Masker Kain Bakal Dibuat SNI, Ini Penjelasannya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 29 September 2020 17:12
Masker Kain Bakal Dibuat SNI, Ini Penjelasannya
SNI tersebut mengatur beberapa parameter krusial sebagai proteksi.

Dream - Masker kini jadi benda yang wajib dikenakan ke mana pun demi mengurangi penularan Covid-19. Sayangnya, tak semua masker memiliki kualitas perlindungan yang sama.

Pemerintah melalui Satgas Covid-19 sudah melarang penggunaan masker buff dan scuba di daerah zona merah karena penggunaannya tak efektif dalam mencegah penularan. Masker kain tiga lapis lebih direkomendasikan untuk dipakai, karena masker medis diperuntukkan bagi tenaga kesehatan

Demi perlindungan optimal, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya membuat rumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) masker kain untuk menjaga kualitas dan melindungi masyarakat dari penularan  Covid-19.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa pihaknya melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil, dan Produk Tekstil mengalokasikan anggaran untuk menetapkan RSNI masker dari kain dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan. Seperti akademisi, peneliti, laboratorium uji, Satgas Covid-19 industri produsen masker kain dalam negeri.

Pada 16 September 2020, SNI yang disusun Kemenperin tersebut telah mendapatkan penetapan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914:2020 Tekstil - Masker dari kain melalui Keputusan Kepala BSN Nomor No.408/KEP/BSN/9/2020.

" Penetapan SNI ini sejak diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai ditetapkan memakan waktu tidak sampai 5 Bulan, mengingat SNI ini merupakan kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak," ujar Gumiwang, seperti dikutip dari Merdeka.com.

 

1 dari 4 halaman

Klasifikasi Masker Kain

Dijelaskan bahwa dalam SNI 8914:2020, masker dari kain diklasifikasikan dalam tiga tipe, yaitu Tipe A untuk penggunaan umum, Tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan Tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

SNI tersebut mengatur beberapa parameter krusial sebagai proteksi, antara lain daya tembus udara bagi Tipe A di ambang 15-65 cm3/cm2/detik, daya serap sebesar kecil atau sama dengan 60 detik untuk semua tipe, dan kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg untuk semua tipe.

Masker kain (Foto: Shutterstock)© Shutterstock

Selanjutnya, standar ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva. SNI 8914:2020 juga menetapkan kadar logam terekstraksi maksimum, ketahanan terhadap pembahasan permukaan minimum melalui uji siram, kadar PFOS dan PFOA pada masker kain yang menggunakan anti air, serta nilai aktivitas antibakteri minimum pada masker kain yang menggunakan antibakteri.

SNI ini menjadi pedoman bagi industri dalam negeri yang menentukan capaian minimum kualitas hasil produksinya sekaligus menjadi standar minimum bagi produk impor.

" Dengan standar mutu dan pengujian yang jelas serta prosedur pemakaian, perawatan dan pencucian yang termuat dalam SNI masker dari kain ini, masyarakat dapat lebih terlindungi sekaligus membantu memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19," kata Agus.

 

2 dari 4 halaman

Sukarela

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam menambahkan SNI ini masih bersifat sukarela. Pada SNI tersebut dicantumkan jenis uji yang disyaratkan untuk mengukur mutu masker dari kain untuk penggunaan khusus.

Terdiri dari uji efisiensi filtrasi bakteri (ambang batas lebih besar atau sama dengan 60 persen untuk Tipe B), tekanan differensial (ambang batas ≤ 15 untuk Tipe B dan kecil atau sama dengan 21 untuk Tipe C), serta efisiensi filtrasi partikuat (ambang batas besar atau sama dengan 60 persen untuk Tipe C).

 

3 dari 4 halaman

Minimal Dua Lapis

SNI tersebut mempersyaratkan masker harus memiliki minimal dua lapis kain. Kombinasi bahan yang paling efektif digunakan adalah kain dari serat alam seperti katun, ditambah dua lapisan kain chiffon mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring 80-99 persen partikel, tergantung pada ukuran partikelnya.

Cara Membuat Masker Kain ala Istri Ridwan Kamil© MEN

" Cara pemakaian, perawatan pencucian, melepaskan masker kain dan hal-hal lain yang diperlukan dalam penggunaan masker kain juga diinformasikan dalam SNI ini," kata Khayam

 

4 dari 4 halaman

Ia menerangkan SNI 8914:2020 menyebutkan bahwa masker dari kain dapat digunakan dalam aktivitas di luar rumah, atau saat berada di ruangan tertutup seperti kantor, pabrik, tempat perbelanjaan, maupun transportasi umum.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan kesiapan balai riset di bawah BPPI dalam mendukung penerapan SNI tersebut. Kemenperin memiliki Balai Besar Tekstil (BBT) yang mempunyai kompetensi dalam bidang pengujian, sertifikasi, kalibrasi dan pengembangan industri tekstil.

" Saat ini, BBT dalam tahap mengajukan diri sebagai salah satu Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) untuk SNI Masker Kain kepada BSN,' kata Doddy.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar