Kesalahan Finansial Terbesar: Tidak Menabung dan Bercerai

Reporter : Ramdania
Senin, 18 Mei 2015 07:07
Kesalahan Finansial Terbesar: Tidak Menabung dan Bercerai
Setiap orang pasti membuat berbagai macam kesalahan, tapi ada dua kesalahan yang paling sering terjadi yang berhubungan dengan finansial.

Dream - Menurut survei perusahaan asuransi Partnership, yang dikutip dari Gulf News, Minggu, 17 Mei 2015,kesalahan finansial yang paling banyak ditemukan adalah: tidak menabung dan bercerai.

Hingga 61 persen responden mengatakan tidak memiliki tabungan adalah kesalahan terbesar. Sementara menikah dan kemudian bercerai adalah kesalahan terbesar berikutnya yang dirasakan para responden.

Mereka yang menyesal tidak punya tabungan adalah orang-orang yang masuk masa pra-pensiun. Kelompok dengan usia mulai 40 sampai 50 tahun ini mencapai 46 persen.

Survei tersebut mengungkapkan saat orang sudah semakin dekat dengan masa pensiun, menabung menjadi masalah hingga membuat mereka stres.

" Mereka butuh menyisihkan uang untuk pensiun daripada menabung untuk hal umum," kata laporan Partnership.

" Riset ini mengungkapkan bahwa orang tidak hanya harus bekerja keras untuk menabung ketika masih mampu bekerja, tapi juga harus bisa menggunakannya dengan bijak saat masa pensiun datang," kata Andrew Megson, CEO Partnership.

Megson menambahkan, menikah dan kemudian bercerai juga dianggap kegagalan finansial terbesar oleh responden.

" Tampaknya dua kesalahan finansial paling umum tersebut berkaitan dengan sikap tidak mau mengambil tindakan sama sekali, bukan karena membuat kesalahan. Mereka telah berjudi dengan taruhan yang besar," kata Megson.

Penyesalan finansial tersebut juga dirasakan warga Uni Emirat Arab. Menurut survei National Bonds, hanya 36 persen warga UEA yang bisa menabung untuk masa pensiun.

" Mereka memahami harus menyisihkan uang untuk masa depan, tapi hanya sedikit yang mau melakukannya dengan sungguh-sungguh," kata Mohammed Qasim Al Ali, CEO National Bonds.

" Keinginan kuat untuk membuat keputusan masih di bawah harapan. Pensiun sangat dipikirkan oleh para pekerja asing namun merencanakan kehidupan yang lebih baik setelah pensiun masih kurang."

Indeks Tabungan National Bonds menunjukkan bahwa mayoritas pekerja asing Arab (88 persen) merasa bahwa tabungan mereka saat ini tidak akan cukup menopang mereka di masa depan. Begitu juga dengan pekerja asing Asia (71 persen) dan Barat (78 pers) merasakan hal yang sama.

" Jadi masalahnya bukan karena para pekerja asing tidak menyadari mereka harus menabung. Namun karena mereka terlalu sibuk mengatur dan memenuhi kebutuhan hidup jangka pendek."

Beri Komentar