Lulusan SD Ini Jadi Jutawan Berkat Empal Gentong

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 3 Desember 2018 08:15
Lulusan SD Ini Jadi Jutawan Berkat Empal Gentong
Punya tiga resto, satu resto bisa dapat untung Rp30 juta per hari.

Dream – Jika berkunjung ke Cirebon, jangan lupa untuk berwisata kuliner. Kota udang itu terkenal dengan menu empal gentong yang sudah kondang. 

Salah satu depon beken di Cirebon adalah Empal Gentong Pak Apud. Saking populernya, rumah makan ini pernah dikunjungi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rumah makan yang menyajikan empal gentong, empal asem, dan sate kambing, ini berhasil menjual hingga dua ribu porsi saban hari. Omzet yang dikantongi satu resto bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp30 juta per hari. Wow!

Namun, siapa sangka pendirinya adalah seorang tamatan SD? Sang pendiri “ Empal Gentong H. Apud” ini adalah Mahfud Abbas. Pria ini merintis bisnis empal gentong pada tahun 1994-an.

“ Saya merintis bisnis ini dari nol besar,” kata pria yang akrab dipanggil Pak Apud ketika ditemui di resto Empal Gentong Pak Apud di Cirebon, Jawa Barat, pekan lalu.

Modal ini digunakan untuk membeli daging 5 kilogram kala itu. Sayangnya, dia terseok-seok ketika menjalani bisnis empal gentong.

“ Selama 12 tahun, masih terseok-seok. Empat hari (dapat untung), tiga hari rugi. Tiga hari dapat untung, empat hari rugi. Gitu aja terus 12 tahun,” kata dia.

Semula, Apud mengajak rekan pedagang empal gentong keliling untuk bekerja sama membuka warung. Selain bisa patungan, dia juga ingin belajar cara membuat empal gentong yang lezat nan menggoyang lidah. Sayangnya, mereka pecah kongsi. Tinggallah Apud bersolo karier menjalankan bisnisnya.

“ Waktu itu, harga per porsinya Rp1.500,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Dapat Pembiayaan Syariah

Lalu, pada tahun 2007hingga 2008-an, Apud mendapatkan pembiayaan syariah dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Dia mendapatkan fasilitas permodalan Rp150 juta. Uang ini digunakan untuk merenovasi warung empal gentong.

Restorannya diperbesar dan dibelikan meja kursi untuk pelanggan. Dia memilih merenovasi rumah makannya agar tidak terkesan sebagai warteg.

“ Warungnya direnovasi. Sekarang kelas menengah sudah masuk,” kata Apud.

Pria ini juga membuka dua cabang warung empal gentong. Keduanya berada di Cirebon. Pak Apud enggan berkongsi karena khawatir dengan mutu makanan.

“ Takutnya beda tangan, beda rasa. Nanti kalau beda, pembeli komplain. Nanti yang kena pusat (maksudnya restoran pusat yang terletak di Jalan Juanda),” kata dia.

Apud tak mau sembarangan memilih bahan makanan. Pria kelahiran 1955 ini tidak membeli daging sapi di pasar tradisional, tetapi di rumah pemotongan hewan (RPH). Di sana, dia langsung mendapatkan daging segar.

Setiap harinya, pria itu mengolah 2 kuintal daging sapi untuk menghasilkan 2 ribu porsi makanan. Masaknya pun dilakukan di satu tempat, kemudian hasilnya dibagi ke tiga restoran. Itu caranya untuk menjaga kualitas rasa.

“ Kalau hari libur, bisa dua kali lipat,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Raup Untung hingga Rp30 Juta Per Hari

Kini, bisnis kulinernya laris manis dan memiliki 110 orang karyawan. Satu warung bisa meraup keuntungan Rp20 juta-Rp30 juta per hari.

Pria itu tak hanya menjajakan empal gentong, tetapi juga empal asam, nasi lengko, dan sate kambing muda.

Harga menu yang ditawarkan pun bervariasi. Satu porsi empal gentong (belum termasuk nasi) seharga Rp22 ribu dan empal asem Rp22 ribu. Kamu bisa memilih isian empal dengan daging sapi, babat, usus, dan kikil. Sahabat Dream bisa membeli nasi putih seharga Rp5 ribu.

Sate kambing muda Rp40 ribu dan sate kambing biasa Rp50 ribu, serta nasi lengko Rp15 ribu.

3 dari 3 halaman

Produksi Empal Gentong Kalengan

Apud mengembangkan bisnisnya ke bisnis makanan kaleng. Dia membuat empal kalengan dan bumbu empal gentong. Dia terinspirasi dari gudeg kaleng yang bisa dibawa untuk oleh-oleh.

“ Harganya Rp35 ribu per kaleng,” kata dia.

Empal gentong kalengan memiliki varian rasa empal gentong original, empal gentong asem original, empal gentong asem pedas, dan empal gentong original.

 Apud memamerkan produk makanan kalengnya.

Untuk bumbu empal gentong, ada varian rasa empal gentong original dan empal gentong asem. “ Untuk satu kaleng bumbu empal gentong ini, dagingnya bisa dua kilo,” kata dia.

Apud mengatakan produksi makanan kaleng ini sebanyak 500 kaleng per lima hari sekali. Per harinya, mereka bisa menjual rata-rata 150-200 kaleng per hari. Penjualan empal gentong kalengan ini juga dijual secara online. Apud juga mengatakan produknya sempat tembus Jepang dan Belanda.

“ Ada orang Jepang bilang rasanya enak,” kata dia.

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida