Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Malaysia
Dream - Harapan Malaysia memiliki megabank syariah kembali kandas. Rencana aksi merger Malaysia Building Society Bhd (MBSB) dan Bank Muamalat Malaysia Bhd menemui jalan buntu.
MBSB dalam pernyataannya mengatakan setelah serangkaian diskusi dan negosiasi, institusi keuangan dan pemegang saham Bank Muamalat, DRB-Hicom Bhd dan Khazanah Nasional Bhd, tak mampu mencapai kata sepakat terhadap proposal merger.
"Pihak yang terlihat setuju untuk mengakhiri diskusi dan tidak melanjutkan proposal yang diajukan," katanya seperti dikutip Dream dari laman thestar.com.my, Rabu, 3 Februari 2016.
Batas waktu pembahasan proposal merger antara MBSB dan Bank Muamalat berakhir kemarin (Selasa, 2 Februari 2016).
Bulan lalu, MBSB dan induk Bank Muamalat telah mengajukan perpanjangan waktu satu bulan ke 2 Februari 2016 untuk menyelesaikan negosiasi. Namun seorang sumber mengatakan, negosiasi menjadi buntu saat pembahasan pihak pengendali perusahaan.
Pada 1 Oktober 2015, MBSB mengaku telah memperoleh lampu hijau dari bank sentral malaysia untuk bernegosiasi dengan Bank Muamalat. Dan mereka diberikan tenggal waktu 3 bulan untuk menyelesaikannya.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari