Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pameran Batik Betawi Elemwe Di Ancol, Jakarta Utara (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Melemahnya rupiah terhadap mata uang dollar Amerika tentu membuat sangat mempengaruhi kondisi bisnis pengusaha dan pedagang. Demi menyiasati kondisi ekonomi saat ini, banyak para pengusaha menurunkan biaya produksi guna mempertahankan usahanya.
Pemilik sekaligus desainer batik Betawi dengan label ELEMWE, Lily Mariasari mengatakan kondisi ini bisa dilewati jika para memiliki visi misi yang jelas. " Setiap usaha awalnya kita harus punya visi misi yang jelas dan kita harus tekun," ujar Lily saat ditemui di acara UKM OK OCE di Ancol, Jakarta, Selasa 11 September 2018.
Ia menuturkan, pelaku usaha juga harus memiliki jaringan yang bagus, baik itu dengan sesama pengusaha atau dengan instansi." Kita harus membuka diri memiliki networking yang baik, dengan sama-sama UKM dan saling bersinergi dan membawa usaha kita bisa dikenal dan memiliki kreativitas yang tinggi," ucap Lily.

Pengembangan produk juga harus selalu dilakukan. Keunikan dan kekhasan produk merupakan hal yang sangat penting dan menjadi pembeda utama dari para pesaing.
" Sehingga, masyarakat tidak bingung ketika mencari produk kita," kata Lily.
Memiliki jaringan yang bagus juga memberikan dampak yang baik ketika daya beli masyarakat menurun. Hal itu dibuktikan dengan ELEMWE sudah ikut memamerkan produknya di pasar internasional.
Koleksi batik Betawi milik ELMEMWE ini dipamerkan di Moskow, Rusia selama dua minggu pada awal Agustus 2018 lalu.
" Kita sudah hampir ke lima benua, tinggal Afirka saja. Mudah-mudahan ada kesempatan ke sana," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya