Curhat Mempelai Pria, Dana Rp18 Juta Dibawa Kabur Restoran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 30 November 2020 09:12
Curhat Mempelai Pria, Dana Rp18 Juta Dibawa Kabur Restoran
Penolakan ini terjadi saat restorannya mendadak tutup.

Dream – Pernikahan menjadi salah satu hal yang penting dan menyenangkan untuk dirayakan selama hidup. Momen penyatuan dua insan di fase baru kehidupan tak jarang menguras banyak uang.

Tak heran banyak orang menabung untuk mengumpulkan uang demi pernikahan impian. Sayangnya, ini tak berlaku bagi pria bernama Alex.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 30 November 2020, dia membayar uang muka senilai 5.300 ringgit (Rp18,34 juta) untuk makan malam pesta pernikahan di suatu restoran.

Dalam kisah yang dibagikan di Facebook, Alex menyebut temannya mengirimi pesan bahwa restoran telah tutup pada Desember 2020.

“ Kami tidak tahu apa pun dan tidak menerima pemberitahuan dari restoran,” kata dia.

Terganggu dengan hal ini, Alex langsung mengontak narahubung yang bernama Kelly. Dia menerima balasan bahwa restoran ini sedang berpindah kantor.

“ Pada tanggal 13 Oktober, kami menghubungi kantor pusat untuk meminta pengembalian uang setoran dan Kelly meminta kami untuk member waktu 14 hari untuk mengembalikan uang muka secara penuh,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Awalnya Baik-baik Saja

Alex tidak keberatan dan merasa itu adalah hal yang wajar dilakukan perusahaan untuk memproses pengembalian uang. Namun, dua minggu berlalu dan Alex merasa ada yang tidak wajar.

“ Dari tanggal 26 Oktober hingga 4 November, kami mencoba menghubungi narahubung, tapi tidak bisa mendapatkan balasan dan restoran tidak menjawan telepon,” kata dia.

Pada 5 November, Kelly memberi respons dan meminta Alex untuk menunggu instruksi dari manajemen. Pria ini terus menindaklanjuti masalah itu, tapi tak mendapatkan jawaban lebih lanjut.

Pada 23 November, narahubung menghubungi Alex dan memberikan berita yang kurang mengenakan. Dikatakan bahwa pihak restoran hanya mengembalikan 3 ribu ringgit (Rp10,38 juta).

“ Saya bayar 5.300 ringgit sebaga deposit dan tidak makan satu pun di restoran. Setoran dipotong 2 ribu ringgit dan saya diperlakukan sangat kasar seolah-olah mereka menyerahkan uang kepada pengemis,” kata dia.

Alex bertanya kembali alasan uang muka tak diberikan sepenuhnya. Narahubung itu menjelaskan bahwa itu adalah keputusan manajemen. Jawaban ini membuat Alex tambah bingung.

2 dari 3 halaman

Manajemen Menghilang

Pria ini memutuskan untuk bicara dengan manajemen. Saat meminta kontak, narahubung menyebut tak bisa memberikannya. Tentu saja itu membuat Alex semakin curiga. “ Manajemen apa yang begitu misterius?” kata dia.

Alex meminta saudara perempuannya di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mencari manajemen dan berbicara langsung untuk menyelesaikan masalah.

Tapi, saat mencapai kantor, dia didekati staf yang berbeda dan namanya Micky. Dia diberi tahu bahwa narahubung yang bernama Kelly sedang makan siang.

“ Kakak saya meminta untuk dirujuk ke manajemen lain di kantor. Tapi, dia diberi tahu bahwa tak bisa mendapatkan informasi apa pun tentang manajemen dan CEO. Mereka langsung mengatakan agar mengajukan laporan kepada Departemen Urusan Konsumen,” kata dia.

Alex hanya menginginkan satu yaitu pengembalian dana seutuhnya. Dengan deposit 5.300 ringgit, Alex mengira bisa merayakan pernikahan dengan bahagia. Tapi, dua bulan sebelum pernikahan, restorannya tutup. Uang muka pun disita tanpa alasan yang tak jelas.

“ Uang ini diambil dari darah dan keringat saya. Sebagai konsumen apakah kita pantas mendapatkan perlakuan tidak adil,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Tak Ada Respons dari Manajemen Restoran

Alex mengakhiri postingannya dengan menghimbau siapa pun yang mengalami cobaan yang sama untuk menghubunginya. Dia berharap situasi seperti itu tidak terjadi lagi.

Alex juga berharap pihak restoran bisa melangkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Saat dihubungi oleh World of Buzz, Alex mengatakan tidak berniat ceritanya menjadi viral.

“ Yang saya inginkan hanyalah menerima kembali pengembalian dana penuh dari setoran yang saya bayarkan,” kata dia.

World of Buzz juga mencoba menghubungi restoran untuk memberikan komentar. Tapi, hanya menerima balasan yang meminta untuk memesan layanan.

World of Buzz juga mencoba menghubungi Kelly di Whatsapp dan dengan meneleponnya, tetapi tanggapan yang sama diterima.

Beri Komentar