Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mau Jadi Ninja?
Dream – Sahabat Dream, istilah ninja pasti tidak asing di telingamu. Mata-mata zaman feodal di Jepang ini terkenal sebagai ahli menyusup.
Ninja ini berasal dari daerah Iga yang terletak di Prefektur Mie, Jepang.
Baru-baru ini, ada yang menarik dari Iga. Daerah itu membuka “ lowongan kerja” sebagai ninja.
Bayarannya? Lumayan. Per tahunnya, ninja bisa mendapatkan gaji maksimal US$85 ribu (Rp1,23 miliar) per tahun. Jika dibagi 12 bulan, kandidat yang terpilih bisa mendapatkan gaji sebesar Rp102,5 juta.
Dilansir dari Next Shark, Sabtu 21 Juli 2018, Iga terkenal sebagai kota kelahiran ninja. Kota ini kedatangan 30 ribu turis yang datang untuk melihat festival ninja tahunan. Sayangnya, Iga justru kekurangan ninja.
Para ahli bela diri di Jepang semakin khawatir para praktisi ninjutsu akan segera punah di negara itu.
Melihat kondisi tersebut, Walikota Iga, Sakae Okamoto, berencana menjadikan ninja sebagai daya tarik turis lokal dan internasional selama perayaan ninja tahunan.
“ Saat ini, di Iga kami bekerja sangat keras untuk mempromosikan pariwisata ninja dan mendapatkan hasil paling ekonomis,” kata Okamoto.
Contohnya, kata dia, Okamoto mengadakan festival ninja pada akhir April sampai awal Mei. Selama periode ini, pengunjung dan warga lokal bisa datang ke saan.
“ Semua orang akan berpakaian seperti ninja dan berjalan berkeliling untuk menikmati. Tapi, saya merasa itu tidak cukup,” kata dia.
Makanya, Iga membuka lowongan bagi siapa pun yang bersedia menjadi seorang ninja. Tentunya, mereka memiliki kriteria khusus untuk seorang ninja. Tapi, ninja di sini tidak bekerja sebagai seorang pembunuh bayaran, melainkan orang yang bisa mendorong pariwisata. Bayarannya lumayan. Pemerintah akan menggaji mereka sebanyak US$23 ribu-US$85 ribu (Rp333,06 juta-Rp1,23 miliar) per tahun.
“ Ninja bukanlah kelas yang diwariskan. Tanpa pelatihan yang berat, tak ada yang bisa menjadi seorang ninja. Itu sebabnya mereka menghilang secara diam-diam dalam sejarah,” kata kurator museum ninja di Iga, Sugako Nakagawa.
(Sah, Laporan: Erisa Riyana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya