Adu Bidang Ekonomi Jokowi vs Prabowo, Siapa Unggul?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Agustus 2018 17:39
Adu Bidang Ekonomi Jokowi vs Prabowo, Siapa Unggul?
Keduanya sudah mendeklarasikan diri untuk maju Pilpres 2019.

Dream – Dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden telah mendeklarasikan diri dan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum. Keduanya siap “ bertarung” tahun depan.

Pasangan Joko Widodo—Ma’ruf Amin siap bertarung dengan Prabowo Subianto—Sandiaga Uno.

Dari dua pasangan ini, mana yang lebih kuat pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia?

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 10 Agustus 2018, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia, Ronny P. Sasmita, menilai dua pasangan ini punya kekuatan masing-masing yang bisa digunakan untuk senjata dalam kampanye.

Untuk Jokowi—Ma’ruf Amin, Ronny menilai pasangan ini lebih mengindikasikan keinginan untuk menciptakan kestabilan politik.

“ Bagi Jokowi, perekonomian hari ini sudah on the track dan memerlukan kedamaian politik untuk menjaganya, sehingga kehadiran Ma’ruf dianggap sebagai jawaban,” kata dia di Jakarta.

Bagaimana dengan pasangan Prabowo-Sandiaga? Ronny menilai ada indikasi pasangan ini akan melakukan reformasi kebijakan ekonomi. Keduanya menganggap selama ini ekonomi Indonesia berada di jalan yang salah.

“ Memilih wakil yang paham tentang ekonomi adalah pilihan yang sesuai dengan platform politik Prabowo,” kata dia.

Dari gebrakan ekonomi, kubu Jokowi mungkin akan berkurang. Yang ada, hanya kelegaan atas prospek stabilitas politik dan bisa menenangkan pasar. Masalahnya, sampai saat ini, pasar belum bisa diprediksi apakah puas dengan kestabilan politik cukup untuk menjaga investasi atau memerlukan terobosan baru.

Di sisi lain, kubu sebelah bisa lebih kuat. Kehadiran Sandiaga Uno bisa memberikan aura baru bagi Prabowo, terutama soal prospek ekonomi.

“ Ada Sandi yang punya sejarah di pasar modal, punya nama di lingkungan dunia usaha, dan sudah mulai membuktikan sepak terjang politiknya di Pilkada Jakarta tempo hari,” kata dia.

Kesimpulannya, kata Ronny, dua pasangan ini punya kekuatan tersendiri. Tinggal bagaimana keduanya menawarkannya kepada rakyat Indonesia.

“ Secara isu ekonomi, saya pikir bisa imbang,” kata dia. 

 

(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

Beri Komentar
Tak Ada Lagi Foto Mendiang Suzzanna di Rumah, Ini Alasan Clift Sangra