Lewatkan Istirahat Makan Siang Bikin Jam Kerja Nambah 12 Hari

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 Juni 2019 10:35
Lewatkan Istirahat Makan Siang Bikin Jam Kerja Nambah 12 Hari
Ini faktanya.

Dream – Saat jam makan siang beberapa karyawan ada yang memilih untuk tetap mengerkajakan tugas kantor. Karyawan ini merasa waktunya menyelesaikan pekerjaan bisa lebih cepat jika melewatkan waktu makan siang.

Ada pula pegawai yang terpaksa meninggalkan waktu makan siang karena pekerjaan menumpuk. Dia merasa tak punya waktu lenggang hanya untuk santap siap.

Tahukah Sahabat Dream jika kebiasaan tersebut sebenarnya salah. Tak beristirahat ketika jam makan siang justru membuatmu rugi besar.

Dikutip dari Mirror, Kamis 13 Juni 2019, sebuah studi di Inggris menunjukkan rata-rata pegawai memerlukan waktu istirahat makan siang selama 34 menit. Jika jatah istirahat makan siang diberikan selama 1 jam, ada sisa waktu 26 menit.

Kalau melewatkan istirahat makan siang, itu sama saja kamu bekerja “ gratis” selama 6.032 menit per tahun.

Jika kamu bekerja selama 8 jam per hari, artinya akan ada tambahan 12 hari kerja sepanjang waktu. Terlihat banyak, bukan?

Lalu, apakah kamu bisa mengambil cuti selama 12 hari untuk liburan sebagai gantinya? Tidak bisa. Jadi, pastikan kamu tetap mengambil istirahat ketika jam makan siang tiba.

1 dari 3 halaman

Tunda Makan Siang Biar Produktif? Ups, Kamu Salah Banget!

Dream – Ingatlah selalu jika pekerjaan memang tak ada habisnya. Selesai dengan satu pekerjaan, akan datang tugas baru yang lain.

Meski ingin segera menyelesaikan pekerjaan, kamu jangan lupa mengistirahatkan tubuh. Momen jam makan siang sebaiknya dimanfaatkan Sahabat Dream untuk mengisi asupan. Jangan pernah menunda makan siang.

Niat hati ingin segera merampungkan tugas, menunda makan siang justru akan berakibat buruk pada tubuh dan karier kamu. Bukannya membaik, produktivitas kerjamu malah akan akan menurun.

Dilansir dari Karir.com, Senin 27 Agustus 2018, kamu yang sering telat makan akan merasa mudah capek dan lapar sekali. Ini akan menyebabkan kamu melampiaskan rasa lapar di waktu makan berikutnya.

Hal ini akan mengakibatkan jumlah makanan yang dimakan lebih banyak. Tubuh juga lebih lama mencerna dan lebih lamban dalam menghasilkan energi. Akibatnya, tubuh menjadi tidak bersemangat, mudah lelah dan lesu, serta kamu bisa jadi murung.

Kalau makan siang, aktivitas ini tak hanya menambah energi dengan asupan nutrisi dan protein, tetapi juga memacu semangat dalam bekerja.

Ketika makan siang dengan rekan kerja, komunikasimu akan lancar dan hubungan kerja akan semakin erat. Di waktu ini, kamu juga bisa bertukar informasi seputar pekerjaan atau hal-hal lainnya.

2 dari 3 halaman

Jam Kerja Pendek Tingkatkan Produktivitas, Benarkah?

Dream – Sahabat Dream, ada sebuah riset yang mengejutkan tentang jam kerja yang panjang. Waktu bekerja yang lama, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Malah, karyawan yang memiliki jam kerja yang panjang, cenderung rentan terkena kesehatan mental.

Itulah sebabnya pakar merekomendasikan perusahaan untuk memberlakukan jam kerja yang pendek.

Dikutip dari Enterpreneur, Kamis 26 April 2018, bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek, diterapkan di negara maju. Misalnya, Swedia.

Negara itu menurunkan jam kerja dari 8 jam menjadi 6 jam. Beberapa kajian yang dilakukan oleh Harvard University menyebutkan, orang yang memiliki jam kerja yang baik, punya beberapa manfaat daripada orang yang bekerja lebih lama.

Bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit, terbukti meningkatkan fokus kerja karyawan, manajemen waktu, dan kepuasan secara keseluruhan. Ini akan mengarah kepada bisnis dan hasil yang menguntungkan.

Ada lima keuntungan yang akan didapat jika seorang karyawan memiliki jam kerja yang pendek. Yang pertama, karyawan itu akan punya keseimbangan karier yang lebih baik.

Keseimbangan hidup-karier yang baik ini datang ketika hidup dipenuhi dengan kesenangan. Ketika jam kerja berkurang, karyawan akan punya waktu yang lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya. Ini akan membuat kepuasan karyawan bertambah dan bisa memicu produktivitas kerja.

Yang kedua, waktu lebih jelas. Dengan jam kerja yang pendek, kamu bisa mendapatkan kejelasan yang jauh lebih baik pada timeline pekerjaan di kantor. Timeline ini bisa berupa deadline maupun agenda-agenda lain yang harus dipenuhi.

Yang ketiga, bebas kesalahan ketika bekerja. Riset menunjukkan karyawan yang kelelahan karena lembur, berpotensi melakukan kesalahan lebih banyak ketika bekerja. Dengan jam kerja yang lebih pendek, seseorang bisa lebih fokus kepada pekerjaan.

Keempat, merasa lebh bertenaga. Dengan jam kerja yang pendek, karyawan bisa beristirahat lebih lama dan bisa mengumpulkan tenaga. Dengan tenaga yang cukup, dia bisa bekerja secara efektif.

Kelima fokus. Jam kerja yang seperti ini bisa “ memaksa” karyawan untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Oleh karena itulah, karyawan harus fokus terhadap pekerjaannya. Mereka juga belajar untuk memprioritaskan tugas yang dan bekerja lebih efektif. (ism) 

3 dari 3 halaman

3 Cara Tingkatkan Produktivitas Kerja ala Miliarder

Dream – Sahabat Dream, menjadi produktif itu tak hanya sekadar bekerja di atas meja. Kita bisa bekerja di manapun, karena saat ini semua bisa terjangkau dengan mudah.

Tapi, ada juga risiko kehilangan fokus dan konsentrasi terhadap tempat maupun waktu yang salah. Lalu, bagaimana caranya untuk mengembangkan produktivitas kerja?

Alangkah baiknya berguru dengan tokoh-tokoh berikut ini, yang sukses mengembangkan diri, memelihara, dan meningkatkan produktiviitas kerja.

Sebut saja para miliarder mulai dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg; founder Microsoft, Bill Gates; CEO Microsoft, Satya Nadella; dan Direktur Utama Berkshire Hathaway, Warren Buffet; yang menguasai keterampilan untuk tetap produktif.

Dan inilah tips-tips meningkatkan kreativitas sebagaimana dilansir Lifehack.

Pertama, membuat perhitungan komunikasi. Komunikasi ini bisa menjadi penghalang produktivitas kerja.

Mencurahkan energi di tempat yang salah bisa membuat waktu terbuang. Bill Gates, misalnya, merupakan advokat untuk berkomunikasi melalui surat elektronik.

Dengan media ini, dia bisa merangkai kata-kata yang baik untuk berkomunikasi. Bahkan, Gates mengklaim dia sangat baik jika berkomunikasi dengan e-mail.

Meminimalkan komunikasi melalui telepon atau pertemuan bisa memberikan ruang lebih untuk berkonsentrasi kepada masalah yang lebih penting.

Ke dua, mengoptimalkan diri dengan menemukan cara bekerja yang sederhana untuk suatu masalah. Menemukan cara yang paling sederhana untuk menyelesaikan tugas bisa digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang penting.

Selain itu, cara ini bisa memperkecil risiko tugas yang sederhana menjadi rumit.

Ke tiga, mengurangi multi tasking. Sahabat Dream, sebuah studi menunjukkan otak tak bisa melakukan banyak hal secara bersamaan.

Jika melakukan tugas secara bersamaan, ini akan membuat kita tak bisa fokus. Kita akan menghabiskan energi dan kekuatan otak untuk beralih dari tugas satu ke tugas lainnya.

Untuk itulah, menghilangkan multi tasking bisa meningkatkan produktivitas. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan mendelegasikan seseorang untuk mengerjakan tugas tertentu.

Dengan begitu, Anda bisa fokus menggarap satu tugas dan menyelesaikannya tanpa ada tekanan. Inilah yang dilakukan oleh Nadella di Microsoft.

“ Ciptakan produktivitas dengan memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di planet ini untuk berbuat lebih banyak dan mencapai lebih banyak lagi,” kata dia.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary