Tarif Rapid Test Antigen di Bandara Turun Jadi Rp85 Ribu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 September 2021 13:12
Tarif Rapid Test Antigen di Bandara Turun Jadi Rp85 Ribu
Penurunan tarif ini diharapkan mendukung calon penumpang untuk memenuhi protokol kesehatan.

Dream – Tarif layanan rapid test antigen Covid-19 di bandara yang dikelola Angkasa Pura II turun dari Rp99 ribu menjadi Rp85 ribu. Tarif baru ini berlaku mulai 2 September 2021.

Dikutip dari keterangan tertulis PT Angkasa Pura II (Persero), penurunan tarif tes ini berlaku di bandara-bandara kelolaan Angkasa Pura II, yaitu Bandara Soekarno Hatta (Tangerang, Banten) dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung, Jawa Barat).

Kemudian, penurunan tarif di bandara lainnya berlaku mulai 4 September 2021 yakni di Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Kertajati (Majalengka), Banyuwangi (Banyuwangi), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), dan Jenderal Besar Soedirman (Purbalingga).

Sementara itu, tanggal berlakunya penurunan tarif di Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Minangkabau (Padang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta) akan diumumkan dalam waktu dekat.

1 dari 7 halaman

Sesuai Regulasi

VP of Corporate Communication AP II, Yado Yarismano, mengatakan, tarif rapid test antigen di Airport Health Center sesuai dengan regulasi yang diumumkan Kementerian Kesehatan pada 1 September 2021. Dikatakan bahwa tarif tertinggi untuk rapid test antigen pada 1 September 2021 adalah Rp99 ribu di Jawa-Bali dan Rp109 ribu di luar Jawa-Bali.

“ AP II selaku pengelola bandara dan Farmalab selaku pengelola Airport Health Center berkoordinasi untuk menetapkan penurunan tarif rapid test antigen menjadi Rp85 ribu,” kata dia.

Yado mengharapkan penurunan tarif rapid test antigen ini diharapkan dapat mendukung calon penumpang pesawat untuk memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Airport Health Center di bandara-bandara AP II juga sudah menurunkan tarif PCR menjadi Rp496 ribu (hasil tes 24 jam). Ketentuan ini sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/2845/2021.

Airport Health Center yang menyediakan layanan tes PCR dan rapid test antigen di bandara AP II dioperasikan sebagai bagian dari upaya mendukung penerapan protokol kesehatan dan menjaga kontribusi sektor penerbangan nasional terhadap penanganan pandemi.

2 dari 7 halaman

Preorder Service

Sebagai bagian dari digitalisasi layanan, tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta dapat dijangkau calon penumpang pesawat dengan pemesanan terlebih dahulu (pre-order service) melalui aplikasi travelin. Pemesanan ini bertujuan untuk memilih jadwal dan lokasi tes apakah di Airport Health Center Terminal 2, Terminal 3, atau Parkir Inap 2. Aplikasi travelin sendiri dapat diunduh di iOS dan Android

Calon penumpang pesawat juga bisa langsung menuju lokasi Airport Health Center untuk melakukan tes (walk in service).

Meski layanan tes Covid-19 tersedia di bandara AP II, Yado Yarismano menuturkan AP II tetap mengimbau agar calon penumpang pesawat dapat melakukan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan atau laboratorium di luar bandara sehingga ketika tiba di bandara calon penumpang pesawat dapat langsung memproses keberangkatan.

Seperti diketahui di tengah pandemi ini calon penumpang pesawat harus memenuhi sejumlah persyaratan antara lain menunjukkan kartu vaksinasi dan surat keterangan tes Covid-19 yang juga terdapat secara digital di aplikasi PeduliLindungi.

3 dari 7 halaman

Warganet Geram Lihat Keramaian di Bandara, AP II Terapkan Kebijakan Baru

Dream – Media sosial dihebohkan dengan foto keramaian di Bandara Soekaro-Hatta saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebanyakan warganet merasa kesal karena upaya mereka tinggal di rumah seakan sia-sia dengan adanya kerumunan calon penumpang pesawat tersebut.

Pejuang medis garda depan ini juga turut geram dan kesal dengan munculnya foto tersebut. Bahkan mereka putus asa dengan perjuangan yang sudah dilakukan meski presiden baru saja menghimbau publik agar tak menyerah.

" Terserah ! Suka-suka loe aja !” demikain tulisan seorang tim medis yang berpakaian hazmat lengkap seperti diposting akun Instagram @m.bachrunnajach.

 

© Dream

 

Warganet yang lainnya juga ikut gemas dengan keramaian yang terjadi di bandara. Mereka menilai orang-orang itu cenderung menganggap remeh virus Covid-19. Ada juga yang merasa sia-sia berdiam diri di rumah selama berbulan-bulan, sementara di luar sana masih ada kerumunan.

“ Orang-orang menganggap remeh virus mematikan ini,” tulis @antieksahilatua.

“ Pada ngeyel..... So sakti,” tulis @dody_sebrot.

“ Gue udah mau 3 bulan di rumah aja nih. Kenapa yang lain masih bergerombol yakk,” tulis @rita.yudhistiro.

Warganet kesal ada kerumunan di bandara.© Akun Instagram @m.bahrunnajach

4 dari 7 halaman

Angkasa Pura II Tetapkan Kebijakan Baru

Melihat kondisi ini, PT Angkasa Pura II (Persero) bersama stakeholder di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menetapkan kebijakan baru guna memastikan kelancaran serta terciptanya physical distancing bagi calon penumpang saat memproses keberangkatan rute domestik di tengah PSBB. Kebijakan baru sudah diterapkan mulai hari ini, Jumat 15 Mei 2020, di Terminal 2 dan Terminal 3.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan kebijakan baru itu adalah penataan kembali sistem antrean penumpang, pembatasan frekuensi penerbangan, dan dipastikannya jumlah penumpang di setiap penerbangan hanya 50 persen dari kapasitas kursi pesawat.

“ Kami telah melakukan evaluasi dan kemudian mengimplementasikan kebijakan baru. Pada pagi hari ini, 15 Mei 2020, proses keberangkatan penumpang di rute domestik berjalan lancar di Soekarno-Hatta, baik itu di Terminal 2 dan 3,” kata Awaluddin di Tangerang, Banten.

5 dari 7 halaman

Sistem Antrean Penumpang

Bagaimana dengan antrean penumpang? Perusahaan pelat merah ini membagi empat posko sistem antrean di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Posko pertama adalah verifikasi dokumen calon penumpang yang dilakukan di curb side. Posko kedua di dalam gedung terminal menjadi tempat calon penumpang mengisi dokumen kartu kewaspadaan kesehatan, formulir epidemiologi, dan pengukuran suhu tubuh.

Setelah itu, calon penumpang memasuki pos pemeriksaan pertama (SCP I) untuk kemudian dilakukan verifikasi surat kesehatan dan dilakukan tes kesehatan oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan. Dilanjutkan calon penumpang menuju konter check in untuk verifikasi seluruh dokumen dan memproses check in.

Seperti diketahui, sesuai Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 dinyatakan bahwa setiap calon penumpang pesawat harus memenuhi syarat kelengkapan berkas dokumen sebelum diperbolehkan terbang. Syarat dokumen yang harus dimiliki antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat kesehatan bebas COVID-19, dan lainnya.

Awaluddin meminta calon penumpang dapat memahami proses verifikasi dokumen yang memang membuat proses keberangkatan tidak secepat di dalam kondisi normal. Calon penumpang agar mengikuti tanda yang ada guna mewujudkan physical distancing.

“ Melalui sistem antrean yang baru ini, flow penumpang pagi ini sangat lancar ketika memproses keberangkatan domestik di Terminal 2. Secara umum, prosedur keberangkatan domestik juga sama dilakukan di Terminal 3 hanya saja dilakukan penyesuaian sesuai dengan bentuk terminal. Kami berharap situasi ini tetap terjaga,” kata dia.

6 dari 7 halaman

Pembatasan Frekuensi Penerbangan

Selain pengaturan ulang sistem antrean, stakeholder di Soekarno-Hatta juga menyepakati pembatasan frekuensi penerbangan.

Telah disepakati slot penerbangan menjadi hanya 5 – 7 penerbangan per jam di Terminal 2 agar tidak terlalu menumpuk di jam-jam tertentu.

Adapun di tengah pandemi ini penerbangan di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan.

7 dari 7 halaman

Pembatasan Jumlah Penumpang

BUMN ini menyebut stakeholder ini menyetujui maskapai hanya mengangkut penumpang tak lebih dari 50 persen dari total kapasitas kursi pesawat pada setiap penerbangan. Ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Dibatasinya jumlah penumpang mendukung physical distancing saat penerbangan dan juga mendukung kelancaran proses keberangkatan.

Di tengah pandemi ini, pintu keberangkatan Soekarno-Hatta ada di Terminal 2–Gate 4 dan Terminal 3–Gate 3.

“ Pembatasan slot penerbangan per jam dan maksimal 50% jumlah penumpang yang diangkut pada setiap penerbangan cukup vital juga dalam menjaga kelancaran dan physical distancing saat proses keberangkatan,” kata Awaluddin.

Pada hari ini, 15 Mei 2020, rencana keberangkatan rute domestik di Terminal 2 Soekarno-Hatta adalah Lion Air (1 penerbangan), Batik Air (15 penerbangan), Citilink (9 penerbangan). Sementara untuk kedatangan rute domestik di Terminal 2: Lion Air (2 penerbangan), Batik Air (15 penerbangan), Citilink (10 penerbangan).

Di Terminal 3, rencana keberangkatan rute domestik oleh Garuda Indonesia (29 penerbangan), dan kedatangan rute domestik Garuda Indonesia (29 penerbangan).

Bandara PT Angkasa Pura II termasuk Soekarno-Hatta dalam beroperasi di tengah pandemi global COVID-19 ini selalu mengacu antara lain pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 18/2020, Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020, Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 4/2020, Surat Edaran Menkes HK.02.01/MENKES/313/2020, SE Dirjen Perhubungan Udara Nomor 32/2020.

Beri Komentar