Warga Arab Hamburkan Rp 4 Triliun Demi Hidung Sempurna

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 5 Oktober 2014 07:01
Warga Arab Hamburkan Rp 4 Triliun Demi Hidung Sempurna
Operasi plastik yang paling dicari di UEA adalah operasi dan perbaikan hidung.

Dream - Masyarakat dunia selama ini mungkin hanya tahu Korea Selatan sebagai negara dengan penduduk paling banyak melakukan operasi plastik. Namun siapa sangka, upaya mempercantik diri buatan ini juga banyak dilakukan warga Arab.

Laman Emirates247 menyenbut, ahli bedah plastik ternama di Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), Dr David Alessi, salah satu dokter yang paling banyak pasiennya. Alessi mengatakan, warga UEA menghabiskan tak kurang dari US$ 100 juta per tahun untuk melakukan operasi bedah plastik.

Jangan kaget dahulu, David mengungkapkan masih ada lebih banyak lagi biaya yang dikeluarkan warga Arab yang belum masuk catatannya. " Jumlah sebenarnya bisa mencapai US$ 300 juta-400 juta," katanya seperti dikutip Dream, Minggu, 5 Oktober 2014. Angka fantastis itu setara dengan Rp 3-4 triliun. 

Meski terus mewabah, David mengklaim Amerika Serikat masih menjadi negara dengan prosedur operasi plastik terbanyak di seluruh dunia. Dengan jumlah lebih dari 4 juta prosedur. Diikuti oleh Brasil dan Inggris.

Dr Alessi memiliki sebuah klinik kecantikan di Beverly Hills di California dan telah berperan dalam mengutak-atik banyak wajah cantik daftar selebriti Hollywood. Kali ini dia memiliki rencana untuk membuka praktik di UEA.

Hingga sekarang, dia telah melakukan lebih dari 16.000 prosedur operasi plastik. Termasuk semua aspek plastik wajah yang meliputi lebih dari 4.500 operasi hidung dan 2.000 operasi leher, facelift atau operasi leher lainnya.

Menurut Dr Alessi, operasi plastik yang paling dicari di UEA adalah operasi hidung dan perbaikan hidung. Bagi yang belum tahu, itu adalah prosedur bedah yang digunakan untuk membentuk kembali hidung, dan memperbaiki operasi hidung sebelumnya.

Terobosan populer dalam bedah plastik yang akan tren di UEA adalah terapi PRP-Platelet Rich Plasma (terapi anti aging menggunakan darah pasien sendiri) dan transfer lemak dengan pengubah biologis.

Dr Alessi mengklaim teknik-teknik tersebut bisa ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar prosedur, pemulihannya lebih cepat baik dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan prosedur lain.

Kelompok usia yang telah ditangani berkisar antara 20 sampai 70 tahun dan terdiri dari pria dan wanita. " Ya, mereka (laki-laki) juga tertarik melakukan operasi plastik," tambahnya.

Sementara bedah rekonstruksi mungkin terdengar menarik, meski tidak sepenuhnya bebas risiko. " Selalu ada risiko di setiap operasi apapun termasuk terjadinya parut dan kerusakan saraf. Tetapi di tangan seorang ahli bedah yang benar-benar berpengalaman, risiko bisa minimal." (Ism)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup