Lima Pengusaha Top Jagoan `Multilingual`

Reporter : Ramdania
Rabu, 21 Oktober 2015 08:31
Lima Pengusaha Top Jagoan `Multilingual`
Kelima bos perusahaan ternama ini merupakan bukti pentingnya memiliki kemampuan berbahasa di luar bahasa ibu.

Dream - Waktu masih sekolah Anda mungkin merasa malas jika ada pelajaran Bahasa Inggris. Hal ini berlaku bagi negara-negara yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Padahal mempelajari bahasa asing merupakan keuntungan, terutama dalam dunia bisnis.

Pebisnis paling sukses di Amerika Serikat semakin menyadari pentingnya menguasai bahasa asing. Bill Gates mengakui bahwa ia menyesal tidak pernah belajar bahasa asing.

Seperti dikutip dari Entrepreneur, Rabu, 21 Oktober 2015, berikut adalah lima pemimpin top dalam bisnis yang menambah pengetahuannya dengan belajar bahasa asing.

1. Mark Zuckerberg, Pendiri dan CEO Facebook

Kemampuan Zuckerberg dalam Bahasa Mandarin dalam sesi tanya jawab di Universitas Tsinghua di Beijing telah memukau jutaan orang di seluruh dunia, termasuk mertuanya.

Zuckerberg memang menikah dengan perempuan keturunan Amerika-Tiongkok bernama Priscilla Chan, yang dipacarinya sejak kuliah di Havard.

Jika saja Pemerintah Tiongkok mencabut larangan warganya mengakses Facebook, mungkin media sosial yang didirikan Zuckerberg itu akan kebanjiran warga Tiongkok yang mencapai 1,3 miliar jiwa.

2. Michael Bloomberg, CEO Bloomberg LP

Pengetahuan Michael Bloomberg tentang Bahasa Spanyol mencuri perhatian publik sebagai walikota New York City. Dia berhasil menyelamatkan masyarakat Hispanik New York selama terjadi badai super-Sandy.

Dari sudut pandang bisnis, pengetahuan tentang Bahasa Spanyol, terutama di Amerika Serikat, semakin menjadi bukan hanya keuntungan, tetapi sebuah kebutuhan. Daya beli masyarakat Latin di AS sekarang diperkirakan mencapai US$1.5 triliun dan terus meningkat.

3. Leo Apotheker, mantan CEO SAP, Hewlett Packard

Leo Apotheker fasih dalam lima bahasa, yaitu Jerman, Belanda, Perancis, Inggris dan Ibrani. Yang tidak diragukan lagi membantu dia saat menjadi CEO perusahaan software multinasional SAP Jerman. Hal itu juga menjadi alasan ia dipilih menjadi CEO Hewlett Packard, dengan jangkauan seluruh dunia yang luar biasa.

4. Paul Bulcke, CEO Nestle

Dengan penguasaan enam bahasa, yakni Belanda; Prancis; Inggris; Spanyol; Portugis; Jerman, Paul Bulcke mungkin merupakan CEO yang sempurna untuk sebuah perusahaan raksasa dengan lingkup internasional. Nestle mengoperasikan 450 pabrik di 86 negara, mempekerjakan 340.000 pekerja dari lebih dari 90 negara yang berbeda.

Bulcke dikutip dari laman Nestle menyatakan, " Menguasai multi-bahasa menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan rekan-rekan, karyawan, dan konsumen, yang sangat penting untuk bisnis seperti kita." Bulcke adalah orang yang tepat untuk sebuah perusahaan yang benar-benar global.

5. Tidjane Thiam, CEO Credit Suisse

Pebisnis Prancis kelahiran Pantai Gading menguasai Bahasa Prancis, Jerman dan Inggris. Atas kemampuan bahasa asing tersebut, Thiam juga ditunjuk mengisi sejumlah posisi lain di perusahaan internasional terkemuka, termasuk menjadi partner di McKinsey dan chief exeuctive di Prudential. Berkat produktivitasnya itu, Thiam dimasukkan dalam daftar 100 Pemimpin Global Masa Depan yang dirilis Forum Ekonomi Dunia. (Ism)

Beri Komentar