Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Guna menggairahkan pasar modal tahun depan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji beberapa kebijakan dan produk baru, seperti Reksa Dana Fleksibel.
" Ini baru kajian, peraturannya baru tahun ini, tapi kita konsepnya sudah ada. Ini produk baru karena sudah lama tidak ada produk baru," kata Direktur Pengelolaan Investasi OJK Sujanto di Jakarta, Kamis 19 November 2015.
Apa keunggulan produk reksadana ini? Sujanto menjelaskan bahwa nantinya reksadana ini memiliki target date, target risk, dan target return. Maksudnya, dalam masa yang ditetapkan, reksadana ini bisa diotak-atik porsi-porsinya.
" Misalkan masanya 15 tahun, maka di 5 tahun pertama, dia mau diperbanyak sahamnya, di 5 tahun kedua, diperbanyak obligasinya, di 5 tahun ketiga bisa diperbanyak masuk di pasar uang dengan penulisan di portofolio 0-100% saham, 0-100% obligasi, 0-100% pasar uang. Nanti manajer investasinya yang hitung-hitung," jelas Sujanto.
Sementara itu, Sujanto menjelaskan target risk, yaitu penetapan batas risikonya. Dengan demikian, keamanan instrumen investasi ini dapat terjaga.
" Misalkan kita bicara penurunan tapi jangan banyak-banyak, misalkan 20%, 15%, supaya tidak fluktuartif, tetapi nanti dia yang mengatur sendiri porsinya supaya tidak turun 15-20%," jelasnya.
Nantinya, setelah masa reksadana itu berakhir maka bisa dibubarkan atau dibuat lagi. Manajer investasi yang mengelola produk reksadana fleksibel harus mencantumkan kebijakan investasinya dalam prospektus.
Adapun, underlying asset yang digunakan juga akan menjadi kewenangan MI dalam mengelola.
Meski belum diluncurkan aturannya, sudah ada 3-4 perusahaan manajemen investasi menyatakan keinginannya menjual produk ini.
" Kalau punya fleksibilitas, mereka berkeinginan untuk membuat, tapi detailnya nanti kita atur," pungkas Sujanto. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan