Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang datang ke Indonesia selama tahun 2015 akhirnya terungkap. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan setidaknya ada 9,73 juta pelancong yang berkunjung ke tanah Nusantara tahun lalu.
Dengan pencapaian itu, target 10 juta Wisman yang dipancangkan pemerintah selama tahun 2015 meleset.
BPS, dalam laporannya yang dipublikasikan Senin, 1 Februari 2016, sebetulnya menyebutkan 10,41 juta kunjungan penduduk mancanegara ke Indonesia. Namun, sebanyak 370,9 ribu kunjungan warga negara asing hanya memasuki wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas dan 306,5 ribu kunjungan singkat WNA.
Jelang penutupan akhir tahun lalu, jumlah kunjungan Wisman pada Desember 2015 mencapai 913,8 ribu kunjungan. Artinya ada penurunan sebesar 0,16 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Desember 2014 yang tercatat sebanyak 915,3 ribu kunjungan.
Namun dibandingkan sebulan sebelumnya, kedatangan pelancong ini naik sebesar 17,46 persen.
Bandara Ngurah Rai Bali masih menjadi pintu masuk terbanyak yang dilalui Wisman dengan kenaikan 6,65 persen dibandingkan Desember 2014, atau sebanyak 363,8 ribu kunjungan.
Selama berwisata di Tanah Air, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Desember 2015 tercatat sebesar 1,83 hari, terjadi penurunan 0,08 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2014.
Bersyukur, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai rata-rata 57,25 persen atau naik 7,12 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2014 yang tercatat sebesar 50,13 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya