Prinsip Dasar Trading dan Jenis-Jenis Disertai Hukum Trading dalam Islam

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Selasa, 30 November 2021 16:35
Prinsip Dasar Trading dan Jenis-Jenis Disertai Hukum Trading dalam Islam
Setiap jenis trading ada hukumnya masing-masing.

Dream – Seiring perkembangan zaman, maka di saat itu juga teknologi pun turut mengalami kemajuan yang salah satunya di bidang ekonomi. Istilah trading menjadi semakin populer saat ini dan semakin banyak yang tertarik dengan transaksi tersebut dalam upaya mencari peruntungan melalui trading.

Dikutip dari Merdeka.com, berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), dari banyaknya investor, sebagian besar adalah para generasi milenial. Sehingga saat ini semakin banyak dan mudah dijumpai broker yang menawarkan berbagai pelayanan dan fasilitas untuk para investor agar semakin tertarik dengan trading.

Trading adalah suatu proses negosiasi harga antara penjual dan pembeli hingga akhirnya ada kesepakatan di antara keduanya. Transaksi ini bisa diibaratkan jika sahabat Dream sedang ke pasar dan melihat adanya aktivitas jual-beli antara penjual dan pembeli. Namun dalam trading, suatu yang diperjualbelikan adalah berupa mata uang asing, saham, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana hukum trading dalam Islam? Apakah aktivitas ekonomi ini diperbolehkan dalam Islam? Hal inilah yang menjadi pertanyaan bagi sebagian orang, terutama umat Islam. Di mana membutuhkan kejelasan tentang diperbolehkan atau tidaknya trading ini.

Untuk mengetahui bagaimana hukum trading dalam islam, berikut sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian Trading

Pengertian Trading© Pixabay.com

Mungkin dari sahabat Dream ada yang sudah pernah mendengar istilah trading. Apalagi di zaman sekarang ini istilah trading menjadi sangat populer di tengah masyarakat, terutama bagi kamu yang banyak berkecimpung di bidang ekonomi pastinya sudah tidak asing lagi. Tapi, apa sebenarnya trading itu?

Secara umum, trading adalah perdagangan. Di mana sebuah konsep ekonomi dasar dengan adanya penjualan dan pembelian suatu barang maupun jasa. Aktivitas trading ini adalah pertukaran barang dengan menggunakan uang atau membeli sesuatu saja.

Trading dalam pasar keuangan lebih kepada pembelian dan penjualan sekuritas. Dalam hal ini adalah dengan membeli sesuatu yang menggunakan satu harga dan kemudian dijual menggunakan harga lainnya dengan lebih tinggi. Orang yang melakukan trading ini bertujuan untuk bisa menghasilkan uang dengan menjual aset pada harga yang lebih rendah dibandingkan yang dibayarkan.

Biasanya untuk bisa mendapatkan keuntungan dari aktivitas trading, mereka akan lebih sering mengecek atau mengamati kondisi harga di setiap waktu. Apa yang mereka amati adalah berupa tanda atau semacam pola untuk bisa memprediksikan harga tersebut di masa yang akan datang. Sehingga dibutuhkan ketelitian dan proses prediksi yang baik dalam trading ini agar tidak mengalami kerugian di masa depan.

2 dari 3 halaman

Prinsip Dasar Trading dalam Hadis dan Pendapat Ulama

Meskipun trading ini sudah semakin populer, sebagian umat Islam ada yang mempertanyakan tentang hukum trading dalam islam ini bagaimana. Apakah diperbolehkan atau tidak? Dan apakah landasan atau pun bagaimana pendapat para ulama terkait aktivitas trading ini?

Dikutip melalui Dalamislam.com, secara umum prinsip trading seperti halnya melakukan jual-beli emas maupun perak di masa Rasulullah SAW. Di mana transaksi tersebut harus dilakukan secara tunai dan tidak ada unsur riba di dalamnya. Berikut adalah prinsip-prinsip trading dalam hadis dan juga pendapat para ulama.

Hadis

Hadis riwayat Muslim menjelaskan tentang keadilan dalam suatu jual-beli. Semuanya dibayarkan secara seimbang dan tunai, supaya nilainya tetap setara.

Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, barli dengan barli, sya’ir dengan sya’ir (jenis gandum), kurma dengan kurma dan garam dengan garam dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan (yadan biyadin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, jual lah sekehendak kalian dengan syarat secara kontan.” (HR. Muslim)

Pendapat Ibnu Qudamah

Menurut Ibnu Qudamah, dalam trading ini hal yang perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana kondisi pasar yang sedang terjadi. Sehingga nantinya bisa menentukan tentang proses tunai maupun secara langsung.

Pendapat Ibnu Mundhir

Menurut Ibnu Mundhir, trading ini sama halnya dengan pertukaran emas maupun perak yang dalam ilmu fikih disebut sebagai Sharf. Saat jual-beli ini, nilai mata uang yang digunakan tidaklah dalam satu jenis.

Seperti rupiah dengan rupiah atau dolar dengan dolar. Tetapi harus berbeda, misalnya rupiah dengan dolar. Pembayaran ini tujuannya adalah untuk membuat nilai mata uang yang dibeli jadi setara. Hal ini dinamakan dengan taqabudh fi’li.

Fatwa MUI

Di Indonesia ada suatu lembaga yang mengeluarkan fatwa atau dikenal dengan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 28/DNS-MUI/III/2002 tentang Transaksi Jual Beli Valas, MUI memperbolehkan aktivitas trading dengan syarat:

- Tidak adanya suatu proses yang bersifat spekulasi atau tidak jelas.

- Ada transaksi berjaga-jaga (simpanan).

- Untuk transaksi yang uangnya sejenis, maka nilainya harus sama dan dilakukan secara tunai. Jika mata uangnya berbeda, maka dilakukan kurs atau nilai tukar yan berlaku di pasar ketika sedang melakukan transaksi. Sehingga harus jelas di mana, kapan, dan jam berapa.

3 dari 3 halaman

Jenis-jenis Trading dan Hukumnya

Trading sendiri ada beberapa jenis yang setiap jenisnya memiliki hukum trading dalam islam masing-masing. Transaksi-transaksi tersebut diantaranya sebagai berikut:

Jenis-jenis Trading dan Hukumnya© Pixabay.com

Transaksi Spot

Transaksi jenis spot ini adalah transaksi penjualan dan pembelian valuta asing yang proses penyerahannya dilakukan pada saat itu juga (over the countre). Hal ini diselesaikan dalam waktu paling lambat dua hari. Transaksi spot diperbolehkan karena prosesnya yang tunai.

Transaksi Forward

Transaksi jenis forward adalah transaksi penjualan dan pembelian valuta asing yang nilainya ditetapkan saat ini dan berlaku di waktu yang akan datang. Waktu yang ditetapkan adalah dua hari hingga satu tahun. Hukum trading dalam islam untuk jenis transaksi forward ini adalah haram karena harga yang digunakan hanya dalam bentuk perjanjian dan tidak nyata di masa depan.

Transaksi Swap

Transaksi swap adalah berupa kontrak jual-beli mata uang dengan menggunakan harga yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan mata uang yang sama jenisnya dengan harga terus menglami kenaikan. Untuk hukum trading dalam islam jenis transaksi swap ini adalah haram karena mengandung spekulasi di dalamnya.

Transaksi Option

Transaksi option adalah kontrak untuk mendapatkan hak yang untuk membeli tidak harus dilakukan lewat valuta asing dalam kondisi harga maupun nilai dan jangka waktu hingga tanggal akhir tertentu. Hukum trading dalam island untuk jenis transaksi option ini adalah haram karena adanya spekulasi.

Beri Komentar