Pecahkan Rekor Baru, Pengunjung MUFFEST 2020 Tembus 50 Ribu Orang

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 23 Februari 2020 22:12
Pecahkan Rekor Baru, Pengunjung MUFFEST 2020 Tembus 50 Ribu Orang
Gelaran MUFFEST 2020 resmi berakhir.

Dream - Gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 memecahkan rekor ini. Selama pelaksanaan, jumlah pengunjung mencapai 54.671 orang dengan nilai traksaksi mencapai Rp43,7 miliar ditopang oleh transaksi business to business (B2B)

" Pengunjung MUFFEST 2020 mencapai 54.671 orang, ini merupakan rekor dengan transaksi Rp43,7 miliardalam bentuk transaksi retail. Kami optimis MUFFEST sebagai lokomotif industri fesyen Tanah Air," ujar Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Salah, saat penutupan MUFFEST 2020 di Jakarta, Minggu 23 Februari 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam, mengapresiasi kesuksesan yang ditorehkan MUFFEST 2020. Dia berharap cita-cita Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen mulsim dunia 2025 dapat terwujud.

Dalam sesi penutupan, tampil sejumlah koleksi dari empat kenamaan. Selain itu acara juga dimeriahkan aksi Tiktok oleh desainer Hanni Hananta.

Fashion show diawali dengan pameran koleksi desainer ternama Itang Yunasz yang berkolaborasi dengan PT. Gistex. Dilanjut dengan Ivan Gunawan dengan karya Privilage Modest.

Kemudian " Generasi Micin" karya Hanni Hananto. Ditutup oleh Irana la Parle Heritage dengan karya Mandalika.

Laporan: Rifani Indriani

1 dari 4 halaman

Ayu Dyah Andari Tampilkan Oase di MUFFEST 2020

Dream - Beberapa tahun terakhir, tema rustic begitu digandrungi. Tema ini diterjemahkan dalam desain, motif dan warna di berbagai hal.

Seperti yang terlihat di koleksi terbaru Ayu Dyah Andari. Bertajuk Oase, Ayu memilih warna rustic dan natural seperti broken white, smokey white, cream, champagne serta pale green.

Kelima warna tersebut merepresentasikan suasana di gurun pasir. Sedangkan unsur air pada Oase digambarkan dengan sosok wanita yang akan mengenakan koleksi ini.

Ayu Dyah© dream.co.id

" Oase merupakan daerah paling subur di gurun pasir karena adanya air. Di sini air diwujudkan dengan wanita cantik dan stylish. Di mana ada mereka akan memberi cahaya," ujar Ayu dalam Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020 di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu kemarin.

Meskipun koleksi ini menggunakan warna netral, tetapi detailnya beragam. Mulai dari detail 3D embroidery yang membentuk tatanan kristal dessert rose, serta penggunaan material nylon dyed untuk merepresentasikan gelombang pasir.

Ayu Dyah© dream.co.id

" Detailnya 12 atau 13 look dengan detail full handmade bordir. Sedangkan untuk wedding finale pakai taburan Swarovski. Pada ready to wear, aku tata kain perca menjadi kristal dessert of rose yang seperti bunga," jelasnya.

Ayu Dyah© dream.co.id

Koleksi ready to wear bergaya Victorian ini menggunakan bahan katun cupra Jepang dan jacquard. Pagelaran yang dipenuhi warna lembut ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Fenita Arie sebagai muse.

2 dari 4 halaman

Daun Semanggi dan Peta Jakarta Tampil di Koleksi ETU

Dream - Desain pada busana tak melulu soal keindahan. Ada pula yang menjadikannya sebagai wadah menuangkan gagasan seni sekaligus melestarikan sejarah.

Seperti yang dilakukan brand modest wear ETU di ajang Muslim Fashion Festival 2020. Lewat koleksinya bertajuk The Clover Code, brand ini menjadikan daun semanggi dan peta Jakarta sebagai motif dominan.

Desainer Restu Anggraini membuat koleksi yang menggambarkan kisah historis daun semanggi sebagai ikon serta identitas Jakarta.

ETU© dream.co.id

" ETU terinspirasi dari kekayaan historis Indonesia, yaitu pembangunan Kota Jakarta dan daun semanggi, the clover yang dipilih Soekarno sebagai salah satu ikon yang memiliki arti persatuan bangsa," ujar perwakilan brand ETU, Rahma, di JCC, Jakarta, Jumat 22 Februari 2020.

Penggambaran Jakarta ini ditunjukkan dengan motif peta kota yang subtil dan daun semanggi. Kedua motif ini dituangkan pada bahan satin, tulle serta organza dengan detail printing, plisket, ruffles, drapery dan billowing sleeves.

ETU© dream.co.id

Koleksi berupa padu padan celana panjang dan dress berpotongan lurus ini didominasi warna moss green, abu-abu gelap, putih gading, weathered espresso, light gold serta evening sand.

Pada pagelaran koleksinya, brand milik Restu Anggraini menjadikan salah satu influencer hijab asal AS, Summer Elbarcha sebagai musenya.

3 dari 4 halaman

Paduan Cantik Gaya Edgy dan Anggun Khas Urban Ala KAMI di MUFFEST 2020

Dream - Turut memeriahkan Muslim Fashion Festival 2020, brand modest wear KAMI menghadirkan koleksi terbarunya, Cadiya. Tema tersebut diambil dari kata Arkadia, berarti orang yang simple dan bahagia.

Dalam koleksi ini, KAMI menggunakan dua elemen, yaitu garis dan bunga melati.

" Bunga melati adalah bunga yang very common tapi kepakai di ritual budaya atau keagamaan. Wanginya juga khas. Jadi, kami ingin menggambarkan sesuatu yang simple tapi bagus juga," tutur Creative Director dan Co-Founder KAMI, Nadya Karina, di JCC, Jakarta, Sabtu 20 Februari 2020.

KAMI Cadiya© dream.co.id

Koleksi ini menggabungkan motif garis vertikal yang terkesan kaku dan penuh energi dengan horizontal yang memiliki rasa ruang dan istirahat.

KAMI Cadiya© dream.co.id

Cadiya hadir dengan gaya urban modest wear yang merupakan gabungan dari edgy look dan kesan anggun.

KAMI Cadiya© dream.co.id

Potongannya simple dan asimetris, ditambah dengan detail bordir serta payet di beberapa sisi. Seluruh artikel yang ditampilkan terdiri dari atasan, bawahan, outer serta dress.

Warna yang dipilih untuk koleksi ini yaitu natural dan hangat, seperti terracota, salmon, beige serta navy pada 14 koleksinya.

KAMI Cadiya© dream.co.id

" Kami juga memasukkan warna hijau tosca seperti packaging Wardah Exclusive Series ke koleksi kami dengan muse Dhini Aminarti," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Neelakurinji, Inspirasi Barli Asmara dari Bunga Langka India Untuk MUFFEST 2020

Dream - Desainer Barli Asmara menggebrak catwalk Muslim Fashion Festival 2020 dengan koleksinya bertajuk Neelakurinji. Koleksi ini merupakan ekspansi dari karya Barli yang pernah ditampilkan di ajang Jakarta Fashion Week 2019 bertajuk Dehaliya 1 dan 2.

Dalam menghadirkan Neelakurinji, Barli mengaku terinspirasi dari bunga langka yang tumbuh di India. Dia lalu menuangkannya dalam sketsa modest wear terbarunya.

" Neelakurinji ini adalah kumpulan 12 bunga yang hidup di India dan hanya tumbuh 12 tahun sekali," ujar Barli dalam MUFFEST 2020 di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu 22 Februari 2020.

Neelakurinji© dream.co.id

Sebelum menentukan tema, terlebih dulu Barli mengumpulkan cerita dan sejarah India. Mulai dari lagu, film, warna, tata pakaian, agama, cara bicara dan lain-lain yang akhirnya membawanya pada Neelakurinji.

Neelakurinji terdiri dari 13 koleksi bergaya feminin dengan kumpulan warna pastel seperti dusty pink, ice blue, ice mint, beige dan semi gold. Warna-warna romantis ini diklaim sedang tren di kalangan hijabers.

Barli Asmara© dream.co.id

Barli menghadirkan pakaian bersiluet romantis dengan sentuhan bahan tule, organza dan bordir tipis. Kali ini, ia tidak menambahkan setail aksesoris atau payet.

Lewat koleksi ini, Barli mencoba membuat pakaian yang lebih simple dan tetap memikat. " Saya diarahkan oleh manajemen untuk nggak takut dengan baju yang kosong, simple dan polos," ucap Barli.

Dalam pagelaran 13 koleksi bergaya romantis ini, Barli menggandeng Dewi Sandra sebagai muse. Aktris sekaligus penyanyi berhijab itu memakai pakaian berwarna pink.

Beri Komentar