Tips Perencanaan Matang Sebelum Terjun Bisnis

Reporter : Ramdania
Kamis, 15 Oktober 2015 10:14
Tips Perencanaan Matang Sebelum Terjun Bisnis
Membangun bisnis sendiri tetapi jangan melakukan semuanya sendirian.

Dream - Memulai sebuah bisnis tidak mudah. Butuh rencana, persiapan dan modal yang cukup agar bisnis bisa berjalan dengan baik.

Jika Anda melakukannya tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang kemungkinan bisnis tersebut akan mudah goyang. Kalau hal itu sampai terjadi, dana yang sudah ditabung untuk modal akan lenyap dan Anda jatuh dalam jurang utang yang dalam.

Jadi, seperti dikutip dari Gulf News, Kamis, 14 Oktober 2015, Anda mungkin harus mengingat beberapa langkah berikut jika ingin memulai sebuah bisnis.

1. Jangan gunakan semua tabungan

Saat membayangkan punya bisnis besar, Anda mungkin ingin menggunakan semua tabungan sebagai modal awal. Tetapi itu adalah langkah yang salah. Anda tidak boleh mengambil risiko dengan menggunakan semua uang Anda untuk dijadikan modal.

Harus realistis, Anda harus mempertimbangkan berapa jumlah dana Anda sebenarnya dan berapa modal yang diperlukan untuk proyek Anda. Anda harus tahu juga berapa banyak tabungan yang dapat digunakan sebagai cadangan. Selain itu Anda juga harus tahu seberapa banyak pinjaman yang bisa Anda peroleh dari bank, termasuk bunganya.

Melakukan perhitungan berdasarkan angka yang sebenarnya dan penelitian sedini mungkin dalam proses memulai bisnis akan membuat Anda menuju arah yang benar. Semakin banyak Anda tahu tentang dana yang dibutuhkan, semakin cepat pula Anda memulai bisnis.

2. Pertimbangkan keadaan darurat dan komplikasi bisnis

Semua orang yang pernah memulai bisnis selalu mengatakan bahwa itu tidak mudah seperti yang direncanakan. Memulai bisnis tentu lebih rumit daripada merenovasi dapur. Dalam membuka bisnis, Anda mungkin akan membutuhkan perizinan, kantor atau toko, karyawan, dan sebagainya.

Dengan begitu banyak bagian yang harus ditangani, Anda mungkin kaget karena biaya membengkak dengan cepat. Kecuali Anda sudah memiliki rencana cadangan, Anda mungkin akan terkejut bagaimana uang Anda terkuras dengan cepat melalui proses tersebut.

Selain itu, ada juga biaya tersembunyi dan perubahan biaya yang harus dipertimbangkan. Banyak masalah yang mungkin timbul dan tidak ada dalam rencana bisnis Anda. Jika Anda tidak siap untuk menangani dan menyelesaikan masalah ini, Anda mungkin akan terjebak dalam situasi di mana Anda tidak dapat melanjutkan bisnis.

3. Tidak membuat asumsi membabi buta

Banyak usaha bisnis bangun dan kemudian jatuh karena didasarkan pada asumsi yang salah. Biasanya, seseorang yang melihat start-up sukses akan berpikir dia akan mengalami hal yang sama jika mencontoh model bisnis start-up tersebut. Padahal, tanpa mempertimbangkan semua faktor yang membuat start-up tersebut sukses, orang tersebut akan gagal dalam memulai bisnisnya.

Alih-alih membangun bisnis berdasarkan asumsi, Anda harus mengumpulkan data konkret sebanyak mungkin. Mungkin dengan cara melakukan identifikasi daya saing dan menerapkannya pada pelanggan yang sebenarnya. Meskipun hal ini membutuhkan waktu, tetapi melakukan riset pasar saat awal mendirikan bisnis dapat menghemat banyak waktu di kemudian hari. Riset tersebut juga dapat membantu Anda memacu otak mengeluarkan ide untuk memenuhi permintaan pasar.

4. Jangan melakukan semuanya sendirian

Salah satu biaya yang sering diabaikan adalah karyawan. Para pemula dalam bisnis berpikir mereka bisa melakukan semuanya sendirian, padahal tidak. Karena ada beberapa fungsi yang hanya bisay dilakukan oleh para profesional. Jadi jika Anda ingin memulai bisnis berpikirlah untuk merekrut orang lain, misalnya, seorang akuntan, karyawan, pengacara, supir, dan sebagainya.

Memang sebagian besar start-up dimulai dengan pemilik yang bekerja 90 jam minggu, tetapi Anda mungkin tidak akan mampu melakukan segala sesuatu dalam jam-jam tersebut. Jadi pertimbangkan dengan hati-hati biaya perekrutan dan semua dokumen yang diperlukan dalam memulai bisnis. Ingat, karena Anda harus mengeluarkan uang untuk menyewa seseorang, Anda harus selektif dalam memilih yang produktif dan terlatih dengan banyak pengalaman. (Ism)

Beri Komentar