Pemerintah Memberikan Pengamanan Berlapis Untuk Seleksi CPNS Tahun Ini.
Dream – Pemerintah memastikan pelaksanaan seleksi CPNS 2018 akan berjalan tertib serta tidak ada celah bagi pihak yang curang dan calon. Tak ada yang lolos seleksi karena 'titipan'. Pemerintah juga meminta peserta seleksi CPNS mempersiapkan diri dengan baik.
“ Pengamanan dilakukan berlapis. Seleksi ini sangat transparan, dan lepas dari intrik-intrik,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmadja, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 2 Oktober 2018.
Setiawan mengatakan kerahasiaan soal-soal CPNS 2018 terjamin dengan pengamanan yang ketat dan berlapis. Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018 telah memiliki puluhan ribu bank soal yang dienkripsi dan dikunci oleh tiga lembaga negara.
Untuk membuka, harus dilakukan oleh tiga lembaga tersebut, tidak bisa hanya oleh satu instansi. Misalnya, Kementerian PANRB sebagai salah satu pemegang kunci, tidak bisa membuka soal itu sendiri, tetapi harus bersama dengan instansi pemegang kunci lainnya.
“ Kami menjaga kerahasiaan soal dengan sistem ini sudah teruji,” kata dia.
Apalagi, tambah Setiawan, saat akan melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), soal akan diacak. Dipastikan, peserta satu dengan lainnya yang bersebelahan, depan dan belakangnya akan mengerjakan soal yang berbeda.
Begitu peserta selesai mengerjakan soal, dan menekan tombol ‘selesai’, jawaban juga akan dikunci dan nilai langsung muncul saat itu juga. Sistem digital seperti ini, tidak memungkinkan adanya calo. “ Jelas tidak ada celah untuk transaksi di sana,” kata dia.
Pengamanan tidak berhenti pada penguncian bank soal. Di lokasi tes, ada pengamanan berlapis yang disiapkan panitia untuk mencegah berbagi bentuk kecurangan. Lapis pertama adalah tempat para peserta menunggu ujian yang akan diawasi oleh panitia.
Pengamanan lapis ke dua ada di ruangan untuk penjelasan CAT. Saat masuk ke ruangan lapis ke dua ini, panitia atau pengawas melakukan penggeledahan terhadap peserta. Kalau ada peserta yang membawa alat-alat pasti ketahuan. Sebagai contoh, tahun lalu ada yang ketahuan membawa jimat dan lain-lain. Mereka langsung di-black list.
Pada lapis ke tiga, sebelum masuk ruang ujian, peserta kembali diperiksa identitasnya untuk memastikan tidak ada kecurangan. “ Dengan sistem ini, tes ini sangat transparan dan lepas dari intrik-intrik,” kata dia.