Howard Schultz (Instagram @howard.schult)
Dream – Miliarder Amerika Serikat (AS), Howard Schultz, belakangan ini merasa gerah. Sebab, Schultz mendapat kritik karena kekayaannya. Kritikan itu dilontarkan setelah dia mengungkapkan cita-cita menjadi presiden AS.
Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 2 Februari 2019, beragam kritik menyerang Schultz karena dianggap tidak memahami kehidupan masyarakat pada umumnya. Atas segala kritik itu, dia akhirnya angkat suara dan menyatakan kehidupannya justru merupakan “ American Dream”.
“ Saya dikritik karena seorang miliarder. Mari kita bicarakan itu. Saya berusaha sendiri ... Saya berpikir demikianlah mimpi orang Amerika, aspirasi Amerika,” kata Schultz.
Dia membeberkan segudang prestasi yang diraih ketika menjadi bos Starbucks. Contohnya, jaminan kesehatan, pemberian saham, dan biaya kuliah gratis.
“ Elizabeth Warren (senator Partai Demokrat) ingin mengkritik saya karena sukses?” kata dia.
Schultz dan Warren sempat saling sindir karena masalah pajak miliarder. Mantan bos Starbucks ini menilai wacana politisi itu berbau sosialisme.
Tentang partai, pria ini mengaku bukan anggota Partai Demokrat atau Partai Republik. Dia percaya sistem perekonomian AS perlu dirombak.
Menurut Forbes, kekayaan terkini mantan bos Starbucks mencapai US$3,4 miliar (Rp47,7 triliun). Ini menjadikan Schultz sebagai miliarder lain ingin maju sebagai presiden setelah Donald Trump.
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak