Makin Cemas dengan Virus Corona, Indeks Syariah Tiarap

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Februari 2020 16:45
Makin Cemas dengan Virus Corona, Indeks Syariah Tiarap
Semua indeks sektoral ambruk.

Dream - Ketakutan investor akan virus Corona makin menjadi. Kondisi itu membuat tiga pasar modal syariah dan IHSG berjatuhan pada penutupan Kamis 27 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 3,092 poin (1,89%) ke level 160,235. ISSI dibuka melemah di 163,326 dan terus melemah hingga level 159,626. Indeks ini sempat menguat ke 163,618, namun penguatannya tak berlangsung lama.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 13,879 poin (2,34%) ke level 579,716.

Indeks JII70 turun 4,441 poin (2,23%) ke level 194,945.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 153,227 poin (2,69%) ke level 5.535,694.

1 dari 5 halaman

Semua Indeks Melemah

Semua indeks syariah terjun bebas. Penjualan saham terbanyak terjadi di sektor keuangan sehingga indeksnya melorot 3,94 persen, industri dasar 2,67 persen, pertambangan 2,43 persen, dan barang konsumsi 2,36 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya naik Rp1.375, ALDO Rp88, MIKA Rp70, AALI Rp50, dan CSRA Rp50.

Sebaliknya, yang terkoreksi kali ini adalah CTBN senilai Rp780, TCPI Rp550, UNTR Rp425, ICBP Rp275, dan TPIA Rp275.

Sentimen ini membuat rupiah melemah. Pada 16.30, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 24 poin (0,17%) ke level Rp13.954 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Rontok Akibat `Ulah` AS dan Virus Corona

Dream - Indeks syariah terjun bebas pada perdagangan Rabu 26 Februari 2020. Sentimen negatif dari wabah virus corona yang menyebabkan Wall Street dan bursa regional berguguran membuat investor menjauh dari lantai bursa.

Sentimen negatif juga datang dari langkap sepihak pemerintah Amerika Serikat yang mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang. Keputusan itu dikhawatirkan akan membuat Indonesia tak bisa mendapat berbagai fasilitas perdagangan yang selama ini dinikmati.

Investor nyaris tak mendengar sentimen positif dari dalam negeri. Sebaliknya, pelaku pasar mendapat pernyataan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang memperkirakan defisit anggaran 2020 akan melebar dari yang ditetapkan dalam APBN yaitu sebesar 1,76 persen.

 

 © Dream

 

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung berguguran di awal perdagangan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan terjun bebas 3,217 poin (1,93%) ke level 163,327. ISSI terus tiarap di zona merah setelah dibuka di melemah di level 165,441 saat sesi pra-pembukaan.

Koreksi tajam menghantam dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII), rontok sampai 15,985 poin (2,62%) ke level 593,595.

Sementara indeks JII70 terjun 5,238 poin (2,56%) ke level 199,386.

Tekanan jual yang sangat kuat dari pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG rontok 98,217 poin (1,69%) ke level 5.688,921.

3 dari 5 halaman

Indeks Sektoral Terbakar

Semua indeks sektoral mengalami pelemahan. Koreksi terbesar terjadi pada sektor industri aneka yang ambruk 4,32 persen, manufaktur 2,58 persen, dan industri dasar 2,34 persen.

Emiten syariah pencetak toip gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya meningkat Rp900, EPMT Rp270, PLIN Rp250, GHON Rp195, dan ITMG Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TPIA yang harga sahamnya melorot Rp500, CPIN Rp425, INTP Rp375, dan AALI Rp325.

Dari pasar uang, rupiah terkoreksi. Pada 16,27, nilai tukar dolar AS menguat 73 poin (0,52%) ke level Rp13.933.(Sah(

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kebakaran, Kurs Rupiah Keok Lagi

Dream - Sentimen negatif yang cukup kuat dari pasar modal regional membuat pasar modal Indonesia kebakaran. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, investor semakin dibuat khawatir dengan wabah virus yang merebak cepat di Korea Selatan dan Italia.

Dua angin negatif tersebut sudah cukup membuat pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menahan diri terjun ke lantai bursa. Seluruh indeks sektoral juga menutup perdagangan di zona merah.   

Dari bursa saham syariah Indonesia, tiga indeks acuan berguguran di perdagangan pekan terakhir Februari ini. Ketiga indeks acuan ini melemah mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tutup Senin, 24 Februari 2020.

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup melemah 2,139 poin (1,26%) ke level 167,475. ISSI tiarap sejak awal perdagangan saat dibuka loyo di level 168,387. Aksi jual investor sempat menjungkalkan ISSI ke level terendahnya di 166,221.

Koreksi cukup tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas sampai 9,445 poin (1,51%) ke level 614,722. Sementara indeks JII70 melorot 3,302 poin (1,58%) ke level 205,827.

Berhembusnya awan kelam dari pasar modal Asia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG melorot 75,205 poin (1,28%) ke level 5.807,050.

5 dari 5 halaman

Dolar AS `Tendang` Rupiah

Aksi jual saham marak di semua indeks sektoral, terutama di pertanian, industri aneka, dan properti. Indeks sektor pertanian anjlok 1,84 persen, industri aneka 1,55 persen, dan properti 1,49 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menanjak Rp1.100, SHID Rp920, CMNP Rp200, TURI Rp120, dan MCAS Rp80.

Harga INTP terkoreksi Rp675, BRAM Rp600, UNTR Rp325, UNVR Rp275, dan AALI Rp250.

Kurs rupiah di hari kabar pencoretan Indonesia dari status negara berkembang oleh Amerika Serikat membuat mata uang negeri paman sam itu kembali bertengger di level Rp14 ribu.

Pada perdagangan pukul 16.23 WIB, mata uang dolar AS naik tajam 281 poin (0,23%) ke level Rp14.041 per dolar AS.

Sedangkan data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.863 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yaitu 13.777 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam