Dua Pertiga Sukuk BI Diborong Mandiri Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 28 Desember 2018 12:45
Dua Pertiga Sukuk BI Diborong Mandiri Syariah
Bank Mandiri Syariah membeli sukuk BI senilai Rp2 triliun dari nilai yang diterbitkan Rp3,05 triliun.

Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menempatkan dana senilai Rp2 triliun dalam produk surat utang (Sukuk) Bank Indonesia. Dana tersebut lebih dari separuh dari nilai sukuk yang dikeluarkan bank sentral tersebut. 

Bank Indonesia (BI) diketahui menerbitkan sukuk senilai Rp 3,05 triliun dan telah dilelang ke publik. 

" Mandiri Syariah menyerap mayoritasnya atau dua pertiga dari total atau senilai Rp2 triliun dengan imbal hasil yang sudah ditentukan BI,” kata Direktur Finance Strategy and Treasury Mandiri Syariah, Ade Cahyo Nugroho, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 28 Desember 2018.

Ade mengatakan tenor yang ditawarkan sukuk BI ini pendek, yaitu 1 minggu, 2 minggu, dan 3 bulan. Hal ini berbeda dengan pasar uang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang tenornya 6 bulan dan 9 bulan.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Mandiri Syariah di dalam mengelola likuiditas, utamanya dalam rangka strategi enhancement yield melalui penempatan Sukuk BI.

" Kami berharap dengan penempatan di Sukuk BI ini kami turut berperan dalam meramaikan pasar SBSN yang pada akhirnya berdampak pada pembangunan dalam negeri dan industri perbankan syariah Indonesia,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Jadi Instrumen Pengelolaan Likuiditas

Ade mengatakan sukuk BI bisa digunakan sebagai instrumen pengelolaan likuiditas dengan potensi yield yang lebih tinggi daripada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) bertenor overnight.

Instrumen sukuk ini juga memenuhi prinsip syariah (akad musyarakah muntahiya bi tamlik) karena bukan based on paper, tetapi ada underlying-nya, yaitu SBSN.

Adanya Sukuk BI akan mengisi kekosongan instrumen Pasar Uang yang bertenor di bawah 1 tahun yaitu Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) yakni 9 dan 12 bulan, dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) bertenor 6 dan 9 bulan.

Perbankan syariah juga bisa memanfaatkan Sukuk BI untuk diperdagangkan ke bank lain termasuk ke bank konvensional ketika kekurangan likuiditas. Dengan kata lain, sukuk BI lebih fleksibel untuk dipakai sebagai alat likuiditas perbankan syariah dibanding instrumen moneter SBIS.(Sah)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik