Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kemajuan teknologi membuat industri keuangan tak harus bergerak cepat. Selain perbankan, sektor keuangan ini juga mulai disesaki munculnya model bisnis ekonomi yang menggunakan teknologi dalam melayani pembiayaan.
Industri yang karib disebut financial technology (fintech) kini juga mulai jadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan otoritas keuangan tertinggi di tanah air ini mengaku tengah merancang regulasi untuk mengatur industri ini.
" Kami sedang mempersiapkannya agar kami punya guideline, arah, yang jelas," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad, dalam acara " Indonesia FinTech Conference 2016" di Hotel J. W. Marriot, Jakarta, Selasa 19 April 2016.
Muliaman mengharapkan regulasi tata cara bermain Fintech ini akan selesai sebelum akhir tahun 2016. OJK yain perkembangan teknologi keuangan bisa membantu meningkatkan keterbukaan akses keuangan untuk masyarakat.
Namun, Muliaman enggan memerinci regulasi baru yang akan dibuat oleh OJK. Termasuk aturan yang akan diadopsi untuk mengawasi industri Fintech.
" Belum terlalu jauh dulu," kata dia.
Lebih jauh, Muliaman justru berharap pelaku industri teknologi keuangan ini bisa masuk ke dalam daftar lembaga keuangan non bank (LKNB). Dengan begitu, Fintech akan lebih mudah diawasi.
" Jangan sampai mereka dianggap shadow (bayangan), di luar pengawasan sehingga nanti yang dirugikan adalah konsumen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya