Saudi Galakkan `Feminisasi` Industri

Reporter : Ramdania
Minggu, 8 Juni 2014 16:06
Saudi Galakkan `Feminisasi` Industri
Di Arab, kontribusi baik pekerja maupun investor perempuan masih sangat rendah. Untuk itu, pemerintah tengah menggalakkan feminisasi di sektor industri.

Dream - Saat ini, baru 2 persen kontribusi perempuan yang bekerja di sektor industri di Arab Saudi. Padahal, pemerintah menilai kontribusi ini dapat ditingkatkan.

Seperti dikutip dari Arab News, Minggu 8 Juni 2014, perempuan bisa memberikan kontribusi yang besar di beberapa sektor industri. Di mana saja? Seperti desain dan garmen, manufaktur, perhiasan, perakitan perangkat elektronik, pembuatan coklat, makanan, parfum, dan kosmetik.

Asisten Wakil Pengembangan di Departemen Tenaga Kerja Fahd bin Suleiman Al Tejekhifi mengatakan, pemerintah tengah menggalakkan feminisasi di industri. Tujuannya, guna meningkatkan partisipasi perempuan di sektor swasta dengan memberikan insentif dan substitusi secara bertahap dalam jangka pendek.

Sementara untuk jangka panjang, peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor swasta ini akan melibatkan pengembangan dan pelaksanaan studi, serta pelaksanaan link elektronik untuk mengurangi masalah tersebut.

Al Tejekhifi menjelaskan ada larangan mempekerjakan perempuan pada beberapa sektor industri, tetapi perempuan tetap berhak mengelola bisnis tersebut. Perempuan juga dilarang bekerja di pabrik sebelum pukul 6 pagi dan setelah pukul 5 sore.

Perempuan diizinkan bekerja di pabrik tanpa mendapatkan diskriminasi upah dan kontrak dengan buruh laki-laki. Dalam lini produksi, perempuan yang bekerja tidak kurang 10 orang dalam setiap shift. Perusahaan juga harus menyediakan pakaian yang aman dan layak bagi pekerja perempuan.

Al Tejekhifi menyimpulkan perlunya perekrutan, pelatihan, dan rehabilitasi pekerja perempuan. Hal ini membutuhkan kerjasama antar pemerintah dan sektor swasta. Dengan demikian akan memperbanyak masuknya pekerja perempuan di sektor industri.

Presiden Yayasan Parfum dan anggota Kadin Mekkah Areej Abdul Latif Jastaniah menyambut baik keterlibatan perempuan di industri. Dia mengatakan perempuan telah terbukti memiliki peran positif dalam sektor industri karena dengan masuknya perempuan justru mampu meningkatkan produksi.

Dia mendorong perempuan masuk ke sektor industri baik sebagai investor maupun pekerja. Dia mengharapkan agar hak-hak perempuan bisa dilindungi.

Direktur Departemen Nasihat Keuangan Bank Pembangunan Islam (IDB) Abdel Moneim Al Aadas menegaskan masuknya wanita di sektor industri membutuhkan dukungan keuangan.Proporsi investor perempuan di sektor industri tidak melebihi 1 persen dan partisipasi umumnya tidak lebih dari 5 persen. (Ism)

Beri Komentar