Kisah TKI di Saudi Tak Digaji dan Dilarang Mudik Selama 20 Tahun

Reporter : Alfi Salima Puteri
Selasa, 15 Februari 2022 17:12
Kisah TKI di Saudi Tak Digaji dan Dilarang Mudik Selama 20 Tahun
Setelah puluhan tahun akhirnya perempuan TKI itu mendapatkan haknya berupa gaji senilai lebih dari Rp380 juta.

Dream - EJE, pekerja migran Indonesia di Arab Saudi yang 20 tahun tak pulang kampung dan bekerja tanpa gaji akhirnya bisa bernapas lega. Tim Pelayanan Terpadu (Yandu) Konsultat jenderal RI Jeddah berhasil memaksa majikan EJE untuk membayar kewajibannya.

Bekerja di sebuah keluarga warga Saudi, EJE yang ditemukan di Kota Khamis Musheit akhirnya menerima gaji senilai 100 ribu riyal atau sekitar Rp380 juta. Sang majikan berjanji akan membayar kekurangan sekitar 30 ribu riyal (Rp114 juta) yang akan dibayar setelah mengambil paspor yang telah diperbarui.

Awal kisah memprihatinkan ini bermula ketika Yandu KJRI Jeddah bertemu EJE yang sednag mengurus pergantian paspor. Kepada petugas perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat itu mengaku belum pernah pulang ke kampung halamannya selama bekerja sebagai asisten rumah tangga di kota Abha.

" Tidak hanya itu, perempuan kelahiran 1978 itu juga tidak pernah meminta gajinya kepada majikan dan lama hilang kontak dengan keluarganya," tulis Fauzy Chusny, Media Tim dari KJRI di Jeddah dalam keterangan tertulisnya.

 

1 dari 2 halaman

Majikan Cicil Bayar Gaji

Konjen RI Jeddah, Eko Hartono© KJRI Jeddah

Mendengar laporan tersebut, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, yang memimpin Yandu memerintahkan Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) untuk segera menyelesaikan hak EJE dan mengupayakan agar PMI tersebut bisa berkomunikasi dengan keluarga di kampung.

Sementara majikan EJE diminta menghadap Tim Yandu dan dikonfirmasi tentang pengakuan ART-nya itu. Beruntung, majikan koorperatif dan membenarkan pengakuan yang disampaikan ART-nya.

Kepada petugas, majikan EJE berjanji akan membayar hak ART yang telah mengabdi kepada keluarganya selama 20 tahun itu. Salah satunya dengan mentransfer gaji EJE tahap pertama senilai 100 ribu riyal dari total haknya sebesar 130 ribu riyal.

Saat ini tim berkoordinasi dengan Atase Kepolisian KBRI Riyadh untuk membantu melacak keberadaan keluarga EJE di tanah air agar dia bisa berkomunikasi kembali dengan keluarganya.

 

2 dari 2 halaman

Dua PMI Lain Alami Nasib Serupa

Selain EJE, Yandu KJRI di Jeddah juga telah menagih kewajiban upah PMI lain berinisial YHR sebesar 50 ribu riyal atau sekitar Rp187 juta dari majikannya. YHR mengaku telah bekerja sebagai ART selama 13 tahun dan uang dari hasil keringatnya dititipkan kepada majikan.

Sisa gaji lainnya yang berhasil ditagih oleh Tim KJRI Jeddah adalah hak PMI berinisial SIS sebesar 5 ribu riyal atau sekitar Rp18,7 juta. SIS mengaku telah bekerja sebagai ART selama 10 tahun.

Dengan pengungkapan tiga kasus PMI tersebut di kota berjarak 650 kilometer dari Jeddah itu, total gaji warga Indonesia yang tak dibayarkan majikan di Saudi mencapai Rp579,7 Juta.

“ Kasus upah tidak dibayar hingga bertahun-tahun bukan semata kesalahan majikan. Bisa juga PMI kita tidak minta gajinya tiap bulan. Bahkan ada juga menitipkan gajinya kepada majikan. Ini yang menjadi masalah di kemudian hari,” ucap Konjen Eko Hartono.

Staf Teknis/Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Kholid Ibrahim, menambahkan selain permasalahan pembayaran gaji yang ditunda-tunda bahkan tidak dibayar, tidak sedikit pula PMI yang memang memilih tidak pulang ke tanah air hingga bertahun-tahun.

“ Ada pula yang memang PMI-nya tidak mau pulang, karena berbagai masalah dia di kampung, terutama masalah keluarga,” ungkap Kholid Ibrahim.(Sah)

Beri Komentar