Mantan Bos Starbucks Geram Dikritik karena Tajir Melintir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 2 Februari 2019 11:00
Mantan Bos Starbucks Geram Dikritik karena Tajir Melintir
Kritikan itu dilontarkan setelah dia mengungkapkan cita-cita menjadi presiden AS.

Dream – Miliarder Amerika Serikat (AS), Howard Schultz, belakangan ini merasa gerah. Sebab, Schultz mendapat kritik karena kekayaannya. Kritikan itu dilontarkan setelah dia mengungkapkan cita-cita menjadi presiden AS.

Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 2 Februari 2019, beragam kritik menyerang Schultz karena dianggap tidak memahami kehidupan masyarakat pada umumnya. Atas segala kritik itu, dia akhirnya angkat suara dan menyatakan kehidupannya justru merupakan “ American Dream”.

“ Saya dikritik karena seorang miliarder. Mari kita bicarakan itu. Saya berusaha sendiri ... Saya berpikir demikianlah mimpi orang Amerika, aspirasi Amerika,” kata Schultz.

Dia membeberkan segudang prestasi yang diraih ketika menjadi bos Starbucks. Contohnya, jaminan kesehatan, pemberian saham, dan biaya kuliah gratis.

“ Elizabeth Warren (senator Partai Demokrat) ingin mengkritik saya karena sukses?” kata dia.

1 dari 1 halaman

Saling Sindir

Schultz dan Warren sempat saling sindir karena masalah pajak miliarder. Mantan bos Starbucks ini menilai wacana politisi itu berbau sosialisme.

Tentang partai, pria ini mengaku bukan anggota Partai Demokrat atau Partai Republik. Dia percaya sistem perekonomian AS perlu dirombak.

Menurut Forbes, kekayaan terkini mantan bos Starbucks mencapai US$3,4 miliar (Rp47,7 triliun). Ini menjadikan Schultz sebagai miliarder lain ingin maju sebagai presiden setelah Donald Trump.

(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)

Beri Komentar