Pembiayaan Syariah Mulai Bersaing dengan Bank Konvensional

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 21 Mei 2021 18:33
Pembiayaan Syariah Mulai Bersaing dengan Bank Konvensional
Masih adanya margin pembiayaan yang tinggi bukan dikarenakan prinsip syariah yang dijalankan oleh bank. Buktinya Bank Syariah Indonesia sudah bisa bersaing dengan bank konvensional.

Dream – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan pembiayaan syariah mampu bersaing dengan lembaga keuangan  konvensional. Salah satu keunggulan pembiayaan syariah aalah tingkat marjin yang semakin membaik,

Bahkan KNEKS melaporkan bank syariah besar seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk sudah bisa bersaing dengan bank konvensional dalam memberikan marjin kepada nasabahnya.

“ Perlu dilihat lagi. Tingkat marjin pembiayaan syariah saat ini sudah kompetitif, terutama di bank besar,” kata Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat 21 Mei 2021.

Emir menjelaskan, masih adanya margin pembiayaan di bank syariah yang cukup tinggi bukan dikarenakan sistem bisis yang dijalankan. Penentuan marjin lebih berpatokan kepada aspek ekonomi seperti ukuran atau size dari bank syariah dan struktur dana pahak ketiga yang mungkin masih banyak berasal dari dana-dana mahal seperti deposito.

1 dari 2 halaman

Pembiayaan Syariah Lebih Mahal?

Baru-baru ini, Ustaz Yusuf Mansur (UYM) yang juga investor saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) mengkritik perbankan syariah yang masih menawarkan pembiayaan yang cukup tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Hal ini dinilai menyebabkan pembiayaan di perbankan syariah sulit untuk diakses oleh masyarakat luas. Padahal, bank syariah harusnya bisa menyentuh lapisan masyarakat bawah.

“ Ini baru permulaan, saya mau buka mahalnya pembiayaan dibandingkan konvensional, biar masyarakat melek,” kata dia dalam keterangan lewat akun Instagram, @yusufmansurnew.

2 dari 2 halaman

Bank Syariah Perlu UBah Mode Operasional

Terkait komentar Yusuf Mansur, Emir tak mau mengomentarinya secara langsung. Namun, di luar itu masih banyak ulama yang menganjurkan untuk mendukung perbankan syariah. Bank, lanjut dia, adalah entitas yang sangat penting dalam perekonomian. Namun, yang kurang sesuai dari bank konvensional adalah model operasinya yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh syariah.

“ Oleh karena itu, yang perlu diubah adalah mode operasi banknya. Itulah alasan kenapa muncul bank syariah di dunia,” kata dia.

Mahal, lanjut Emir, adalah deskiripsi sempit dalam menilai kinerja bank syariah. Emir menyarankan untuk memilih bank syariah untuk menghindari riba dan unsur-unsur lain yang dilarang syariah.

“ Itu bagian dari syariat Islam. Pilihan kita mesti sesuatu yang baik menurut kacamata Allah SWT. Itu yang harusnya menjadi perhatian utama dalam memilih bank syariah,” kata dia.

Beri Komentar