Tips Menjawab Pertanyaan Secara Profesional Saat Silaturahmi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 17 Juni 2018 15:02
Tips Menjawab Pertanyaan Secara Profesional Saat Silaturahmi
Selain pernikahan, kamu juga bakal ditanya tentang pekerjaan.

Dream – Tak terasa Ramadan sudah berakhir dan Idul Fitri telah lewat. Tradisi mudik, silaturahmi dengan sanak famili pun digelar. 

Ketika mudik dan silaturahmi, tak jarang kamu akan membangun percakapan dengan saudara atau kerabat. Pada momen inilah biasanya, muncul pertanyaan-pertanyaan personal.

Sebenarnya, pertanyaan ini punya motivasi baik untuk kamu, tapi kadang membuat baper (terbawa perasaan) dan jengkel juga.

Misalnya, ditanya tentang rencana menikah, kondisi karier, dan rencana kehidupan jangka panjang. Kalau bicara urusan karier, kamu bisa menjawab pertanyaan secara profesional.

Dikutip dari keterangan tertulis dari LinkedIn, Minggu 17 Juni 2018, ketika ditanya tentang kesibukan kamu sekarang. Kamu bisa memberikan deskripsi singkat tentang pekerjaan kamu saat ini.

Jika bekerja sebagai pengembang aplikasi di studio game, kamu bisa menjawab dengan “ Saya membangun dan merancang games, sehingga orang-orang seperti saya dan kamu bisa bermain games di smartphone.”

Jika mendapatkan pertanyaan tentang manfaat dan fasilitas yang ditawarkan perusahaan tempat kamu bekerja sekarang, kamu bisa bisa menjelaskan kepada saudara dan kerabat tentang kesempatan peningkatan karier di perusahaan.

Bisa saja kamu menjelaskan budaya kerja bermanfaat untuk perkembangan pribadi kamu. Pertanyaan ini acapkali muncul ketika kamu bekerja di brand atau jenis layanan yang terkenal. Ada asumsi kamu akan mendapatkan tunjangan dan gaji yang tinggi.

Kalau ditanya tentang kemungkinan pindah kerja ke perusahaan yang lebih menguntungkan? Kamu bisa bercerita tentang alasan memilih pekerjaan ini dan membantu mereka untuk memahaminya.

Jika berprofesi sebagai koki, jelaskanlah bahwa kamu berperan dan bertanggung jawab untuk membuat makanan yang lezat dan sehat.

Cerita-cerita kamu bisa menginspirasi kerabat dan saudara dan pada saat yang sama, kamu juga berbagi pendapat bahwa kesuksesan itu datang dalam berbagai bentuk, tidak harus dari gaji.

Yang terakhir, ada juga pertanyaan tentang kemungkinan promosi dan Tunjangan Hari Raya (THR). Nah, biasanya yang sering `kena` adalah orang yang baru masuk kerja.

Kalau kamu mendapatkan pertanyaan ini, tak jarang saudara dan kerabat cenderung memiliki ekspektasi tinggi kepadamu. Jangan takut menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Inilah kesempatan yang sempurna untuk berbagi kisah pribadi sejak terakhir kali kamu bertemu dengan mereka. Misalnya cerita tentang usaha baru yang dirintis atau kesempatan untuk mengembangkan tim. Cerita-cerita ini bisa membelokkan pembicaraan dari promosi dan kenaikan gaji.

Selamat mencoba, Sahabat Dream!

(ism) 

 

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair