota Khayalan, Pemkot Beri Tantangan Rp15 M
Alasan sederhana. Gara-gara candaan malah dipakai para penganut teori konspirasi

Dream - Pemerintah kota Bielefeld, Jerman, menggelar sayembara unik untuk membuktikan tudingan para penganut konspirasi. Mereka siap memberikan hadiah 1 juta euro atau sekitar Rp15,83 miliar bagi siapa pun yang bisa membuktikan kota ini tak pernah ada.

Dikutip dari Oddity Central, Selasa 27 Agustus 2019, sayembara ini bermula dari candaan seseorang yang bernama Achim Held.

Pada 1993, Held mengatakan kota bernama Bielefeld tidak ada alias imajiner. DIa membantah kabar kota ini sudah ada sejak 800 tahun yang lalu dan memiliki 330 ribu orang warga.

Awalnya, candaan itu hanya sebatas humor. Tapi candaan itu lama-lama berkembang menjadi konspirasi.

Malah ada yang menyebut kota itu merupakan kota rahasia tempat artis yang telah meninggal pergi, seperti Elvis Presley dan Kurt Cobain.

 

 

1 dari 4 halaman

Dipanasi Kanselir Jerman

Apalagi ditambah dengan candaan Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel, yang bersikap seolah-olah meragukan keberadaan Bielefeld.

" Jadi, itu ada. Saya terkesan dengan kota itu dan berharap bisa pergi ke sana lagi," kata Merkel pada 2012.

Kini, otorita setempat merasa cukup dengan lelucon itu. Pemerintah setempat siap memberikan uang senilai belasan miliar rupiah bagi siapa pun yang bisa membuktikan kota ini tidak ada. Pajak hadiah akan ditanggung oleh Pemasaran Bielefeld.

Masyarakat yang berminat bisa memasukkan teorinya sebelum 4 September. Tentu saja teori ini juga disertakan dengan foto, video, dan tulisan untuk mendukung teori tersebut.

(Sah, Sumber: Odditycentral)

2 dari 4 halaman

Gubernur Kalteng Sayembara Turunkan Hujan Berhadiah Rp5 M

Dream - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menggelar sayembara unik. Dia akan memberi hadiah miliaran rupiah untuk orang yang bisa menurunkan hujan.

" Ini beneran. Kalau ada yang bisa, saya siap bayar Rp5 miliar," kata Sugianto, Rabu, 31 Juli 2019.

Dia mengatakan, sayembara ini dibuat untuk menghilangkan asap kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di daerahnya. Uang Rp5 miliar, kata dia, lebih kecil dibandingkan biaya pemadaman kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan menggunakan helikopter.

" Daripada menggunakan helikopter, itu lebih hemat. Kalau ada yang bisa, akan saya bayar Rp5 miliar," ujar dia.

Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Komarudin Sulaeman Simanjuntak membenarkan sayembara yang digelar Sugianto.

" Kalau ada yang bisa menurunkan hujan, akan lebih efektif. Sebab, hujan lebih efektif mengatasi kebakaran hutan dan lahan," kata Komarudin.

Biaya operasional untuk pemadaman hutan diperkirakan mencapai Rp22 miliar per bulan. Biaya itu untuk mendatangkan tiga helikopter dan biaya untuk 1.512 orang.

(Sah, Sumber: JPNN)

3 dari 4 halaman

Ribetnya Jika Mobil Bos Raib, Diler Sampai Bikin Sayembara Rp150 Juta

Dream – Salah satu mimpi buruk para penggemar mobil adalah mendapati mobil mereka lenyap dari tempat parkir. Semakin nyesek jika si roda empat itu merupakan mobil kesayangan yang baru saja masuk salon. 

Inilah yang dialami seorang pria pecinta mobil klasik. Karena usianya tak heran jika kuda besi itu bernilai mahal. Sang pemilik pun tak pernah malas memolesnya. 

Dilansir dari Carscoops, Sabtu 3 November 2018, mobil lawas itu keluaran Pontiac Firebird hilang dari Fiehrer Motors, diler Buick and GMC, di Ohio, Amerika Serikat.

Kepolisian setempat menyebut mobil pony klasik berwarna merah terang itu lenyap dari parkiran diler.

 Mobil Pontiac Firebird hilang di tempat parkir.© Carscoops

Pihak diler menyebut mobil itu dicuri pada hari Minggu kemarin. Roda empat ini milik wakil Fiehrer Motors, Daniel Fiehrer. Pria ini memiliki Firebird 1968 sejak tahun 1991. Nilanya diprediksi US$14.500 (Rp218,57 juta)

Pihak diler menawarkan hadiah sebesar US$10 ribu (Rp150,74 juta) bagi siapa pun yang berhasil menemukannya.

Sang pemilik menyebut mobil ini telah di-upgrade. Mobil itu mempunyai mesin Pontiac 455 V8 1972 dengan 6x head castings. Firebird ini juga memiliki radiator aluminium dengan kipas listrik ganda dan transmisi manual lima kecepatan Tremec. 

4 dari 4 halaman

Sayembara Tangkap Serangga Dibayar Rp151 Ribu Picu Kepanikan

Dream – Belakangan ini, ada kehebohan yang terjadi di Guangdong, Tiongkok. Pusat Pengendalian Wabah Penyakit Guangdong, mengeluarkan pengumuman yang tak lazim.

Instansi ini meminta masyarakat untuk menangkap serangga penyebar penyakit Chagas. Untuk yang berhasil menangkapnya, instansi ini akan memberikan upah 8 yuan  atau sekitar Rp151 ribu per ekor.

Dikutip dari Global Times, Jumat 13 Juli 2018, kissing bugs atau Tritominae membawa parasit Trypanosoma cruzi yang bisa membawa penyakit Chagas—penyakit tropis yang bisa berakibat fatal. Serangga ini cenderung menggigit wajah orang.

Orang yang terinfeksi chagas, akan mengalami gejala sakit kepala, sakit di bagian tubuh, demam, hingga ruam.

Pengumuman berisi sayembara ini langsung menghebohkan masyarakat di daerah itu. Menurut Guangzhou Daily, banyak orang menelepon pusat pengendalian wabah. Telepon di kantor itu berdering tanpa henti selama beberapa hari terakhir.

Bahkan, ada satu penelepon yang mengatakan kemungkinan mengirim orang untuk menangkap serangga itu di Hong Kong.

Melihat kepanikan ini, Pusat Pengendalian Wabah Penyakit menenangkan masyarakat dan mengatakan mereka sedang mengumpulkan sample untuk menguji apakah kissing bugs ini bisa menjadi penyebar virus.

Pusat pengendalian penyakit ini mengatakan penyakit chagas ini diibaratkan sebagai “ jenis baru AIDS” yang bisa berujung kematian. Walaupun AIDS bisa disebarkan melalui hubungan seksual, penyakit chagas disebar melalui serangga. Kedua penyakit ini menyebar melalui darah dan transmisi darah ibu ke janin.

Meskipun ditemukan di Amerika Serikat, serangga ini juga hadir di Asia, Afrika, dan Australia. Pada 2016, orang-orang di Kota Foshan, Guangdong, dikabarkan tergigit oleh kissing bugs.

“ Serangga semacam ini ditemukan oleh beberapa orang di kota,” kata seorang staf di pusat pengendalian kepada Global Times.

Sayangnya, tak dijelaskan berapa banyak orang yang telah digigit serangga ini.

(Sah)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam