Biasa Bikin Senjata, Pindad Disuruh Bikin Mobil Komersial

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 Januari 2019 18:30
Biasa Bikin Senjata, Pindad Disuruh Bikin Mobil Komersial
Dia optimistis kualitas produk BUMN tak kalah dengan yang lain.

Dream – Menteri BUMN, Rini Soemarno, optimistis produksi PT Pindad (Persero) tidak kalah bagus kualitasnya dengan yang lain. Dengan keunggulannya, Rini bahkan mendorong perusahaan pelat merah ini untuk memproduksi kendaraan komersial.

“ Ke depannya, saya mendorong PT Pindad untuk mengembangkan kendaraan komersial,” kata dia ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 25 Januari 2019.

Sekadar informasi, kendaraan komersial diproduksi oleh swasta. Sebut saja Isuzu yang memproduksi kendaraan komersial seperti mobil Elf dan truk Giga Tractor Head. Ada juga truk Fuso yang diproduksi oleh Mitsubishi.

Selain itu, Rini juga berkesempatan menjajal panser Anoa—panser yang diproduksi oleh Pindad. Panser yang dinaiki adalah Panser 6x6. Anoa tipe APC ini mampu mengangkut hingga 10 personil. Kendaraan itu berbobot 12,5 ton dengan kekuatan 320 Tk dan sanggup melaju 100 km per jam.

Panser Anoa dilengkapi dengan remote controlled weapon system (RWCS). Kendaraan tempur itu dipasangi senjata berkaliber 12,7 mm serta senjata mesin berkaliber 7,62 mm.

Panser itu dilengkapi dengan pelontar granat dan thermal driver vision untuk meningkatkan kewaspadaan operasi malam hari.

" Saya mencoba mengemudikan sendiri kendaraan tempur (ranpur) Anoa karya anak bangsa. Enak dan mudah dikendalikan. Saya yakin kualitasnya bagus untuk kebutuhan pertahanan negara kita,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Dream - Tak hanya kereta, Indonesia juga memproduksi kendaraan tempur, misalnya panser. Kendaraan ini diproduksi oleh PT Pindad (Persero).

Namanya, Panser Anoa. Menteri BUMN Rini Soemarno menjajal Panser Anoa 6x6 ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana pengalamannya?

" Saya mencoba mengemudikan sendiri kendaraan tempur Anoa, karya anak bangsa. Enak dan mudah dikendalikan," kata Rini dalam kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat kemarin, dalam keterangan tertulis Kementerian BUMN, Jumat 25 Januari 2019.

 Menteri BUMN, Rini Soemarno, mencoba Panser Anoa.

Panser Anoa 6x6 karya Pindad telah diproduksi dalam berbagai varian. Kendaraan ini ikut dalam misi perdamaian dunia PBB di berbagai Negara seperti Lebanon, Afrika Tengah, dan Sudan.

Selain digunakan di dalam negeri, sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Brunei hingga negara Timur Tengah telah membeli produk karya anak bangsa ini.

Rini optimistis kualitas Panser tak kalah dengan produk lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

" Saya yakin kualitasnya bagus untuk kebutuhan pertahanan negara kita,: kata dia.

Selain Rini, turut hadir Direktur Utama PT Pindand, Abraham Mose, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Pertambangan Industri Strategis dan Media Kemnterian BUMN Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim. 

2 dari 3 halaman

Fiturnya `Gahar`

Anoa 6x6 tipe APC ini mampu mengangkut hingga 10 orang dan berbobot 12,5 ton. Panser ini berkekuatan 320 Tk yang bisa melaju dengan kecepatan maksimal 100 km per jam.

Anoa dilengkapi dengan remote controlled weapon system (RCWS) dan dapat dipasangi senjata dengan kaliber 12,7 mm serta senjata mesin kaliber 7,62 mm. Selain itu, kendaraan ini juga dapat dilengkapi pelontar granat dan thermal driver vision untuk meningkatkan kewaspadaan pada operasi di malam hari.

Selain digunakan untuk misi TNI di tanah air, Panser Anoa dengan jumlah total 75 unit juga sudah digunakan untuk mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), The United Nations-African Union Mission in Darfur (UNAMID), Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

3 dari 3 halaman

Serahkan Heli dan Pesawat ke Kemenhan

Tak hanya itu dalam kunjungan kerjanya, Menteri Rini juga mengikuti serah terima 5 unit Heli AKS dan 1 unit Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) kepada Kementerian Pertahanan untuk TNI Angkatan Laut, yang berlangsung di Hanggar Rotary Wing KP II milik PT Dirgantara Indonesia (PT DI). 

Pesawat udara yang diserahkan yaitu:

- 1 unit CN235-220 MPA (Serial Number N067) sesuai Kontrak Jual Beli Nomor TRAK/19/PLN/I/2013/AL tanggal 07 Januari 2013, antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI. Pesawat udara ini yang secara kontraktual telah diserahkan kepada Kemhan/TNI AL pada bulan September 2018.

- Pesawat udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft memiliki beberapa keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput. Mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

- Sedangkan helikopter yang diserahkan yaitu 5 unit Heli AKS (Serial Number 7021, 7042, 7043, 7046, 7047) yang merupakan bagian dari materiil kontrak 11 unit Heli AKS sebagaimana Kontrak Jual Beli Nomor TRAK/979/PLN/IX/2014/AL pada tanggal 30 September 2014 antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI, secara kontraktual telah diserahkan bertahap pada bulan Juni 2018 untuk SN 7021 dan 7043 serta bulan November 2018 untuk SN 7042, 7046 dan 7047. 

- Helikopter AS565 MBe Panther full AKS mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS).

Sonar HELRAS dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam. Teknologi HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mengetahui keberadaan kapal selam dari jarak jauh.

Dipadu dengan perangkat DS-100, AS565 Panther dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dangkal maupun perairan dalam. 

“ Saya terus mendorong agar PT DI mampu memproduksi alat-alat pertahanan yang berkualitas dan dapat digunakan untuk pertahanan negara kita. Semoga kerja sama antar BUMN dan Tentara Nasional Indonesia tetap terus ditingkatkan. PT DI juga tidak hanya menjadi pemain di pasar lokal tetapi juga pasar internasional,” tegas Menteri Rini. (ism)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting