Dream - Sistem keuangan Islami terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Temuan terbaru bahkan menemukan potensi besar bisnis keuangan syariah di negara-negara sekuler.
Mengutip laporan the Franco-American Alliance for Islamic Finance (FFAIF), Sabtu, 17 Mei 2014, bisnis keuangan Islami, perbankan syariah, dan takaful memiliki potensi besar di negara-negara belahan Amerika bagian utara.
Bahkan bisnis syariah terus berkembang di Amerika Serikat dan Kanada meski meski muncul berbagai tantangan dan kendala. Hambatan ini memang lazim terjadi di negara sekuler yang memisahkan peran agama dan pemerintah,
Di Amerika Serikat, bisnis keuangan syariah harus berhadapan dengan klausul dalam amandemen pertama konstitusinya. Bahkan, setelah AIG memperkenalkan asuransi syariah pada tahun 2008, pemerintah federal AS ditantang dengan alasan melanggar klausul tersebut. Namun, pengadilan menemukan bahwa pengenalan syariah ini memiliki tujuan sekuler.
CEO Bank Devon, David Loundy menyatakan bahwa perusahaan asuransi yang 100% syariah tidak mungkin diaplikasikan di Negeri Paman Sam karena banyak negara yang telah berinvestasi di premi non syariah.
Seiring waktu, AS telah melihat penerbitan dua obligasi berbasis syariah (sukuk) berupaEast Cameron Gas Sukuk, pertama sukuk musharakah di Amerika untuk mendukung aset minyak dan gas yang jatuh tempo pada tahun 2006 dan sukuk listrik umum, yang merupakan sukuk ijarah yang jatuh tempo pada tempo November 2014.
Meskipun sukuk gas Cameron mengalami kesulitan teknis, tetapi Sukuk General Electric memiliki kinerja baik dan ada potensi besar sebagai instrumen investasi di Amerika.
Sementara itu, negara tetangga AS, Kanada, Kanada belum memiliki bank Islam maupun dan penerbitan sukuk. Kondisi ini berbeda dengan AS yang telah mencatat adanya tiga bank Islam, yaitu University Bank, Devon Bank di Chicago, dan Lariba di California.
Kanada memang telah menyaksikan sejumlah kegagalan bank syariah seperti skandal Canadian Imperial Bank of Commerce ( CIBC ) dan UM Financial. Sejauh ini, kabar positif dari Kanada baru berupa adanya perizinan izin hipotek dengan prinsip syariah.
Selain karena hukum dan undang yang belum mendukung keuangan syariah, masyarakat Amerika Utara memang masih takut dengan kata syariah dan Islam. Namun, David memastikan, sebagai warga negara AS dirinya meyakini prinsip Islam yang berarti damai dan tidak ada yang perlu ditakuti. Bahkan, keuangan Islam dapat sangat bermanfaat bagi masyarakat.
" Secara keseluruhan, ada potensi besar untuk keuangan Islam di Amerika Serikat dan Kanada meskipun ada rintangan konstitusional, hukum, dan peraturan," ujarnya.
FFAIF mengusulkan agar produk keuangan syariah yang akan masuk pasar AS dan Kanada dibuat dengan pendekatan yang lebih halus. Produk Islami harus muncul dengan kesan ringan dengan platform yang lebih netral.