Ketika Bisnis Menjangkau Orang `Berkebutuhan Khusus`

Reporter : Ramdania
Sabtu, 3 Oktober 2015 15:03
Ketika Bisnis Menjangkau Orang `Berkebutuhan Khusus`
Mereka memiliki hak yang sama dengan yang lain.

Dream - Dua puluh lima tahun setelah berlalunya Americans with Disabilities Act (ADA) yang mengatur hak-hak orang-orang Amerika dengan kebutuhan khusus, Patrick Hughes Jr, pendiri dan CEO dari Inclusion Solutions, masih mendengar kesenjangan. Terutama di antara mereka yang khususnya dalam mendapatkan akses atau menjalankan bisnis.

Dalam pertemuan terakhir, Hughes mengetahui bahwa Joe Martin, yang anggota dewan kota dengan quadriplegia, tidak bisa menembus 95 persen pintu bisnis di kotanya di Appleton, Wisconsin. Padahal sebagian besar mengaku telah mengadopsi ADA.

" Perusahaan-perusahaan ini berpikir mereka ramah orang berkebutuhan khusus karena merasa telah memenuhi persyaratan minimum," jelas Hughes, seperti dikutip dari Entrepreneur, Sabtu 3 Oktober 2015. " Namun standar minimum bertentangan dengan semangat karena di sini semangat telah hilang."

Membantu pemilik usaha mematuhi persyaratan dan menyebarkan semangat ADA adalah misi Inclusion Solutions. Perusahaan berbasis di Evanston, Illinois ini menciptakan berbagai produk hemat biaya yang membuat ruang komersial, drive-thru, pompa bensin dan tempat-tempat umum lainnya lebih mudah diakses oleh orang-orang berkebutuhan khusus.

Produk mereka BigBell memudahkan restoran atau toko saat melayani pelanggan yang kesulitan dengan mobilitas. Para pelanggan khusus tersebut bisa membunyikan bel pintu nirkabel sehingga pemilik bisnis dapat membukakan pintu dan menyediakan kursi roda jika diperlukan.

Ketika tahu orang-orang dengan gangguan pendengaran tidak dapat memanfaatkan drive-thru dengan sistem speaker, Hughes menciptakan OrderAssist. Alat ini memudahkan pelanggan dengan gangguan pendengaran untuk memesan makanan melalui drive-thru.

Diadopsi di lebih 60 restoran Culver. OrderAssist ternyata laku keras, Hughes mengatakan. " Ketika berbicara masalah drive-thru metrik, semuanya tentang kecepatan dan ketepatan." Tapi dengan jutaan pelanggan yang sebagian memiliki gangguan pendengaran, bisnis perlu beradaptasi.

Produk lain Inclusion Solutions adalah FuelCall yang bisa mengatasi kesulitan orang-orang berkebutuhan khusus untuk mengisi bahan bakar sendiri di SPBU. Selama ini warga dengan kebutuhan khusus diminta untuk membunyikan klakson saat akan minta layanan. Namun cara ini dianggap tidak cocok untuk berbagai alasan.

Beberapa pelanggan berkebutuhan khusus tidak ingin menarik perhatian dan mereka juga tidak yakin ada yang mau membantu mereka. Dengan FuelCall, pelanggan berkebutuhan khusus bisa menekan tombol untuk meminta bantuan secara diam-diam.

FuelCall mendapat dukungan luar biasa dari senator Illinois Tammy Duckworth yang menjadi veteran militer yang kehilangan kedua kakinya dalam pertempuran. Dengan dukungannya, dan dengan dana dari Departemen Pertahanan, sistem FuelCall kini dipasang di 275 pangkalan militer dan SPBU untuk memastikan akses ke personil militer berkebutuhan khusus.

Meski Hughes mengakui sulit untuk menilai ROI, dampak pada mereka yang menggunakan produk-produknya jelas. Dia mengutip salah satu pengguna awal OrderAssist: " Aku melihat wanita ini menggunakan drive-thru untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia menangis." (Ism) 

Beri Komentar