Penduduk Mayoritas Muslim, Indonesia Cuma Konsumen Produk Halal Negeri Nonmuslim

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 Maret 2021 18:45
Penduduk Mayoritas Muslim, Indonesia Cuma Konsumen Produk Halal Negeri Nonmuslim
Saat ini, Indonesia masih jadi konsumen halal terbesar di dunia, bukan produsen halal terbesar.

Dream – Pemerintah terus mendorong pengembangan keuangan syariah. Sebab, Indonesia sampai kini belum menjadi produsen produk halal, padahal jumlah masyarakat Muslimnya mencapai 78 persen.

“ Mengapa harus didorong? Karena potensi kita besar,” kata Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 24 Maret 2021.

Menurutnya, Indonesia seharusnya menjadi produsen produk halal karena mayoritas penduduk Muslim menjadi pasar potensial. Sayangnya, Indonesia baru menjadi konsumen halal terbesar di dunia.

“ Produsennya justru negara nonmuslim seperti Brasil dan lainnya,” kata Maruf.

1 dari 2 halaman

Dorong Pengembangan Keuangan Syariah

Pengembangan ekonomi halal Indonesia juga harus ditekankan pada peningkatan dan pengembangan keuangan syariah nasional. Saat ini pangsa pasar keuangan syariah nasional baru mencapai 6,7 persen dari potensi yang ada.

Upaya mewujudkan ekonomi syariah Indonesia menjadi lebih besar sudah dimulai pemerintah dengan melakukan penggabungan tiga bank syariah BUMN ke dalam satu bank besar, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

“ Supaya bisa melayani transaksi lokal dan global, kecil UKM hingga besar, sehingga pengembangannya makin besar. Begitu juga lembaga mikro, kita kembangkan,” kata dia.

Langkah pengembangan keuangan syariah lain yang dilakukan pemerintah adalah menggerakkan wakaf uang di Indonesia. Mengutip pernyataan presiden, Ma'ruf  menyampaikan potensi wakaf uang di Indonesia ditaksir bisa mencapai Rp188 triliun.

2 dari 2 halaman

Wakaf Bisa Diinvestasikan

Selama ini penerapan wakaf hanya dimanfaatkan untuk sektor sosial dan kultural, seperti pembangunan masjid, madrasah dan makam, sehingga potensinya belum termaksimalkan.

Padahaal, lanjut Wapres, wakaf uang memiliki banyak kelebihan yang dapat memudahkan masyarakat dalam pelaksanaannya.

“ Pertama, lebih fleksibel untuk diinvestasikan, lalu kedua wakafnya nggak harus besar seperti tanah yang bermeter-meter persegi, jadi bisa kecil, bisa besar. Kemudian, wakaf uang ini bisa diinvestasikan melalui cara yang lebih profesional,” kata dia.


(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

Beri Komentar