Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo (kiri) Meminta Pemerintah Untuk Menggarap Pasar Ekonomi Syariah. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Jokowi tak mau Indonesia menjadi target pasar dan produk industri negara lain.
Dikutip dari setkab.go.id, Selasa 6 Februari 2018, Jokowi mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Potensi di sektor ekonomi syariah pun terbilang cukup besar.
“Dengan potensi pasar yang besar di negara kita, kita harus menjadi penggerak utama perekonomian syariah,” kata Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Pleno Komite Nasional Keuangan Syariah, di Kantor Presiden, Jakarta.
Contohnya, di sektor industri keuangan syariah, aset perbankan syariah terus meningkat pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp435 triliun atau sekitar 5,8 persen dari total aset perbankan Indonesia.
Di pasar modal syariah, kata mantan Gubernur DKI itu terus membaik. Jokowi menyebutkan, Indonesia adalah penerbit terbesar untuk international sovereign sukuk, pangsa pasar sukuk telah mencapai 19 persen dari seluruh sukuk yang diterbitkan berbagai negara.
“Selain itu, total aset industri keuangan non bank syariah juga naik 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir ini,” kata dia.
Jokowi mengatakan Indonesia juga punya potensi yang sangat besar untuk mengumpulkan dana sosial keagamaan, seperti dana haji, dana zakat, dan dana wakaf, serta dana infak dan sedekah.
Di sektor riil, ada banyak potensi industri syariah yang bisa dikembangkan dan harus segera digarap mulai dari bidang industri fashion, busana-busana muslim, industri makanan halal, industri farmasi dan juga sektor pariwisata.
“Kita memiliki tingkat konsumsi makanan halal terbesar di dunia. Indonesia masuk lima besar negara dengan konsumsi produk obat-obatan, dan juga kosmetik halal terbesar di dunia. Indonesia adalah pasar terbesar kelima di dunia untuk konsumsi busana muslim” kata dia.
Sementara dalam ekonomi pariwisata, menurut Presien, Indonesia juga menduduki peringkat keempat dengan jumlah kunjungan turis terbanyak dari negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja sama Islam) yang potensinya masih sangat menjanjikan.
“Pengeluaran wisata muslim global 2016 mencapai US$169 miliar atau 11,8 persen dari pengeluaran konsumsi wisata global,” kata dia. (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
