Mandiri Syariah Cetak Laba Rp719 M, Transaksi Mobile Banking Melesat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 25 Agustus 2020 17:35
Mandiri Syariah Cetak Laba Rp719 M, Transaksi Mobile Banking Melesat
Laba bersih Mandiri Syariah pada kuartal II-2020 meningkat 30,53 persen

Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membukukan laba bersih senilai Rp719 miliar hingga kuartal II-2020 yang berakhir Juni 2020. Kenaikan laba double digit itu ditopang pendapatan margin dan pendapatan dari biaya (fee based income/FBI) di antaranya layanan digital.

" (Laba bersih) naik 30,53 persen dari periode yang sama tahun 2019," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, dalam konferensi pers virtual " Paparan Kinerja Mandiri Syariah Semester 1 2020" , Selasa 25 Agustus 2020.

Mandiri Syariah mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan hingga double digit hingga kuartal II-2020 ini. Angka ini mendorong peningkatkan aset dan komposisi dana murah (low cost fund).

Hingga akhir Juni 2020, Mandiri Syariah telah mengelola dana pihak ketiga (DPK) di angka Rp101,78 triliun, tumbuh 16,52 persen dari Rp87,36 triliun per Juni 2019. Dari total dana tersebut, porsi low cost fund mencapai hingga 57,93 persen yang dikontribusi oleh pertumbuhan tabungan sebesar 72,11 persen dari total low cost fund.

" Kami bersyukur tabungan naik 17 persen di tengah pandemi," kata Direktur Finance, Strategy, dan Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho.

 

1 dari 3 halaman

Aset Makin Tambun

Laba Bersih Mandiri Syariah Meroket 100 Persen© MEN

Pertumbuhan DPK tersebut juga mendorong aset Mandiri Syariah per akhir Juni 2020 mencapai Rp114,40 triliun atau naik 13,26 persen dari Juni 2019 yang sebesar Rp101,01 triliun.

Selain DPK, kenaikan laba juga dikerek oleh pendapatan marjin dan pendapatan berbasis bunga (fee based income) dari layanan digital.

Fee based income (FBI) layanan digital naik signifikan 35,83 persen, dari Rp107,87 miliar per Juni 2019 menjadi Rp146,52 miliar pada Juni tahun ini. Kontribusi fee based income (FBI) layanan digital terbesar datang dari mobile banking yang melonjak 65,38 persen yoy dari Rp17,29 miliar per Juni 2019 menjadi Rp28,60 miliar per Juni 2020.

Pendapatan marjin bagi hasil bersih naik Rp240 miliar dari Rp2,59 triliun pada Juni 2019 menjadi Rp2,83 triliun pada Juni 2020.

 

2 dari 3 halaman

Pembiayaan Tumbuh di Tengah Pandemi

Ade mengatakan pembiayaan menanjak selama pandemi. Pihaknya menyalurkan pembiayaan secara selektif. Dari sisi pembiayaan sampai dengan akhir Juni 2020 tercatat sebesar Rp75,61 triliun, tumbuh 5,8 persen dari Juni 2019 yang sebesar Rp71,47 triliun.

Pada semester I 2020, anak usaha Mandiri Syariah menurunkan angka non performing financing (NPF). Angka NPF gross turun dari 2,89 persen pada Juni 2019 menjadi 2,57 persen pada Juni 2020. Untuk yang nett, angkanya turun dari 1,21 persen pada Juni 2019 menjadi 0,88 persen.

" Secara nett, NPF di bawah 1 persen," tambah Toni.

 

3 dari 3 halaman

Transaksi Mobile Meningkat

Tabungan Mandiri Syariah Menanjak 16,77 Persen© MEN

Hingga Juni 2020, pengguna dan transaksi melalui Mandiri Syariah Mobile mencapai 1,25 juta user. Angkanya naik 93,89 persen yoy. Jumlah transaksinya mencapai 19,49 juta transaksi.

Ini termasuk dengan kegiatan buka rekening online. Bank syariah ini mencatat ada 18 ribu pembukaan online per bulan. Angka ini menunjukkan 36 persen nasabah baru membuka rekening secara online.

" Transaksi berkurang di cabang dan semakin banyak di digital untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak," kata Toni.

Beri Komentar