Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Pernikahan.
Dream – Di dunia pernikahan, ada istilah bridesmaid atau pendamping pengantin wanita. Biasanya, yang menjadi pendamping pengantin perempuan adalah anggota keluarga atau wanita lajang teman si mempelai wanita.
Mereka pun siap siaga untuk membantu semua urusan mempelai wanita saat pernikahan, seperti membawakan buket bunga dan menjaga make up mempelai wanita supaya tidak luntur.
Tapi, hal ini tidak berlaku di Tiongkok. Di sana, jarang ada anggota keluarga atau teman yang ingin menjadi bridesmaid.
Karena jarang peminatnya, pendamping pengantin perempuan pun menjadi ceruk bisnis. Kini, bisnisnya pun tengah booming. Bayaran seorang bridesmaid bervariasi, mulai dari 200 yuan (Rp384,83 ribu) hingga 800 yuan (Rp1,53 juta).
Tapi, tugas bridesmaid di Tiongkok berbeda dengan tugas bridesmaid di negara-negara Barat. Para pendamping mempelai wanita, melakukan hal-hal yang aneh, bahkan bisa membahayakan kehidupannya. Profesi ini pun juga dilirik para wanita yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan.
Apa itu?
© Dream
Zaman dulu, tugas pendamping ini adalah memastikan keamanan sang pengantin selama prosesi pernikahan. Kini, tugasnya sedikit berubah, hanya saja risiko kesehatannya sangat tinggi. Sang pendamping harus berhadapan dengan kematian dan pelecehan seksual.
Seorang bridesmaid harus minum minuman beralkohol dengan para tamu dalam jumlah yang banyak. Sekadar informasi, minuman beralkohol, jika diminum dalam jumlah yang banyak, akan membahayakan kesehatan tubuh. Selain itu, mereka juga harus melindungi pengantin wanita dari tangan-tangan nakal para tamu pria dan groomsmen.
© Dream
Pada bulan September 2016, seorang bridesmaid bayaran di Heinan, Tiongkok, tewas selama “bertugas”. Dia meninggal akibat terlalu banyak minum minuman beralkohol selama pesta pernikahan.
Lalu, pada tahun 2015, sebuah rekaman menunjukkan seorang pendamping bayaran berusaha melindungi pengantin wanita dari tangan-tangan usil. Sayangnya, dia justru menjadi korban. Tubuhnya menjadi sasaran raba para tamu pria. Pada tahun 2013, seorang bridemaid dikabarkan menjadi korban perkosaan dua groomsmen di sebuah pesta pernikahan di Zhejiang, Tiongkok.
Dengan risiko ini, terlihat jelas alasan sedikit teman wanita yang bersedia menjadi bridesmaid.
Seorang bridesmaid profesional mengatakan dia bisa mengatasi situasi itu dengan cepat. “Profesional seperti saya bisa menyelesaikannya dengan cepat dan mudah. Salah satu alasan saya dipekerjakan tak lain untuk melindungi teman mereka,” kata dia yang tak disebutkan namanya kepada The Financial Times.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS