Syarat Naik Kereta Pakai Hasil GeNose C19 Baru Bisa Dipakai 5 Februari 2021

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 27 Januari 2021 12:12
Syarat Naik Kereta Pakai Hasil GeNose C19 Baru Bisa Dipakai 5 Februari 2021
Surat keterangan ini merupakan syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan.

Dream – Penumpang kereta akan memiliki tambahan alternatif dokumen persyaratan hasil pemeriksaan tes Covid-19 yang wajib ditunjukkan saat hendak melakukan perjalanan. PT KAI (Persero) mulai 26 Januari-8 Februari 2021 bisa memperlihatkan hasil pemeriksaan GeNose Test.

Penumpang juga masih bisa memperlihatkan rapid test antigen atau rapid test polymerase chain reaction (RT-PCR) yang sebelumnya sudah diatur oleh KAI. Ketentuan ini merupakan syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan.

Dikutip dari keterangan tertulis KAI, Rabu 27 Januari 2021, aturan tersebut sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi Covid-19.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, menjelaskan, terkait layanan pemeriksaan GeNose Test di stasiun rencananya akan tersedia secara bertahap mulai 5 Februari 2021. Saat ini masih dalam tahap persiapan bersama pihak Universitas Gadjah Mada dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

“ Pada tahap awal, layanan tersebut rencananya akan disediakan di Stasiun Gambir dan Yogyakarta terlebih dahulu,” ujar Joni di Jakarta.

Ketentuan lain yang diatur adalah surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan. Persyaratan tersebut tidak diwajibkan bagi pelanggan yang berusia di bawah 12 tahun.

1 dari 2 halaman

Sediakan Layanan Rapid Test Antigen di 46 Stasiun

Untuk saat ini, KAI telah menyediakan layanan Rapid Test Antigen di 46 stasiun seharga Rp105 ribu. Pelanggan yang ingin melakukan rapid test antigen di stasiun diharuskan menyiapkan tiket KAJJ atau kode booking yang sudah dibayar lunas dan kartu identitas asli.

Adapun 46 stasiun tersebut adalah Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Kroya, Yogyakarta.

Stasiun lainnya terdapat di Lempuyangan, Solo Balapan, Purwosari, Klaten, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Mojokerto, Tulungagung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, Martapura, dan Baturaja.

2 dari 2 halaman

Harus Dalam Keadaan Sehat

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Joni menambahkan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“ KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar