PHK di Awal Tahun, McDonald Siap Pecat Ribuan Karyawan

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 23 Januari 2023 20:48
PHK di Awal Tahun, McDonald Siap Pecat Ribuan Karyawan
Raksasa gerai makanan itu akhirnya limbung.

Dream – Semuanya berawal dari kisah pria seorang sales penjual mesin susu kocok atau milkshake. Di tahun 1954, pria itu harus mengemudi mobilnya menyusuri negara bagian di Amerika Serikat, untuk menawarkan produknya.

Pria itu adalah Ray Kroc. Usianya sudah setengah abad. Ia harus menyusuri aspal jalanan untuk berkujung ke satu restoran demi restoran untuk menawarkan mesin milkshake yang dia jual.

Kisah itu memang merupakan awal pembuka film “ The Founder” yang dirilis pada tahun 2017. Film itu merupakan kisah nyata sejarah pendiri bisnis waralaba McDonald’s.

Film berdurasi 115 menit tersebut berhasil mendapat rating 7,2/10 di situs IMDb. Sementara di Rotten Tomatoes, film “ The Founder” juga mendapat rating cukup tinggi sebesar 81 persen dengan skor audiens 82 persen.

Film “ The Founder” keluaran tahun 2017© iMDB

(Film “ The Founder” keluaran tahun 2017/iMDB)

Film itu diawali kisah seorang sales bernama Ray Kroc yang bertugas menjual mesin milkshake ke berbagai restoran. Selama berjualan, tak jarang ia menerima penolakan dan gagal mendapatkan pelanggan.

Karena pekerjaannya, ia jadi sering mengunjungi beberapa restoran kecil dan diam-diam mengamati cara kerja mereka. Dari pengamatannya, Ray berpendapat kalau cara kerja mereka tidak efektif karena waktu penyajian yang relatif lama, bahkan kadang salah membuat pesanan.

Suatu hari, saat menelepon ke kantor pusat, Ray Kroc tiba-tiba mendapat informasi ada pesanan 6 mesin milkshake dari sebuah restoran di San Bernardino, California.

Alih-alih senang, Ray yakin kalau restoran itu pasti salah pesan, karena menurutnya tidak mungkin ada orang yang memesan 6 mesin milkshake sekaligus.

Ray Kroc saat menjual mesin milkshake di kenyataan dan film© History and Hollywood

(Ray Kroc saat menjual mesin milkshake di kenyataan dan film/History and Hollywood)

Saat Ray menghubungi restoran tersebut, pihak restoran mengatakan bahwa mereka memang salah pesan. Mereka tidak bermaksud memesan 6 mesin milkshake, tapi 8 mesin sekaligus.

Antara senang dan penasaran, Ray pun berangkat ke restoran yang bernama McDonald's tersebut. Di sana, Ray merasa takjub karena cara kerjanya sangat berbeda dengan kebanyakan restoran yang biasa ia kunjungi selama ini.

Di McDonald's, pesanan dibuat dengan cepat sehingga pembeli tidak menunggu terlalu lama. Makanannya pun disajikan dalam kemasan sekali pakai sehingga sangat praktis.

Ray pun akhirnya bertemu dengan pemiliknya yang ternyata adalah kakak adik bernama Mac dan Dick McDonald.

Dari cerita adik kakak itu saat dijamu Ray makan malam, dia tahu dua bersaudara itu awalnya membuka bioskop tapi gagal. Saat gagal, mereka melihat ada satu industri yang tetap laku bahkan saat ekonomi lesu: makanan.

Mereka pun membuka restoran di San Bernardino, California. Awalnya mereka membuka restoran dengan menu banyak. Tapi yang terjadi adalah banyak salah pesan. Perlengkapan makan seperti sendok dan piring juga sering hilang.

Atas usul Dick McDonald, mereka kemudian memutuskan menjual tiga jenis makanan yang paling banyak dipesan. Yaitu soda, hamburger, dan kentang goreng.

Rupanya resep itu sukses. Tapi saat sukses, Dick dan Mac malah menutup restorannya untuk sementara waktu. Mereka kemudian membawa karyawannya ke lapangan tenis. Di sana mereka mengambar denah dapur. Tujuannnya untuk menciptakan sebuah sistem pelayanan makanan yang cepat dan efisien.

Setelah berkali-kali salah, karena terjadi benturan fisik antar karyawan bekerja, Dick menemukan sistem memasak makanan yang cepat, dengan mengatur meja dan ruang pembakaran daging hamburger dengan sempurna sehingga mereka dapat cepat melayani. Waktu yang dibutuhkan saat memasak dan mengantar layanan hanya 3 menit.

Sistem ini disebut Dick “ Speedee System.” Maka restoran McDonald mereka dipugar, untuk mengatur tata letak dapur seperti yang mereka gambar di lapangan tenis. Akhirnya bisnis itu sukses berat.

Restoran McD pertama milik McDonald bersaudara© Histroy and Hollywoood

(Restoran McD pertama milik McDonald bersaudara/History and Holywood)

Setiap pesanan pembeli bisa diberikan kurang dari 3 menit sejak membayar makanan. Makanan bisa dimakan di mobil, dibawa pulang, atau makan di bangku yang disediakan di sekitar restoran.

Ray Kroc takjub. Akhirnya dia mengajak Dick dan Mac McDonald berbisnis bersama. Membuat usaha waralaba McDonald agar menyebar di seluruh negeri.  Awalnya Dick ragu. Karena dia sudah mencoba waralaba tapi baru empat restoran bubar karena standar  kualitas makanan sulit dipenuhi.

Tapi Ray masih ngotot menjadikan McDonald's sebagai bisnis waralaba. Tak hanya itu, McDonald's juga akan didesain menjadi restoran yang ramah keluarga untuk menarik pelanggan.

Meski awalnya ragu, Mac dan Dick akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Ray Kroc.

Maka sejak itu pula McDonald berkembang pesat, Dan kini menjadi salah satu waralaba makanan cepat saji tersukses di dunia

Jumlah restorannya kini ada 40.031 yang tersebar di seluruh dunia. Area yang dilayani ada di lebih dari 160 negara.

Pada kuartal ketiga tahun 2022, McDonald's melaporkan pendapatan sebesar U$ 5,8 miliar atau Rp 87 triliun turun dari U$ 6,2 miliar atau Rp 93 triliun pada periode yang sama tahun 2021.

McDonald's memiliki sekitar 200.000 staf perusahaan dan pekerja di restoran milik perusahaan pada akhir tahun 2021, menurut laporan tahunan terbarunya. Lebih dari 75 % dari mereka berbasis di luar Amerika Serikat. Lebih dari dua juta orang bekerja di lokasi waralaba McDonald's di seluruh dunia.

***

Namun tahun 2023 dimulai dari kabar yang tidak begitu baik bagi karyawan McDonald.

Chief Executive Officer atau CEO McDonald's Chris Kempczinski telah mengungkapkan rencana untuk memangkas karyawan perusahaan awal tahun ini untuk membantu pertumbuhan bisnis.

Dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada staf pada hari Jumat, 6 Januari 2023, bos raksasa makanan cepat saji itu mengatakan akan ada 'diskusi dan keputusan yang sulit di depan' dan memperingatkan bahwa perusahaan menjadi tidak fokus.

“ Kami memiliki 70 versi yang berbeda dan berbeda dari sandwich ayam renyah di seluruh dunia,” dia menulis. “ Saya tidak membutuhkan 70 jenis  yang berbeda dari sandwich ayam.”

McDonald's mempekerjakan sekitar 200.000 orang di seluruh dunia dalam peran korporat dan restoran milik perusahaan, dengan sekitar 75 persen di antaranya berlokasi di luar AS.

CEO McDonald, Chris Kempczinski© Fox Business

(CEO McDonald, Chris Kempczinsk?Fox Business)

Kempczinski mengatakan bahwa rantai waralaba makanan raksasa tersebut akan mulai mem-PHK karyawan pada bulan April 2023.

Berita itu muncul saat sejumlah perusahaan besar -terutama di sektor teknologi- mengumumkan pemutusan hubungan kerja massal di tengah kekhawatiran AS akan terjerumus ke dalam resesi tahun ini.

CEO  McDonald's Chris Kempczinski telah bergabung dengan perusahaan tersebut sejak 2015 setelah sebelumnya menjadi eksekutif di Kraft Foods

Restoran burger yang berkantor pusat di Chicago itu mengoperasikan 40.000 restoran di lebih dari 160 negara dengan total dua juta staf di gerai waralaba. Sekitar 13.000 lokasi tersebut berada di Amerika Serikat.

CEO juga menulis dalam suratnya: “ Hari ini, kita dibagi menjadi bingung dengan pusat, segmen, dan pasar.” Memo itu sendiri berjudul “ Accelerating the Arches 2.0.”

Dia melanjutkan: “ Pendekatan ini sudah ketinggalan zaman dan membatasi diri - kami mencoba untuk memecahkan masalah yang sama beberapa kali, tidak selalu berbagi ide dan lambat untuk berinovasi.”

Kempczinski juga menuntut perusahaan mempercepat laju pembukaan restoran baru untuk memenuhi permintaan.

Karyawan McDonald© McD Corp

(Karyawan McDonald/Mcd Corp)

Dalam sebuah wawancara tentang pemutusan hubungan kerja itu dengan The Wall Street Journal, Kempczinski berkata, " Beberapa pekerjaan yang ada saat ini akan dipindahkan atau pekerjaan itu akan hilang."

Dia kemudian memberi tahu Journal bahwa perusahaan tidak memiliki sejumlah pekerjaan yang diharapkan akan dihentikan atau uang yang perlu disimpan.

Pertumbuhan McDonald's di seluruh dunia terhenti karena kenaikan mata uang dolar dan invasi Rusia ke Ukraina. Baru-baru ini, perusahaan mengumumkan menarik diri dari Kazakhstan, yang berbatasan dengan Ukraina, karena masalah pasokan akibat perang.

Setelah invasi, McDonald's adalah salah satu dari banyak perusahaan Barat yang berjanji untuk meninggalkan Rusia. Restoran ini pertama kali dibuka di Moskow pada 32 tahun lalu, dianggap sebagai tanda signifikan mencairnya Perang Dingin.

Kempczinski juga menulis dalam surat kepada staf: “ Meskipun ada banyak hal yang bisa kami banggakan, Anda juga memberi tahu kami bahwa masih ada lagi yang bisa kami lakukan. Kami tampil di level tinggi, tapi kami bisa melakukan lebih baik lagi.”

Pada hari surat itu bocor, saham McDonald's naik dua persen dan perusahaan diharapkan untuk mempublikasikan pendapatan kuartal keempatnya pada 31 Januari.

Pada kuartal ketiga tahun 2022, McDonald's melaporkan pendapatan sebesar U$ 5,8 miliar turun dari U$ 6,2 miliar pada periode yang sama tahun 2021.

Biasanya, restoran cepat saji berhasil dengan baik selama masa kesuraman ekonomi karena konsumen berusaha menghemat uang.

McDonald's melihat tanda-tanda pertumbuhan pada tahun 2022 karena harga barang-barang pokok dinaikkan, perusahaan juga beradaptasi dengan pandemi Covid-19 dengan berinvestasi pada pengiriman.

Restoran McDonald© Mcd Indonesia

(Restoran McDonald/McD Indonesia)

Pada saat yang sama memo Kempczinski dikirim, para pekerja menghapus branding dari gerai McDonald's di kota terbesar di Kazakhstan, Almaty.

" Itu adalah salah satu tempat terindah di mana saya biasa menghabiskan waktu bersama teman-teman saya," kata penduduk setempat Karina.

“ Saya ragu ada perusahaan lain yang mampu bersaing dengan McDonald's di Kazakhstan saat ini karena tidak ada rantai makanan cepat saji lain yang dapat meniru menu yang dimiliki McDonald's dengan harga yang sama,” ujarnya.

Banyak bisnis Kazakhstan menghadapi masalah pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi Barat terhadap Moskow yang mengikutinya. Tetangga Rusia adalah mitra dagang utama Kazakhstan. Juga pada hari itu, operator restoran McDonald's Jepang mengumumkan kenaikan harga ketiganya dalam waktu kurang dari setahun.

McDonald's Holding Corp Jepang mengatakan akan menaikkan harga sekitar 80 persen menu mulai 16 Januari, mengutip fluktuasi mata uang serta melonjaknya biaya bahan, tenaga kerja, transportasi, dan energi.

***

PHK McDonald karenanya mengingatkan banyak orang pada Ray Kroc dalam film kisah nyata berjudul “ The Founder” yang tayang enam tahun lalu.

Ray Kroc (5 Oktober 1902 - 14 Januari 1984) adalah seorang pengusaha yang membeli McDonald's Corporation pada tahun 1955, dan menjadikan McDonald's sebagai restoran cepat saji terbesar di dunia.

Kroc termasuk salah satu dari 100 orang pendiri dan raksasa industri yang paling berpengaruh versi majalah Time. Kroc juga merupakan pemilik tim baseball San Diego Padres yang berdiri sejak 1974

Tahun kelahiran Ray Kroc adalah masa ketika kegiatan wirausaha mulai berkembang di Amerika Serikat. Ia hidup pada masa yang sama dengan William Durant dan Henry Ford, dua industrialis terkenal AS.

Ketika berumur 15 tahun, Kroc mendaftar sebagai sopir ambulans untuk Palang Merah. Dalam tugas dinasnya, ia bertemu dengan Walt Disney, animator AS, yang ketika itu juga masih berumur 15 tahun. Untuk masuk dalam dinas Palang Merah, keduanya terpaksa membohongi penguji tentang umur mereka, karena batas minimal untuk masuk Palang Merah adalah 17 tahun.

Setelah perang berakhir, Kroc mencoba berbagai usaha untuk mendapatkan uang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi seorang salesman. Barang yang dijualnya adalah gelas kertas yang masih merupakan barang baru ketika itu. Kroc memberikan kontribusi yang sangat besar dalam perkembangan perusahaan ini, ia pun terpilih menjadi salah satu karyawan terbaik di perusahaan. Dalam usahanya menjual gelas kertas, ia bertemu dengan Earl Prince, penemu mixer yang dapat digunakan untuk membuat milkshake.

Pada suatu ketika, penjualan gelas kertas milik perusahaan Kroc menurun sehingga manajemen terpaksa memotong gajinya sekitar 10%. Kroc tidak menerima, karena ia beranggapan bahwa ia bekerja lebih keras dari yang lain—dan memang itu kenyataannya. Merasa takut kehilangan seorang salesman terbaiknya, manajemen pun mengabulkan keinginan Kroc. Namun tak lama kemudian, manajemen malah memotong gaji anak buah Kroc. Kroc berang dan memutuskan untuk keluar dari perusahaan.

Setelah keluar, Kroc berusaha mencari bisnis lain untuk menopang hidupnya. Ia menemui Earl Prince, pria yang pernah ditemuinya ketika berjualan gelas kertas. Kroc kemudian merayu Earl untuk memberinya hak eksklusif untuk memasarkan formula mesin pembuat milkshake buatan Earl. Earl mengabulkannya, dan dalam waktu 15 tahun, Kroc berhasil memasarkan produk ini ke seluruh Amerika.

Ray Kroc menjual mesin milkshake© Alamy

(Ray Kroc awalnya salesman yang menjual mesin milkshake/Alamy)

Ketika menjual mesin pembuat milkshake ini, ia menyadari bahwa pelanggan terbesarnya datang dari sebuah restoran yang berpusat di California, yang dimiliki oleh McDonald bersaudara. Ia pun datang ke California untuk melihat bisnis pelanggannya itu. Di sana, ia menemukan bahwa restoran milik McDonald bersaudara telah berhasil mengadopsi sistem lini perakitan untuk membuat burger dan sandwich mereka.

Namun sang pemilik, yaitu McDonald bersaudara, tidak memiliki keinginan untuk mengembangkannya lebih jauh. Ray Kroc kemudian mengajukan diri untuk menjadi agen waralaba bagi McDonald. Pada tahun 1954, Ray Kroc membuka McDonald's pertamanya di Des Plaines, Illinois.

Pendiri McDonald© WorldBuzz

(Pendiri McDonald/WorrldBuzz)

Setelah menyelesaikan perjanjian waralaba dengan McDonald bersaudara, Kroc mengirim surat ke Walt Disney. Mereka bertemu sebagai petugas ambulans di Old Greenwich, Connecticut selama Perang Dunia I. Kroc menulis,

" Saya baru saja mengambil alih waralaba nasional dari sistem McDonald's. Saya ingin menanyakan apakah mungkin ada peluang untuk McDonald's di Pengembangan Disney Anda" .

Menurut sebuiah sumber, Disney setuju tetapi dengan ketentuan untuk menaikkan harga kentang goreng dari sepuluh sen menjadi lima belas sen, yang memungkinkan dirinya sendiri untung. Kroc menolak menipu pelanggan setianya, membiarkan Disneyland buka tanpa restoran McDonald's.

Untuk meningkatkan profit, Ray Kroc mendirikan Franchise Reality Corporation yang bertugas membeli tanah dan menjualnya ke franchisee McDonald's dengan sistem kredit. Akhir 1961, Ray Kroc mulai merekrut franchisee secara besar-besaran.

Ray Kroc saat membuka cabang McD baru© Guardian

(Ray Kroc membuka gerai McD baru/Guardian)

Strateginya berhasil, profit perusahaan meningkat. Besarnya pendapatan yang didapatkan McDonald's mengakibatkan naiknya saham perusahaan di pasar finansial. Modal yang didapatkannya dari pasar finansial kemudian digunakannya untuk menciptakan kampanye iklan yang berfokus memperkenalkan maskot perusahaan—Ronald McDonald.

Meskipun restoran cepat-saji McDonald's sudah tersebar ke seluruh negeri, Ray Kroc kurang puas dan berniat mengembangkan pasar ke luar negeri. Ia kemudian membuka cabang di lebih dari 65 negara. Di pasar luar negeri, McDonald's menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Misalnya, agar nama restoran mudah diucapkan oleh konsumen Jepang, nama McDonald's diubah menjadi Makudonaldo. Di India dan Timur Tengah, daging babi tidak dimasukan ke dalam menu.

Kroc telah dikreditkan dengan membuat sejumlah perubahan inovatif dalam model waralaba layanan makanan. Yang paling utama di antara mereka adalah penjualan hanya waralaba satu toko alih-alih menjual waralaba teritorial yang lebih besar yang umum di industri pada saat itu.

Kroc menyadari bahwa penjualan lisensi eksklusif untuk pasar besar adalah cara tercepat bagi pemilik waralaba untuk menghasilkan uang, tetapi dia juga melihat dalam praktiknya kerugian dalam kemampuan pemilik waralaba untuk menggunakan kendali atas arah dan arah pengembangan rantai waralaba.

Di atas segalanya, dan sesuai dengan kewajiban kontraktual dengan McDonald bersaudara, Kroc menginginkan keseragaman dalam layanan dan kualitas di antara semua lokasi McDonald's. Tanpa kemampuan untuk mempengaruhi waralaba, Kroc tahu bahwa akan sulit untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan memberikan franchise hak untuk hanya satu lokasi toko pada satu waktu, Kroc dipertahankan untuk franchise beberapa ukuran kontrol atas franchisee, atau setidaknya mereka ingin suatu hari nanti memiliki hak untuk toko lain.

Kebijakan Kroc untuk McDonald's termasuk mendirikan lokasi hanya di daerah pinggiran kota; restoran tidak diizinkan untuk dibangun di pusat kota dan daerah perkotaan karena lebih banyak penduduk miskin dapat masuk dan masuk setelah jam kerja utama selesai.

Restoran harus dijaga kebersihannya dengan baik setiap saat, dan staf harus bersih, terawat dengan baik, dan sopan kepada anak-anak. Makanan harus benar-benar tetap, konten standar dan restoran tidak boleh menyimpang dari spesifikasi dengan cara apa pun. Tidak ada yang sia-sia, Kroc bersikeras; setiap wadah bumbu harus dikikis sampai benar-benar bersih. Tidak ada mesin rokok atau permainan pinball yang diizinkan di McDonald's mana pun.

Selama tahun 1960-an, gelombang rantai makanan cepat saji baru muncul yang meniru model McDonald's, termasuk Burger King, Burger Chef, Arby's, KFC, dan Hardee's. Kroc menjadi frustrasi dengan keinginan McDonald bersaudara untuk mempertahankan sejumlah kecil restoran.

MdDonald bersaudara juga secara konsisten memberi tahu Kroc bahwa dia tidak dapat mengubah hal-hal seperti cetak biru aslinya, tetapi terlepas dari permintaan Kroc, saudara-saudara tidak pernah mengirim surat resmi apa pun yang secara hukum mengizinkan perubahan dalam rantai waralaba tersebut.

Pada tahun 1961, Ray Kroc memutuskan membeli perusahaan itu seharga U$ 2,7 juta atau Rp 40 miliar dari Dick dan Mac McDonald, dihitung untuk memastikan setiap saudara menerima U$ 1,35 juta atau Rp 20 miliar setelah pajak. Mendapatkan dana untuk pembelian itu sulit karena utang yang ada dari ekspansi. Namun, Harry Sonneborn, yang disebut Kroc sebagai " penyihir keuangan" , mampu mengumpulkan dana yang dibutuhkan.

Adegan di film© Youtube

(Adegan di film " The Founder" saat Ray Kroc membeli McD dari McDonald bersaudara/Youtube)

Pada penutupan, Kroc menjadi kesal karena McDonald bersaudara tidak akan mentransfer real estat dan hak atas lokasi asli San Bernardino kepadanya. Saudara-saudara telah memberi tahu Kroc bahwa mereka memberikan operasi, properti, dan semuanya, kepada karyawan pendiri.

Dalam kemarahannya, Kroc kemudian membuka restoran McDonald's baru di dekat restoran McDonald's asli, yang telah berganti nama menjadi " The Big M" karena saudara-saudara telah lalai mempertahankan hak atas nama tersebut. " The Big M" ditutup enam tahun kemudian.

Ray Kroc juga ingkar atas bagian dari janji pembelian McDonald. Saat itu  Kroc berjanji, berdasarkan perjanjian jabat tangan, untuk melanjutkan royalti tahunan 1% dari perjanjian awal. Tetapi ini dia ingkari.

Kroc mempertahankan jalur perakitan " Sistem Layanan Speedee" untuk persiapan hamburger yang diperkenalkan oleh McDonald bersaudara pada tahun 1948. Dia menstandarkan operasi, memastikan setiap burger memiliki rasa yang sama di setiap restoran. Dia menetapkan peraturan yang ketat pada franchisee tentang cara pembuatan makanan, ukuran porsi, metode dan waktu memasak, serta pengemasan.

Kroc juga menolak langkah-langkah pemotongan biaya seperti menggunakan bahan pengisi kedelai dalam roti hamburger. Aturan ketat ini juga diterapkan pada standar layanan pelanggan dengan mandat sedemikian rupa sehingga uang dikembalikan kepada klien yang pesanannya tidak benar atau kepada pelanggan yang harus menunggu lebih dari lima menit untuk makanan mereka.

Pada saat kematian Kroc tahun 1984, jaringan McDonald tersebut memiliki 7.500 gerai di Amerika Serikat dan di 31 negara dan wilayah lain. Total penjualan seluruh sistem restorannya mencapai lebih dari U$ 8 miliar atau Rp 120 triliun pada tahun 1983, dan kekayaan pribadinya berjumlah sekitar U$ 600 juta atau Rp 9 triliun.

Pemogokan karyawan McD menuntut kenaikan upah di Inggris© Guardian

(Pemogokan karyawan McD menuntut kenaikan upah di Inggris/Guardian)

Kini di awal tahun 2023, CEO MdDonald Chris Kempczinski menyatakan akan melakukan pemecatan karyawan. Ia tak menyebut berapa orang yang akan dipecat, namun sudah pasti akan terjadi pada April 2023. Ini mungkin ironisnya waralaba terbesar dunia ini. Mungkin sama seperti Dick dan Mac McDonald  yang dipaksa menurunkan nama McDonald dari restorannya setelah hak cipta atas nama McDonald dibeli Ray Kroc. Bisnis memang kejam. “ Anjing memakan anjing,” kata Ray seperti dalam film The Founder. (eha)

Sumber: The Founder, CNN Business, Daily Mail, Guardian, CNBC,  Business Today, BBC, New York Times,

Beri Komentar