5 CEO di Lingkaran Kabinet Kerja Jokowi-JK

Reporter : Syahid Latif
Senin, 27 Oktober 2014 12:13
5 CEO di Lingkaran Kabinet Kerja Jokowi-JK
Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya untuk menempatkan kalangan profesional di sejumlah posisi menteri perekonomian.

Dream - Kabinet baru Presiden Joko Widodo akhirnya resmi terbentuk. Sebanyak 34 orang dari berbagai latar belakang dipilih untuk mengisi jabatan menteri dari kabinet kerja.

Politikus, birokrat, dan profesional bersatu untuk mewujudkan ambisi Joko Widodo sebagai presiden ketujuh Indonesia.

Kiprah para eksekutif dari perusahaan pemerintah tampaknya menarik perhatian Jokowi. Sejumlah nama CEO atau mantan direktur ditarik untuk mengisi posisi strategis Kabinet Kerja Jokowi.

Dari penelusuran Dream.co.id, berikut adalah lima orang menteri dengan latar belakang profesional murni:

(Ism)

1 dari 5 halaman

1. Arief Yahya

Jabatan: Menteri Pariwisata
Jabatan Sebelumnya: CEO PT Telkom Indonesia Tbk

Di kalangan pebisnis, nama Arief Yahya sudah dikenal luas. Dialah orang nomor satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Jabatan Direktur Utama digenggamnya sejak Mei 2012.

Meski berlatar belakang pengusaha di sektor industri telekomunikasi, Jokowi mempercayakan posisi Menteri Pariwisata kepada pria kelahiran Bayuwangi, 2 April 1961.

Penghargaan sebagai tokoh marketing terbaik 2013 yang diberikan disela MarkPlus Conference 2014 tampaknya menjadi pertimbangan Jokowi.

" Seperti diketahui, beliau adalah CEO PT Telekomunikasi Indonesia. Seorang profesional. Beliau juga penerima anugerah marketer of the year 2013," ujar Jokowi saat pengumuman kabinet barunya di Istana Presiden.

Sejumlah penghargaan juga digenggam Arief Yahya yang menapaki karirnya di perusahaan telekomunikasi pemerintah ini. Arief masuk dalam daftar 25 Business Future Leader versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012. (Ism)

 

2 dari 5 halaman

2. Ignatius Jonan

2. Ignatius Jonan

Jabatan: Menteri Perhubungan
Karir terakhir: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia

Pria yang semakin terkenal usai foto tidurnya di salah satu gerbong kereta api membawa Ignatius Jonan melenggang sebagai orang nomor satu kementerian Perhubungan.

Karir Pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 ini dihabiskan sebagai seorang profesional. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada 2009, Jonan sudah malang melintang di dunia keuangan.

Posisi puncak sebagai Managing Director Citibank/Citigroup pernah dipegangnya pada 2006-2009. Karirnya memang diawali di perusahaan keuangan multinasional ini. Pada 199-2001, Jonan pernah menjabat posisi sebagai direktur.

Jonan sempat kembali ke Indonesia dengan usai ditawari jabatan sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Inilah induk usaha dari perusahaan sekuritas Bahana Securities dan perusahaan keuangan lain dibawahnya. (Ism)

 

3 dari 5 halaman

3. Rudiantara

3. Rudiantara

Jabatan: Menteri Komunikasi dan Informatika
Karir: Komisaris PT Indosat Tbk

Malang melintang di dunia usaha pelat merah, Rudiantara akhirnya didapuk menjabat posisi menteri di pemerintahan Jokowi-Kalla. Pria lulusan Universitas Padjajaran ini sudah malang melintang di sektor telekomunikasi Indonesia.

Pernah berkarir di anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk, PT Telkomsel, kerja keras Rudiantara mengantarkannya menjadi direksi PT Exelcomindo Pratama yang berganti menjadi XL Axiata.

Sukses di dunia telekomunikasi, Rudiantara beralih haluan ke sektor lain. Masih di lingkaran perusahaan pemerintah, Rudiantara pernah menjabat posisi strategis di PT Semen Gresik Tbk (Wakil Dirut) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Wakil Dirut), CEO Bukit Asam Transpacific Railways, dan PT Rajawali Asia Resources.

Jelang penunjukan ini, jabatan terakhir yang dipegang Rudiantara adalah komisaris PT Indosat Tbk. (Ism)

 

4 dari 5 halaman

4. Rachmat Gobel

4. Rachmat Gobel

Jabatan: Menteri Perdagangan
Karir profesional: Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia

Siapa tak kenal produk Panasonic? Dibalik nama produk elektronik terkenala di tanah air itu, terselip nama Rahmat Gobel. Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1962 inilah yang pewaris tahta perusahaan keluarga Gobel yang didirikan ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.

Usai mengenyam pendidikan di Jepang, Rachmat Gobel kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT. National Gobel (sekarang PT Panasonic Manafacturing Indonesia) pada tahun 1989. Dua tahun kemudian, Rachmat resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi perusahan tersebut.

Tak lama berselang, jabatan Wakil Presiden Direktur PT National Gobel dan Presiden Direktur PT. National Panasonic Gobel (sekarang PT.Panasonic Gobel Indonesia).

Kenyang dengan pengalaman di jajaran direksi, terhitung mulai 2002 Rachmat didaulat menjadi Komisaris PT. National Gobel (sekarang PT. Panasonic Manufacturing Indonesia). Dua tahun berselang, posisi Komisaris Utama PT. Panasonic Gobel Indonesia juga digenggamnya.

Diantara para menteri dari kalangan profesional, Rahmat Gobel mungkin satu-satunya yang pernah terjun ke dunia birokrasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengangkatnya sebagai anggota Komite Inovasi Nasional (KIN). (Ism)

5 dari 5 halaman

5. Susi Pudjiastuti

5. Susi Pudjiastuti

Jabatan: Menteri Kelautan dan Perikanan
Karir profesional: PT ASI Pudjiastuti, PT ASI Pudjiastuti Aviation

Tak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) bukan alasan bagi Susi Pudjiastuti untuk memiliki masa depan lebih baik. Kerja keras dan kemampuan bisnis yang terus diasah membawa Susi penjadi pemilik dari beberapa perusahaan dari berbagai sektor.

Jika menyebut nama Susi, semua pikiran akan tertuju pada maskapai penerbangan perintis Susi Air. Lewat bendera PT ASI Pudjiastut Aviation, Susi mengembangkan bisnis penyewaan pesawat sekaligus penerbangan perintis di Jawa Barat.

Selain penerbangan, Susi juga menjadi pemilik dari bisnis perikanan lewat bendera PT ASI Pudjiatuti Marine Product.

Keberhasilan Susi di sektor bisnis tidaklah terjadi dalam semalam. Susi harus merasakan beratnya menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada 1983. Namun disinilah pijakan Susi di sektor bisnis makin terasah.

Untuk pertama kalinya pada 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan bernama PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Produk unggulan adalah lobster dengan merek Susi Brand. Dari sinilah bisnis Susi terus melebar ke berbagai sektor usaha. (Ism)

Beri Komentar